Horas Medan 2012 (part 13): Harmoni Religi,Alam dan Kuliner

wisata religi - Maha Vihara Maitreya
Maha Vihara Maitreya

Restoran cepat saji depan Masjid Raya menjadi meeting point, menanti kehadiran dua anggota BPM. Masih wajah lama, Gee Wan dan Lisa. Tapi spot wisatanya baru, berbeda dengan hari sebelumnya. Kali ini menggabungkan tiga unsur yaitu: religi, alam dan kuliner. Serta kombinasi dua alat transportasi bentor dan taksi. Maklum kalo naik taxi, ga muat lima orang. Saya, Al dan Lilia menumpang “burung biru“. Sedangkan Gee Wan dan Lisa ber-offroad ria di atas bentor.
Satu jam perjalanan membuat saya  tertidur di samping juru kemudi. Di belakang Al lebih sukses diinterogasi tante Lilia. Ga tahu pada ngomong apaan sih , bisik-bisik angel (nggak jelas). Ketika bangun sudah memasuki komplek perumahan Cemara Asri. Lalu berhenti di depan Maha Vihara Maitreya. Sedangkan Gee Wan dan Lisa sudah sampai lebih dahulu.

Dua  patung singa putih menyambut pengunjung Vihara. Wadah dupa besar menjadi  tempat menghaturkan doa sebelum memasuki altar. Maha Vihara Maitreya tidak hanya sebagai pusat peribadatan agama Budha. Namun diproyeksikan menjadi lokasi wisata religi  dilengkapi beragam prasarana. Bangunan di sayap kanan  food court menyajikan menu vegetarian dan souvenir. Sedangkakan bangunan di sayap kiri gedung serba guna berfungsi bagi acara pernikahan.

Kami langsung menuju food court yang dipisahkan oleh playground . Mencicipi beragam menu vege  sangat sehat  dikonsumsi. Beragam masakan nusantara dan cina mulai dari rendang, opor , capcay dan lainnya lengkap tersaji. Bahannya hanya sayuran dan daging  buatan. Namun rasanya sangat lezat tidak berbeda dengan daging atau ayam asli. Tidak berapa lama salah satu rekan BPM, Reymond bergabung. Genaplah kami berenam memulai wisata religi.

“Waktu adalah uang, adalah pandangan lama yang membuat manusia hidup dalam tekanan dan kegelisahan”. Tulisan dalam Jam Kebahagiaan yang ada di depan ruang altar. Dalam lingkaran besar berwarna merah memuat arti dari setiap waktu. Jam 12, sempurnalah Kebahagiaan atau Jam 9, saat penuh keyakinan. Filosofi bagaimana manusia mengartikan waktu yang dimiliki.

Ruang tengah tempat altar tiga dewa merupakan tempat sakral untuk berdoa. Pengunjung harus membuka alas kaki sebelum memasuki. Agar tidak mengganggu aktivitas ibadah  saya menggunakan lensa zoom tanpa lampu flash. Pada bagian tengah terdapat patung Budha berawrna emas duduk di atas teratai. Di sebelah kirinya patung Dewa Perang Kwang Kong, warna hijau dengan detail emas. Sedangkan di sebelah kiri patung Dewi Kwan Im.

Bangunan tengah dan sayap kiri dipisahkan kolam  memanjang. Patung Dewi Kwan Im dikelilingi naga begitu selaras dengan beragam tumbuhan. Jembatan lengkung menghubungkan dua bangunan megah ini. Dari atas jembatan kita bisa memandang ratusan ikan koi warna-warna berenang bebas bersama suara gemercik air.

Puas mengabadikan keindahan taman buatan di sisi kiri, kami keluar menuju rawa kecil di sebelah kanan Maha Vihara Maitreya. Menyaksikan ribuan burung beterbangan mencari mangsa. Agak unik, seolah burung-burung ini tidak terusik dengan  perumahan dan kendaraaan lalu lalang di sekeliling rawa. Mungkin kah energi positif Maha Vihara Maitreya membuat hewan-hewan ini merasa damai dan nyaman?

