Horas Medan 2012 (part 11): Pelajaran Pagi Hari

Land Mark kota Medan - Tower Air Tirtanadi
Tower Air Tirtanadi

(3/12/12)Kesibukan  kembali menyambangi kota Medan paska akhir pekan. Kendaraan bermotor padat melintas di Jalan Sisingamangaraja. Semua orang memulai hari menuju tempat kerja. Mendung tak menyurutkan langkah tiap insan untuk berkarya. Saya dan Lilia masih tetap jadi “pengangguran”. Tidak ada aktivitas melenggang santai di trotoar. Mau kemana ya kita?

Menara tinggi menjulang kombinasi warna merah-kuning menonjol di angkasa kota Medan. Pilar-pilar besi saling menyilang menyangga bangunan berbentuk tabung. Jendela-jendela kecil bertengger di sisi bangunan membentuk pola tertentu.

Menara Air Tirtanadi ikon kota Medan peninggalan jaman Belanda. Didirikan pada tahun 1908 dan digunakan sebagai penampung air masyarakat kota. Dibangun perusahaan air milik pemerintah kolonial Belanda, dengan nama NV. Water Leiding Maatschappij Ajer Beresih, yang berpusat di Amsterdam, Belanda. Sekarang menjadi aset Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi.

Berjalan beberapa meter dari simpang Jalan Sisingamangaraja , sampailah di depan kantor Tirtanadi. Pengunjung wajib melapor dan menyerahkan KTP kepada satpam untuk masuk ke area menara. Menara berada di halaman kanan gedung kantor PDAM Tirtandi. Pada bagian tertentu terdapat daerah semen dengan keran besar pengontrol. Pada jaman dahulu golongan menengah ke atas  saja yang bisa menikmati air menara. Bagian  bawah menara setinggi 42 meter terdapat ruangan dengan pintu dan jendela  berbentuk setengah lingkaran. Tepat di luar pagar dekat menara berbobot 330 ton terdapat keran air layak minum.

Dahaga membawa kami kembali ke simpang Jalan Sisingamangaraja, tepatnya Taman Kolam Raya Sri Deli. Peninggalan sejarah Kerajaaan Melayu sekaligus spot anak muda. Kabarnya taman seluas 140 x 80 meter persegi merupakan pusat jajanan. Tapi ternyata hanya ada satu kafe tenda yang buka.

Pria muda bertato mengenakan kaos buntung menyambangi kami. Dengan wajah datar dia mempersilakan kami duduk di kafenya. Jujur, saya tidak terlalu nyaman apalagi melihat dua buah tindikan besar di telinganya. Lalu dengan cekatan membersihkan semua meja dan kursi. Dengan terbata-bata dan  bahasa isyarat dia meyakinkan kembali pesanan kami.

“Pria ini tunawicara tapi  mau berusaha”, berujar dalam hati. Saya dan Lilia memperhatikannya sambil mengobrol. Rasa curiga berubah menjadi kekaguman. Tanpa menunggu lama dua gelas jus pesanan kami tersedia. Pengunjung lain  berdatangan dan dilayani dengan sangat baik olehnya. Sebuah pelajaran hidup  di pagi hari , jangan pernah menilai orang dari kulitnya.

Travelling memberikan banyak pencerahan dalam kehidupan . Aktivitas ini tidak hanya soal menikmati keindahan alam atau keunikan budaya. Berinteraksi masyarakat lokal serta menyelami nilai-nilai kehidupan. Perbedaan latar belakang

Cuaca mendung membuat kami nyaman duduk di taman yang didirikan oleh Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Sambil memandang kolam besar berukuran 96 m x 44 m dulunya merupakan tempat pemandian para puteri-puteri Kesultanan Deli. Sekarang kondisinya sangat kontras dengan bangunan tinggi di sekelilingnya.

Tidak terasa dua jam sudah berada di sini. Jus terong belanda sudah masuk ke dalam perut bersama sekantung plastik gorengan. Tidak lama kemudian Al, rekan Lilia dari Tanjung Balai datang. Kamipun melanjutkan jelajah kota menuju Istana Kesultanan Melayu – Deli, Maimoon.

Kantor PDAM Tirtanadi
Kantor PDAM Tirtanadi
Tower Air Tirtanadi Setinggi 42 meter
Tower Air Tirtanadi Setinggi 42 meter
 Kolam Raya Sri Deli
Kolam Raya Sri Deli
Spot Anak Muda - Taman Kolam Raya Sri Deli
Spot Anak Muda – Taman Kolam Raya Sri Deli
inspirasi pagi - pelayan kafe
inspirasi pagi – pelayan kafe
khas Medan - Juice Terong Belanda
khas Medan – Juice Terong Belanda
Reaksi Fisika - Juice Terong Belanda
Reaksi Fisika – Juice Terong Belanda

Horas Medan 2012 (part 1): First Food , First Step
Horas Medan 2012 (part 2): Stop di Tip Top
Horas Medan 2012 (part 3): Bertandang ke Rumah Tjong A Fie
Horas Medan 2012 (part 4): Petang di Masjid Raya
Horas Medan 2012 (part 5): Pan Cake Durian Plus
Horas Medan 2012 (part 6): Merapat di Perapat
Horas Medan 2012 (part 7): Air Terjun Situmurun
Horas Medan 2012 (part 8): Menuju Taman Eden 100
Horas Medan 2012 (part 9): Kebersamaan Backpacker
Horas Medan 2012 (part 10): Air Terjun Penutup
Horas Medan 2012 (part 11): Pelajaran Pagi Hari
Horas Medan 2012 (part 12): Istana Maimoon
Horas Medan 2012 (part 13): Harmoni Religi,Alam dan Kuliner

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s