South Celebes Trip (part4): Kita di Tator… THo!!!!

Setelah melewati perbukitan dengan rumah rumah yang memiliki Tongkonan di depannya, akhirnya sampai juga di kota Tana Toraja. Apa sih Tongkonan? (Kalo ga salah tulis). Kata Pak Latief adalah semacam lumbung pada yang berada di depan rumah orang toraja yang menghadap ke utara.

Daya tarik utama Toraja ada ada istiadat ritual pemakaman yang dikenal dengan Rembu Solo. Konon katanya untuk mengadakan acara ini pihak keluarga harus mengeluarkan biaya milyaran rupiah guna membeli kerbau dan membiayai pemakaman. Ada satu ungkapan, Jika anda ingin menikah dengan gadis Toraja tanyakan dulu kakek atau neneknya sudah meninggal atau belum. Jika belum maka anda akan ikut menanggung biaya pemakaman. Wah sudah terbayang dikepala saya jika harus menyumbang seekor kerbau bule maka minimal harus mengeluarkan uang 200 juta rupiah. Baca Selengkapnya

South Celebes Trip (part 3): Angkut Satu Lagi dari Pare Pare

Setelah tertidur kurang lebih 2 jam akhirnya kami tiba disatu kota, duh sumpah  ga tahu apa nama kota ini. Yang jelas sebelum sampai di kota ini jalannya agak hancur tapi agak terhibur dengan pemandangan yang indah. Sepanjang jalan di suguhkan pemandangan pantai di sebelah barat dan pegunungan di sebelah timur. Setelah melewati Maros dan sampai di Barru matahari sudah mulai nampak  walaupun hujan mulai mengguyur.  Sekitar pukul 08:00 pagi akhirnya sampai di kota Pare Pare dan di UMPAR (Univeristas Muhamadiyah Pare Pare)  sudah menanti salah satu rekan asal Banjarmasin. Ide perjalanan ini berasal dari obrolan di  sub forum salah satu forum internet terbesarIndonesia.  Setelah melalui obrolan panjang, akhirnya terkumpul 7 backpackers asal jakarta , 1 backpakers asal lampung , 1 backpackers asal lampung, serta 1 orang backpakkers asal Makasar yang belakang tidak bisa bergabung karena kesibukan pekerjaan.

Baca Selengkapnya

South Celebes Trip (part2): Ngemper di Bandara Sultan Hasanudin

Pukul 13:00 WITA akhirnya kaki saya menjejakan diri di bumi Sulawesi. Setelah melalui penerbangan sekitar 2 jam badan saya benar benar ingin diluruskan. Maklumlah naik kelas ekonomi dengan jarak kursi yang sempit membuat badan saya yang besar seperti terikat.
Meskipun sudah lewat dinihari bandar udara Sultan Hasanudin masih terlihat sibuk. Bersama seorang teman backpacker sepenerbangan, kami menunggu teman-teman lain yang katanya akan landing pukul 14:00 WITA.
Ini adalah pengalaman backpacker pertama saya, rasanya sangat menegangkan setelah melewati banyak “cobaan” sebelum berangkat dari Suta tadi. Sekitar satu jam kemudian akhirnya munculah teman-teman backpacker yang ditunggu. Kami memang sengaja tidak naik pesawat yang sama karena tiket beli masing-masing. Tapi tetap untuk memulai perjalanan kami janjian di bandara Sultan Hasanudin. Setelah berputar-putar di bandara mencari mobil yang sudah dipesan , akhirnya kami memulai perjalanan ke Toraja.

Baca Selengkapnya

South Celebes Trip (part 6): Tanjung Bira…


Pagi pagi sekali saya bersama teman teman yang hobi fotografi ke pantai bergegas untuk menyongsong sun rise tapi ternyata kita salah posisi. Seharusnya kita pergi ke pelabuhan tapi kita malah ke pantai yang berlawanan.  Ya sudah tidak dapat sun rise hari ini semoga dapat sunset nanti sore.

Baca Selengkapnya

South Celebes Trip (part 1) : Mengejar Pesawat Delay

masjid terminal rajabasa

Penghujung Tahun 2010 saya merencanakan melakukan perjalanan backpacker mengelilingi Sulawesi Selatan.Untuk memuluskan niat ini tentu dipersiapkan dari jauh-jauh hari dari cuti kantor, pemesanan tiket dan perencanaan serta jalur perjalanan. Untuk perencanaan spot yang akan dikunjungi saya hanya mengikuti saja karena kebetulan sudah dibuat oleh rekan backpacker. Kebetulan saya sendiri yang berasal dari lampung, tentu saja ini membutuhkan perjalanan ekstra panjang sebelum sampai di Makasar. Untuk menghemat buget saya memutuskan naik damri lampung-jakarta untuk mencapai bandara Soekarno. Dengan perhitungan waktu jam 10 pagi dari stasiun Kereta Tanjungkarang maka akan sampai stasiun Gambir jam 5 sore. Dari gambir ke Bandara Sokerano Hatta dapat menggunakan Damri dengan biaya 20 ribu rupiah.

Memilih maskapai penerbangan yang tidak terlalu murah, saya berharap tidak menjumpai delay dan bisa tepat waktu sampai Makasar. Namun satu hari sebelum keberangkatan pihak maskapai mengkonfirmasi bahwa jadwal keberangkatan maju 1 jam, yang seharusnya jam 22:30 WIB menjadi 21:30 WIB. Baca Selengkapnya

Ponsel “Desain Wave”

Lagi-lagi turut meramaikan lomba desain ponsel , setelah membaca peraturan ternyata ada persyaratan yang salah. Yo wis bikin lagi desain dengan tema yang berbeda, yaitu wave… Walaupun ga menang bisa buat belajar 3d dan desain product….

Baca Selengkapnya

Ponsel ” Design Siluet”

Turut meramaikan lomba desain ponsel yang diadakan oleh majalah gadget dan produsen telepon seluler  lokal ht, mencoba mendesain sebuah bentuk ponsel dengan tema “Siluet”

Baca Selengkapnya