Aroma laut di Tanjung Pendam kemaren rasanya semakin kuat terhirup di udara pagi ini. Tak sabar untuk bergegas berlari mencari pantai terdekat dan terindah di pulau ini. Tujuan pertama hari ini adalah Tanjung Binga, merupakan kawasan kampung nelayan yang terletak sekitar 20 km arah utara kota Tanjung Pandan. Dari sini kami berencana mengunjungi pulau Lengkuas. Sebetulnya pulau Lengkuas bisa dijangkau dari Tanjung Kelayang tapi karena ada upacara tolak balak dan pelarungan sesaji, kapal disana enggan berlayar hari ini.
Merasakan Sari Laut di Tanjung Pandan
Rasanya tidak lengkap jika jalan-jalan di Belitung tidak menikmati makanan khas setempat, konon seafood khas Belitung rasanya sangat nikmat. Atas rekomendasi pak Edi, pemilik mobil rental. Kamipun menuju rumah makan yang cukup terkenal di Tanjung Pandan bernama Restoran Sari Laut. Rumah makan bergaya sederhana dan berkesan rumahan ini menjadi tujuan pertama untuk mengganjal perut di Belitung.
Sang Surya Tenggelam di Tanjung Pendam
Langit Belitung semakin merona, rasanya tak sabar bergegas menuju Pantai Tanjung Pendam. Setelah “puas” menanti rekan backpacking yang terdiri dari dua kelompok terbang di bandara. Kamipun berpacu melawan waktu untuk melihat sang surya kembali ke peraduannya dan memulai petualangan hari ini.
Melayang-layang Menuju Belitung
Manusia hanya bisa berencana tapi Tuhan yang menentukan….
Itulah kata-kata bijak yang harus saya selalu ingat ketika merencanakan perjalanan panjang menuju Negeri Laskar Pelangi, Belitung. Itinerary yang sudah dirancang dua bulan sebelum keberangkatan nyaris batal karena tugas dinas mendadak dari kantor. Menjelang hari pertama liburan tiba-tiba harus menghadiri seminar di Jakarta. Otomatis rencana “ngesotpacker” via laut dan darat Jambi ke Belitung gagal total.
Secangkir Kopi dan Inspirasi
Beberapa orang mengatakan bahwa secangkir kopi dan sebatang rokok mampu memberikan inpirasi ketika otak sudah benar-benar “stuck”, karena terlalu lelah ataupun terlalu jenuh menghadapi pekerjaan. Tapi sebetulnya kopi membuat jantung kita berpacu lebih cepat, inilah yang membuat kita selalu terbangun dan bersemangat. Di tambah lagi dengan rokok yang mensugesti orang menjadi lebih rileks dan mampu berpikir dan berkonsentrasi.
Gurami Bakar VS Sambal Empat Rasa

Setelah menahan diri untuk tidak membuat kategori kuliner di blog ini, akhirnya jebol juga pertahanan saya. Sekitar satu pekan yang lalu saya ditraktir makan oleh “Ayah”, rekan ngemper di salah satu radio online di Jambi. Selepas jam delapan malam kamipun meluncur ke daerah Tugu Juang. Lalu mampir di sebuah warung bertuliskan “Warung Tenda Gurami Bakar Indah”. Berdiri sebuah warung sederhana yang dipadati oleh pengunjung. Makanan di warung ini benar-benar menginspirasi saya untuk membuat tulisan tempat makan di kota Jambi.
Eksotika Dahan dan Ranting Ujung Kulon
Jalan-jalan ke Ujung Kulon akhir pekan lalu memberikan satu inspirasi baru untuk bereksperimen dengan kamera pocket kesayangan saya. Perjalanan laut dari kampung sumur menuju pulau Peucang terlihat bentangan pantai panjang dengan hutan tropisnya. Tampak di beberapa bibir pantai menjulur ranting-ranting tua yang memberikan kesan artistik sebagai salah satu objek untuk mempermanis komposisi foto.
Keindahan Tak Berujung di Ujung Barat
“Banyak kok spot snorkling yang deket dari Lampung, ga usah jauh-jauh ke Sulawesi. Kamu sudah ke Ujung Kulon?” Itulah pertanyaan dan pernyataan yang cukup menyentil dari rekan kuliah saya. Ada benarnya juga, dengan mempertimbangkan waktu dan budget Ujung Kulon menjadi tujuan trip kali ini sebelum memasuki bulan Ramadhan di bulan Agustus.






