Explore Timor-Flores 2012 (part 14): Rosalina Pulang

Rosalina Perez  - 17 tahun tidak pulang
Rosalina Fernandez

Rosalina Fernandez (43) tersenyum ramah   menawarkan obat anti mabuk kepada kami. Amunisi  wajib melalui perjalanan 12 jam Dili-Kupang . Selama perjalanan sesekali matanya menatap ke luar jendela. Raut tegang bercampur bahagia tidak dapat disembunyikan dari wajahnya. Obrolan kecil kami mengurai kisah hidupnya , seperti   film “Tanah Air Beta” karya Ari Sihasale dan Nia Zulkarnain. Disintegrasi memisahkan orang-orang terkasih, anak dan orang tua.

 

Wanita asal Atambua ini bertutur sudah 17 tahun tidak bertemu kedua orang tuanya. Kondisi politik dan ekonomi membuat jarak begitu jauh antara Dili dan Atambua. Paska gejolak politik tahun 1999 bersama suami, Rosalina harus menata kembali kehidupan. Membangun ekonomi keluarga dari nol setelah semua harta benda yang dimiliki habis terbakar. Sempat mengungsi dan tinggal di pantai Bidau beberapa saat. Status kewarganegraan pun sempat menggantung karena semua dokumen dan identitas diri terbakar.

Berdasarkan Keppres No 25 Tahun 2003 tanggal 5 Mei 2003 tentang Pendataan Penduduk Eks Timor Timur, Rosalina kembali memperoleh status kewarganegraan Indonesia. Kedutaan Besar Indonesia di Dili, Timor Leste, melakukan sosialisasi ke masyarakat perbatasan dengan menggunakan Buku Saku WNI (BSWNI), yang berisi berbagai petunjuk mengenai hak dan kewajiban.  Dari sini Roslina mengerti prosedur pembuatan paspor dan Surat Perjalanan Laksana Paspor, kriteria kewarganegaraan ganda terbatas bagi anak-anak hasil kawin campur dari WNI dan warga Negara Timor Timur.

Beruntung akhirnya Rosalina memiliki pekerjaan tetap di sebuah apartemen. Bersama suaminya berprofesi pekerja bangunan , Rosalina membesarkan ke enam anaknya. Si sulung sudah kuliah di unversitas yang berada di kota Dili. Sedangkan si bungsu masih berusia satu tahun delapan bulan.

Terlahir sebagai bungsu dari 11 bersaudara membuat ikatan batin Rosalina kepada orangtuanya begitu besar. Namun tidak mudah baginya meninggalkan anak dan suaminya untuk pulang. Ada tanggung jawab dan cinta yang harus dijalankan sebagai ibu dan istri di bumi Lorosae. Matanya berkaca-kaca ketika kami menanyakan kondisi ibundanya  berusia 80 tahun. Keharuan tidak dapat terbendung, dengan terbata-bata dia bercerita sang ibu sudah tidak dapat berjalan.

Rosalina ingin tetap menjadi warga negara Indonesia meskipun suaminya orang Timor Leste. Mantap dia bertutur mencintai ibu pertiwi. Berharap anak-anaknya memiliki dwi kewarganegaraan agar dapat melanjutkan sekolah di Indonesia.

Setelah melewati petugas imigrasi Timor Leste  dan tiba diperbatasan Rosalina langsung berlari . Kerinduan akan tanah kelahiran tak dapat terbendung. Perjalanan menuju Atambua masih sekitar 1,5 jam lagi. Namun Rosalina tidak sabar menunggu jemputan minibus Timor Travel . Wanita itu langsung melanjutkan perjalanan  menggunakan ojek sepeda motor. Padahal kami ingin sekali bertandang ke rumahnya berkenalan dengan keluarganya. Menyaksikan potret kehidupan bahwa disintegrasi menyisakan kerinduan bagi orang banyak. Termasuk kami, rasa rindu akan propinsi ke 27 di ujung timur nusantara, Timor Timur.

Penumpang diwajibkan turun sebelum memasuki perbatasan
Penumpang diwajibkan turun sebelum memasuki perbatasan
jembatan perbatasan Indonesia-Timor Leste
jembatan perbatasan Indonesia-Timor Leste
Setelah 17 tahun , Rosalina menjejakan kaki di Indonesia
Setelah 17 tahun , Rosalina menjejakan kaki di Indonesia
Minibus menjemput di tanah air
Minibus menjemput di tanah air

Explore Timor-Flores 2012 (part 1): Tawaran Menggiurkan
Explore Timor-Flores 2012 (part 2): Dari Barat Ke Timur
Explore Timor-Flores 2012 (part 3): Sejengkal Waktu di Kupang
Explore Timor-Flores 2012 (part 4): Jejak Sasando
Explore Timor-Flores 2012 (part 5): Lintas Negara 12 Jam
Explore Timor-Flores 2012 (part 6): Jalan Tanpa Snappy
Explore Timor-Flores 2012 (part 7): Kampung Alor, Kampung KD
Explore Timor-Flores 2012 (part 8): Mengais Cinderamata Pasar Tais
Explore Timor-Flores 2012 (part 9): Sholat di Masjid An Nur
Explore Timor-Flores 2012 (part 10): Senyum Kunci Masuk Istana
Explore Timor-Flores 2012 (part 11): Nge-Mall di Timor Plasa
Explore Timor-Flores 2012 (part 12): Bonus Keindahan Di Cristo Rei
Explore Timor-Flores 2012 (part 13): Hampir Malam di Dili
Explore Timor-Flores 2012 (part 14): Rosalina Pulang
Explore Timor-Flores 2012 (part 15): Friend, Fotografi , Food
Explore Timor-Flores 2012 (part 16): Pantai Pertama Flores, Kajuwulu
Explore Timor-Flores 2012 (part 17): Kearifan Lokal Renggarasi
Explore Timor-Flores 2012 (part 18): Petualangan Mendebarkan, Murusobe
Explore Timor-Flores 2012 (part 19): Life Begin At Forty
Explore Timor-Flores 2012 (part 20): Clement on Kelimutu
Explore Timor-Flores 2012 (part 21): Kenangan Desa Wologai
Explore Timor-Flores 2012 (part 22): Green Green
Explore Timor-Flores 2012 (part 23): Riang Nga-Riung di Riung
Explore Timor-Flores 2012 (part 24): Hot dan Cold Trip
Explore Timor-Flores 2012 (part 25): Kampung Bena
Explore Timor-Flores 2012 (part 26 ): Ruteng, Sofi dan Pesta
Explore Timor-Flores 2012 (part 27 ): Lingko, Spiderweb Rice Field
Explore Timor-Flores 2012 (part 28 ): Dintor dan Ide Si Mami
Explore Timor-Flores 2012 (part 29 ): Firasat Wae Rebo
Explore Timor-Flores 2012 (part 30 ): Labuan Bajo Time
Explore Timor-Flores 2012 (part 31 ): Kanawa The Love Island
Explore Timor-Flores 2012 (part 32 ): Hopping S.O.S.
Explore Timor-Flores 2012 (part 33 ): Ini Komodo Bukan Omdo
Explore Timor-Flores 2012 (part 34 ): Caca Marica Pulau Rinca
Explore Timor-Flores 2012 (part 35 ): Drama Happy Ending

2 pemikiran pada “Explore Timor-Flores 2012 (part 14): Rosalina Pulang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s