Berdasarkan penelitian, jumlah burung di sini terus bertambah setiap harinya hingga mencapai 5.000 ekor dari beragam jenis. burung kolak malam kelabu, kuntul besar, kuntul kecil, kuntul kerbau, cangak merah, cangak abu, kokokan laut, koreo padi, bangau, cangak, kokokan laut dan masih banyak lagi jenis burung yang berada dihabitat ini. Sore hari waktu yang tepat mengabadikan momen unik burung-burung. Menyaksikan ribuan burung pulang ke sarangnya, kembali ke peraduan.

Komplek Cemara Asri memiliki pusat kuliner menyediakan beragam menu seafood. Letaknya tidak terlalu jauh dari pintu gerbang utama. Deretan ruko tiga lantai  terang benderang memenuhi kedua sisi jalan. Halamannya dipenuhi meja dan kursi plastik, mengingatkan kawasan Pecinan. Menjelang malam pengunjung mulai ramai memenuhi halaman ruko. Kami berenam melawatkan makan malam di sini sambil duduk santai. Menikmati sajian capcay, udang balado dan cumi bumbu Bangkok  ditaburi kacang giling kasar.

Cemara Asri menjadi spot wisata terakhir di kota Medan. Esok pagi  akan kembali ke Jambi  dan transit di Pekanbaru melalui penerbangan pagi. Terimakasih rekan BPM sudah menemani berjalan-jalan . Dan menutupnya dengan sebuah wisata harmoni manis.  Menyelaraskan wisata religi di Maha Vihara Maitreya, habitat burung di alam bebas serta kelezatan kuliner Cemara Asri.

pintu masuk - sayap kanan Maha Vihara Maitreya
pintu masuk – sayap kanan Maha Vihara Maitreya
tak kalah lezat - menu vegetarian
lezat dan sehat – menu vegetarian
berdoa -  pengunjung Maha Vihara Maitreyag
berdoa – pengunjung Maha Vihara Maitreyag
Tengah Altar - Patung Sidharta Gautama
Tengah Altar – Patung Sidharta Gautama
Dewa Kwang Kong (kiri) - Dewi Kwan Im (kanan)
Dewa Kwang Kong (kiri) – Dewi Kwan Im (kanan)
kolam ikan - penghubung bangunan tengah dan sayap kiri
kolam ikan – penghubung bangunan tengah dan sayap kiri
patung  - ornamen penghias kolam
patung – ornamen penghias kolam
rawa kecil samping Vihara - habitat ribuan burung
rawa kecil samping Vihara – habitat ribuan burung
pulang ke sarang - sore hari
pulang ke sarang – sore hari
wisata kuliner  - capcay dan udang balado
wisata kuliner – capcay dan udang balado
kuliner penutup - cumi bumbu Bangkok
kuliner penutup – cumi bumbu Bangkok

Horas Medan 2012 (part 1): First Food , First Step
Horas Medan 2012 (part 2): Stop di Tip Top
Horas Medan 2012 (part 3): Bertandang ke Rumah Tjong A Fie
Horas Medan 2012 (part 4): Petang di Masjid Raya
Horas Medan 2012 (part 5): Pan Cake Durian Plus
Horas Medan 2012 (part 6): Merapat di Perapat
Horas Medan 2012 (part 7): Air Terjun Situmurun
Horas Medan 2012 (part 8): Menuju Taman Eden 100
Horas Medan 2012 (part 9): Kebersamaan Backpacker
Horas Medan 2012 (part 10): Air Terjun Penutup
Horas Medan 2012 (part 11): Pelajaran Pagi Hari
Horas Medan 2012 (part 12): Istana Maimoon
Horas Medan 2012 (part 13): Harmoni Religi,Alam dan Kuliner

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.