Horas Medan 2012 (part 8): Menuju Taman Eden 100

Taman Anggrek Toba di Taman Eden 100
 Taman Eden 100

Kapal bergoyang hebat memasuki teluk kecil di desa Binangalom. Nakoda mengendalikan laju sambil berbelok arah. Kepanikan tiba-tiba melanda, apalagi yang berada di dek lantai dua. Jika tidak hati-hati berpegangan bisa saja terlempar.

Truk barang sudah menanti kami di tepi danau. Kembali melalui perjalanan darat menuju taman Eden 100. Semua barang bawaan dan penumpang tumpah ruah di dalam bak. Jalan berbukit membuat kami sukses teraduk-aduk. Belum lagi harus merunduk ketika truk menerabas pohon tinggi. Jika tidak, ganjarannya sukses tertampar ranting pohon.

Meskipun kondisi mirip kambing diangkut ke pasar. Semua orang cukup percaya diri melambai kepada tiap penduduk di tepi jalan. Apalagi perjalanan ini penuh bonus pemandangan indah. Puas menikmati keindahan desa Binangalom. Truk sampai di jalan raya Balige-Perapat. Lalu berbelok ke arah Prapat menuju Taman Eden 100.

Taman Eden merupakan hutan buatan dipelopori  oleh Marandus penghujung tahun 90-an . Merupakan jawaban kegelisahan batinnya ketika manusia tidak bersinergi dengan alam. Warga di sekitar Danau Toba jatuh pada kemiskinan, padahal mereka hidup di tepi Danau Toba yang penuh dengan sumber daya alam. Ikannya melimpah ruah dan tanaman tumbuh subur.

Di Taman yang berada di Desa Lumban Rang-Sionggang Utara, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir bisa mengadopsi tumbuhan. Dengan biaya Rp 100.000 sampai Rp 300.000. Bisa diatasnamakan perorangan ataupun kelompok seperti sekolah, intansi atau komunitas. Jika pohon tersebut mati makan akan diganti oleh pengelolanya.

Sejak tahun 2009 Taman Eden 100 memiliki Taman Konservasi “Toba Orchid Park” . Diprakasai dan dibiayai oleh Dr. Ria Novida Telaumbanua, M. Kes. Taman kecil dilengkapi air terjun dan gazebo mengantarkan kita melihat kekayaan hayati anggrek khas Toba. Bukit Taman Eden memiliki 300 jenis species anggerk namun baru 150 yang terindentifikasi. Semuanya tertuang dalam buku “Wild Orchids In Toba” di tahun 2011 karya Dr. Ria Novida Telaumbanua, M. Kes. Dokter sehari-hari bertugas di Pematang Siantar memiliki kecintaan mendalam dengan anggrek , terutama Anggrek Khas Toba.

Pecinta fotografi makro dimanjakan di taman dengan ketinggian 1.100 sampai 1.750 meter. Koleksi flora dan fauna begitu memikat untuk diabadikan. Berjalan menyusuri jalan setapak bersinergi dengan alam. Mengagumi sekaligus mensyukuri anugrah terbesar Tuhan untuk Bumi Toba.

Malam mulai datang ketika kami sampai di Taman Eden. Suara hewan malam mulai terdengar, hawa pegunungan masuk ke dalam paru-paru. Malam ini kami tidur di sini. Tanah lapang di atas bukit kecil, beralaskan bumi dan beratapkan langit. Menyatu dengan alam bernama “Taman Eden 100”. Surga kecil di Tanah Toba.

Teluk kecil di desa Binangalom
Teluk kecil di desa Binangalom
truk barang - kendaraan menuju Taman Eden 100
truk barang – kendaraan menuju Taman Eden 100
Flora dan Fauna di Taman Eden
Flora dan Fauna di Taman Eden
beragam tanaman hutan
beragam tanaman hutan
menghisap madu bunga
menghisap madu bunga
buah berry tumbuh liar di Taman Eden
buah berry tumbuh liar di Taman Eden
anggrek (kiri) - ulat bulu (kanan)
anggrek (kiri) – ulat bulu (kanan)
menelisik kekayaan hayati Taman Eden
menelisik kekayaan hayati Taman Eden
surga pecinta fotografi makro
surga pecinta fotografi makro

Horas Medan 2012 (part 1): First Food , First Step
Horas Medan 2012 (part 2): Stop di Tip Top
Horas Medan 2012 (part 3): Bertandang ke Rumah Tjong A Fie
Horas Medan 2012 (part 4): Petang di Masjid Raya
Horas Medan 2012 (part 5): Pan Cake Durian Plus
Horas Medan 2012 (part 6): Merapat di Perapat
Horas Medan 2012 (part 7): Air Terjun Situmurun
Horas Medan 2012 (part 8): Menuju Taman Eden 100
Horas Medan 2012 (part 9): Kebersamaan Backpacker
Horas Medan 2012 (part 10): Air Terjun Penutup
Horas Medan 2012 (part 11): Pelajaran Pagi Hari
Horas Medan 2012 (part 12): Istana Maimoon
Horas Medan 2012 (part 13): Harmoni Religi,Alam dan Kuliner

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.