Explore Timor-Flores 2012 (part 13): Hampir Malam di Dili

Patung Crito Rei menyisakan siluet di ujung senja
Patung Crsito Rei

Gelap menyambangi bumi Lorosae. Sepertinya supir taksi tidak menjemput. Tadi siang dia menawarkan untuk menunggu di tempat parkir , tarifnya 20 dollar . Tapi kami memilih diantar lalu dijemput tarif masing-masing 5 dollar. Kami berempat memutuskan berjalan kaki menuju kota  sambil menunggu tumpangan.

Satu kilometer berjalan dua buah mobil lewat , bak terbuka dan minibus. Mobil bak terbuka berhenti, empunya pasangan bule Spanyol. Dengan ramah memberikan kami tumpangan kepada kami. Padahal Eva dan Rosi berharap minibus yang berhenti. Selain lebih nyaman , sekilas supirnya lebih ganteng dan sendirian. *Jah… Sabar teman rejeki kita malam ini  berangin-angin menikmati dinginnya udara Dili.

Dalam udara dingin rasa rasa lapar mendera , perbekalan di dalam tas sudah habis. Tuhan memang Maha Baik. Sekantung plastik jambu air tergolek pasrah. Tanpa ragu Rosi membuka dan berwarna merah ranum,  begitu menggoda. Khilaf, langsung saja jambu air di-gangbang sampai tersisa setengah kantong. Tidak sadar pemiliknya mengawasi dari kaca spion depan.

“Citttttttt.” Mobil berhenti mendadak dan pengendara keluar. Kita merasa bersalah makan jambu tanpa ijin tapi tetep pasang muka innocent. Reflek Rosi langsung minta maaf sambil nunjukin sisa jambu air. Eh tuh bule malah cengar-cengir. Ternyata dia mau tanya, kita berempat mau turun dimana karena sudah masuk pusat kota. Biar gampang,  minta turun di Dili Beach Hotel tempat si mas dan mbak bule nginep. Ngarep diajak bobo atau dinner bareng. *eaa

Sembari nunggu Elyudin mengambil pesanan patung kita bertiga mencari taksi. Jika malam tiba, agak susah mencari taksii di Dili. Adapun harganya bisa dua kali lipat, maklum ekspatriat yang biasa keluar malam. Beruntung kami mendapatkan taksi dan harganya normal. Tapi supirnya merasa gelisah ketika meminta mampir di Pantai Kelapa sisi Avenida de Portugal (dekat Pertamina Wharf) untuk makan malam. Katanya malam ini ingin cepat pulang menghadiri pesta ulang tahun kematian kakeknya. Kami bersepakat untuk tidak makan di tempat tapi dibungkus. Dan syaratnya dia membantu menawar, konon harga wisatawan dengan orang lokal berbeda.

Pedagang bakar-bakaran (grill) ayam, seafood dan jagung (bataar tunu) memenuhi Pantai Kelapa. Uniknya sajian kuliner ini cara memakannya. Bersama ketupat bumbu kunyit bakaran ini dimakan “keringan” tanpa saos atau fla. Untuk rasa pedas bisa ditambahkan sambal botolan.

Atoy (23) , supir taksi menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Empat ketupat, dua sotong, dua tusuk udang dan dua ikan dihargai 10 dollar. Meskipun malam ini gagal makan malam di pinggir Pantai Kelapa sambil menikmati full moon. Evi dan Rosa dapat hiburan baru, “berondongan lucu”. Sepanjang perjalanan Ato banyak bercerita . Bagaimana kebiasaan muda-mudi di kota Dili menghabiskan malam minggu dengan pesta dan ajojing. Dan sedikit curhat petualangan asmaranya. *Sedep bener. Tanpa diduga kami diundang menghadiri pesta ulang tahun kematian. Tapi sayang besok pagi kami harus bersiap pulang ke Kupang.

