Kuliner, Timor Leste, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 13): Hampir Malam di Dili

Patung Crito Rei menyisakan siluet di ujung senja
Patung Crsito Rei

Gelap menyambangi bumi Lorosae. Sepertinya supir taksi tidak menjemput. Tadi siang dia menawarkan untuk menunggu di tempat parkir , tarifnya 20 dollar . Tapi kami memilih diantar lalu dijemput tarif masing-masing 5 dollar. Kami berempat memutuskan berjalan kaki menuju kota  sambil menunggu tumpangan. Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 13): Hampir Malam di Dili”

Kuliner, Timor Leste, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 7): Kampung Alor, Kampung KD

Rumah KD dan suami di Kampung Alor
Narsis di  rumah KD

Taxi berhenti di persimpangan antara  Comoro dan kampung Alor. Jajaran kios pakaian  menyapa setiap pengunjung dari sisi jalan selatan,suasananya sangat Indonesia. Konon di sini pusat grosir di Timor Leste. Bangunan semi permanen di depan toko membentuk lorong. Anak-anak kecil menyapa kami dalam bahasa Indonesia dengan sangat fasih. “Anak-anak kamu suka menonton sinetron Indonesia”, ujar seoarang bapak di depan kios, menjawab penasaran kami. Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 7): Kampung Alor, Kampung KD”