Horas Medan 2012 (part 7): Air Terjun Situmurun

Air Terjun Situmurun - desa Binangalom kecamatan Lumban Julu
Air Terjun Situmurun – desa Binangalom kecamatan Lumban Julu

Awan mendung terurai di ujung selatan, bias cahaya mulai nampak menjadikan langit biru terang.  Kami baru saja melewatkan makan siang di atas kapal. Begini rasanya berlayar di atas danau besar, tidak jauh berbeda dengan di laut. Tapi pemandangannya jauh lebih indah, gugusan bukit hijau berada di kedua sisi. Rasanya tak puas menyaksikan keindahan di Danau Toba. Tak sabar menanti kejutan dan keindahan Air Terjun Situmurun yang dipercaya bisa mendatangkan jodoh.

Pelancong lebih mengenal air Terjun Situmurun sebagai air terjun Binangalom. Karena airnya berasal dari sungai di desa Binangalom kecamatan Lumban Julu. Kata Binangalom berasal dari nama sebuah sungai, yakni Lum.  Lom atau Lum, dalam bahasa Batak Toba, bisa juga diartikan sebagai air penyejuk hati.

Keberadaan air terjun ini hampir terlupakan. Dahulu Air Terjun Situmurun ini merupakan tujuan wisata favorit kota Perapat selain batu gantung yang tersohor. Krisis ekonomi membawa perubahan orientasi wisatawan. Sewa kapal yang dianggap mahal oleh wisatawan lokal . Membuat destinasi ini hanya diminati oleh wisatawan mancanegara berkantung tebal. Selain itu pemandangan menuju tempat ini tidak seindah dulu. Rangkaian keramba sepanjang 1 kilometer antara desa Sirungkungon sampai Binangalom memudarkan kesan alami.

Satu persatu desa di daratan Sumatra kami susuri melalui perairan . Dari desa Sigapiton, Sirungkungon, Jonggi Nihuta, Pangaloan dan  Binangalom . Dari jauh terlihat untaian air jatuh bebas ke Danau. Kapal kami mulai menepi mencari tempat bersandar, tapi arus terlalu kuat. Beberapa rekan BPM sudah tidak sabar langsung loncat menceburkan diri dalam air. Berenang menuju air terjun.

Burung bangau berterbangan di dekat tebing dekat air terjun. Sesekali menerobos derasnya air terjun memangsa ikan pora-pora  berloncatan. Pemandangan  luar biasa, mirip dengan ikan-ikan salmon yang akan bertelur menuju hulu sungai.

Kapal bersandar sempurna di sisi kiri air terjun. Satu persatu kami turun ke dalam air dengan gaya masing-masing. Jumping freestyle, pilihan tepat merasakan sensasi adrenalin. Sang nakoda mengingatkan untuk tidak terlalu dekat dengan buritan kapal, tempat baling-baling. Karena mesin dan baling-baling tetap dalam kondisi menyala untuk melawan arus deras.

“Byurrrrr”. Satu loncatan bebas membawa saya masuk ke dalam air. Rasanya sangat dingin dan lebih susah mengapung dibandingkan di lautan. Pelampung , perlengkapan wajib yang harus dikenakan. Kondisi air sedingin ini sangat memungkinkan terjadinya keram otot atau perut. Berikutnya berenang menuju tepian menyusuri bebatuan licin menuju air terjun. Menyaksikan burung bangau berpesta-pora memangsa ikan pora-pora.

Enggan rasanya keluar dari dalam air meninggalkan keindahan Air Terjun Situmurun. Tapi sebelum malam harus kembali ke daratan dan melanjutkan perjalanan menuju Taman Eden 100.

Melawan Arus - berenang menuju air terjun
Melawan Arus – berenang menuju air terjun
air terjun membentur tebing
air terjun membentur tebing
menembus air - berburu ikan pora pora
menembus air – berburu ikan pora pora
keramba - menghilangkan kesan alami
keramba – menghilangkan kesan alami
menepi - turun ke air terjun
menepi – turun ke air terjun
melayang indah di atas air
melayang indah di atas air
bukit hijau di atas air terjun
bukit hijau di atas air terjun
hinggap bersama di atas pohon
hinggap bersama di atas pohon

Horas Medan 2012 (part 1): First Food , First Step
Horas Medan 2012 (part 2): Stop di Tip Top
Horas Medan 2012 (part 3): Bertandang ke Rumah Tjong A Fie
Horas Medan 2012 (part 4): Petang di Masjid Raya
Horas Medan 2012 (part 5): Pan Cake Durian Plus
Horas Medan 2012 (part 6): Merapat di Perapat
Horas Medan 2012 (part 7): Air Terjun Situmurun
Horas Medan 2012 (part 8): Menuju Taman Eden 100
Horas Medan 2012 (part 9): Kebersamaan Backpacker
Horas Medan 2012 (part 10): Air Terjun Penutup
Horas Medan 2012 (part 11): Pelajaran Pagi Hari
Horas Medan 2012 (part 12): Istana Maimoon
Horas Medan 2012 (part 13): Harmoni Religi,Alam dan Kuliner

2 pemikiran pada “Horas Medan 2012 (part 7): Air Terjun Situmurun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s