Tepat pukul 21:00 sampai di kesusteran St Elisabeth Taiibesi. Lega rasanya bisa sampai di sini tepat waktu – tidak kemalaman. Menikmati petualangan seharian lalu ditutup dengan obrolan penuh kehangatan Atoy. Tiba-tiba wajah Elyudien memucat di ujung gang Snappy sudah menunggu dengan seringai termanis. “Guk-guk”.

Full Moon - bulan merah di atas kota Dili
Full Moon – bulan merah di atas kota Dili
Pantai di depan Bukit Tanjung Fatucama
Pantai di depan Bukit Tanjung Fatucama
menumpang - menuju Kota Dili
menumpang – menuju Kota Dili
ayam goreng di pinggir Pantai Kelapa
ayam goreng di pinggir Pantai Kelapa
Aneka Seafood - dimakan bersama ketupat berbumbu
Aneka Seafood – dimakan bersama ketupat berbumbu
Penjual tersenyum ramah
Penjual tersenyum ramah
8
Bataar Tunu – Jagung Bakar

Explore Timor-Flores 2012 (part 1): Tawaran Menggiurkan
Explore Timor-Flores 2012 (part 2): Dari Barat Ke Timur
Explore Timor-Flores 2012 (part 3): Sejengkal Waktu di Kupang
Explore Timor-Flores 2012 (part 4): Jejak Sasando
Explore Timor-Flores 2012 (part 5): Lintas Negara 12 Jam
Explore Timor-Flores 2012 (part 6): Jalan Tanpa Snappy
Explore Timor-Flores 2012 (part 7): Kampung Alor, Kampung KD
Explore Timor-Flores 2012 (part 8): Mengais Cinderamata Pasar Tais
Explore Timor-Flores 2012 (part 9): Sholat di Masjid An Nur
Explore Timor-Flores 2012 (part 10): Senyum Kunci Masuk Istana
Explore Timor-Flores 2012 (part 11): Nge-Mall di Timor Plasa
Explore Timor-Flores 2012 (part 12): Bonus Keindahan Di Cristo Rei
Explore Timor-Flores 2012 (part 13): Hampir Malam di Dili
Explore Timor-Flores 2012 (part 14): Rosalina Pulang
Explore Timor-Flores 2012 (part 15): Friend, Fotografi , Food
Explore Timor-Flores 2012 (part 16): Pantai Pertama Flores, Kajuwulu
Explore Timor-Flores 2012 (part 17): Kearifan Lokal Renggarasi
Explore Timor-Flores 2012 (part 18): Petualangan Mendebarkan, Murusobe
Explore Timor-Flores 2012 (part 19): Life Begin At Forty
Explore Timor-Flores 2012 (part 20): Clement on Kelimutu
Explore Timor-Flores 2012 (part 21): Kenangan Desa Wologai
Explore Timor-Flores 2012 (part 22): Green Green
Explore Timor-Flores 2012 (part 23): Riang Nga-Riung di Riung
Explore Timor-Flores 2012 (part 24): Hot dan Cold Trip
Explore Timor-Flores 2012 (part 25): Kampung Bena
Explore Timor-Flores 2012 (part 26 ): Ruteng, Sofi dan Pesta
Explore Timor-Flores 2012 (part 27 ): Lingko, Spiderweb Rice Field
Explore Timor-Flores 2012 (part 28 ): Dintor dan Ide Si Mami
Explore Timor-Flores 2012 (part 29 ): Firasat Wae Rebo
Explore Timor-Flores 2012 (part 30 ): Labuan Bajo Time
Explore Timor-Flores 2012 (part 31 ): Kanawa The Love Island
Explore Timor-Flores 2012 (part 32 ): Hopping S.O.S.
Explore Timor-Flores 2012 (part 33 ): Ini Komodo Bukan Omdo
Explore Timor-Flores 2012 (part 34 ): Caca Marica Pulau Rinca
Explore Timor-Flores 2012 (part 35 ): Drama Happy Ending

 

Satu pemikiran pada “Explore Timor-Flores 2012 (part 13): Hampir Malam di Dili

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.