
Pernikahan momen terpenting seumur hidup. Dokumentasi video dan foto menjadi hal penting menjelang hari bahagia. Kali ini mendapatkan kesempatan belajar sekaligus mengabadikan momen terpenting rekan kuliah dan tetangga, Sapto dan pasanganngya Desvi.

Pernikahan momen terpenting seumur hidup. Dokumentasi video dan foto menjadi hal penting menjelang hari bahagia. Kali ini mendapatkan kesempatan belajar sekaligus mengabadikan momen terpenting rekan kuliah dan tetangga, Sapto dan pasanganngya Desvi.

Restoran cepat saji depan Masjid Raya menjadi meeting point, menanti kehadiran dua anggota BPM. Masih wajah lama, Gee Wan dan Lisa. Tapi spot wisatanya baru, berbeda dengan hari sebelumnya. Kali ini menggabungkan tiga unsur yaitu: religi, alam dan kuliner. Serta kombinasi dua alat transportasi bentor dan taksi. Maklum kalo naik taxi, ga muat lima orang. Saya, Al dan Lilia menumpang “burung biru“. Sedangkan Gee Wan dan Lisa ber-offroad ria di atas bentor. Lanjutkan membaca “Horas Medan 2012 (part 13): Harmoni Religi,Alam dan Kuliner”

Saya, Lilia dan Al dari menyusuri Jalan Sisingamangaraja menuju pertigaan Jalan Brigjen Katamso. Menuju bangunan kuning kontras di atas lapangan rumput hijau. Istana Maimoon salah satu landmark kota Medan, peninggalan Kesulatanan Melayu-Deli. Jaraknya 100 meter dari Masjid Raya atau Kolam Raya Sri Deli. Tiga buah kubah besar gaya Persia Curve pengaruh Timur Tengah. Lanjutkan membaca “Horas Medan 2012 (part 12): Istana Maimoon”

(3/12/12)Kesibukan kembali menyambangi kota Medan paska akhir pekan. Kendaraan bermotor padat melintas di Jalan Sisingamangaraja. Semua orang memulai hari menuju tempat kerja. Mendung tak menyurutkan langkah tiap insan untuk berkarya. Saya dan Lilia masih tetap jadi “pengangguran”. Tidak ada aktivitas melenggang santai di trotoar. Mau kemana ya kita?
Lanjutkan membaca “Horas Medan 2012 (part 11): Pelajaran Pagi Hari”

Kawasan Hutan Taman Eden memiliki beberapa air terjun; Air Terjun 7 Tingkat (Air Terjun Gantung Rimba) berjarak 11 km dari posko, Air Terjun di mulut Gua Kelelawar yang jaraknya 5 km, Dan terdekat air terjun 2 tingkat berjarak 500 meter. Lanjutkan membaca “Horas Medan 2012 (part 10): Air Terjun Penutup”

Salah satu tujuan perjalanan adalah menemukan pengalaman baru melalui interaksi sosial dengan orang-orang berbeda. Sebagai mahluk sosial manusia memang tidak ditakdirkan sendiri termasuk dalam perjalanan. Solo backpacker pada akhirnya akan menemukan “teman” . Bisa jadi penjual makanan ataupun kondektur bus. Lanjutkan membaca “Horas Medan 2012 (part 9): Kebersamaan Backpacker”

Kapal bergoyang hebat memasuki teluk kecil di desa Binangalom. Nakoda mengendalikan laju sambil berbelok arah. Kepanikan tiba-tiba melanda, apalagi yang berada di dek lantai dua. Jika tidak hati-hati berpegangan bisa saja terlempar. Lanjutkan membaca “Horas Medan 2012 (part 8): Menuju Taman Eden 100”

Awan mendung terurai di ujung selatan, bias cahaya mulai nampak menjadikan langit biru terang. Kami baru saja melewatkan makan siang di atas kapal. Begini rasanya berlayar di atas danau besar, tidak jauh berbeda dengan di laut. Tapi pemandangannya jauh lebih indah, gugusan bukit hijau berada di kedua sisi. Rasanya tak puas menyaksikan keindahan di Danau Toba. Tak sabar menanti kejutan dan keindahan Air Terjun Situmurun yang dipercaya bisa mendatangkan jodoh. Lanjutkan membaca “Horas Medan 2012 (part 7): Air Terjun Situmurun”