Dataran tinggi Gayo. Mereka menjauhkanku dari air dan laut. Aku tertanam sunyi di puncak Burgayo. Pinus-pinus tertawa melihat kemalanganku.
***
Dataran tinggi Gayo. Mereka menjauhkanku dari air dan laut. Aku tertanam sunyi di puncak Burgayo. Pinus-pinus tertawa melihat kemalanganku.
***
Malam semakin dingin. Tak ingin kulepas kehangatan dari sisiku. Kukecup lembut bibir ranum merah jambu terlelap dalam mimpi panjang.
“Itai Lamu, kau adakah.” Suara dari balik dinding lamin membuyarkan rasa.
Tanpa sepatah kata, kuraih mandau. berjinjit ringan membuka pintu. Sekali lagi kupandang tubuh molek kuning langsat bersarung.
***
“Ninik Mamak yang telah menentukan ini semua. Aku tak kuasa menolakperjodohan atau kehilangan segalanya.” Tangan Bang Hans meremas lembut.
Lisa diam tak bergeming larut dalam duka dan kegalauan.
“Kamu tetap yang terbaik.” Bisik Hans lembut seraya memeluk.
“Aku memang terbaik dibandingkan gadis kampung itu.” Batin Lisa berteriak sombong. Melayang di dalam pelukan untuk terakhir kalinya.
Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Hans.
“SIAPA HARI INI YANG KAU KORBANKAN?” Pengirim Ardy.
“LISA, TAPI MASIH ADA DUA LAGI”. Hans membalas.
“JADI PILIHANMU?” Sebuah pesan muncul kembali.
“RETNO, GADIS SOLO TERCANTIK DAN TERBAIK.” Jarinya lincah membalas. Lengannya makin erat memeluk Lisa.
Pantai Losari
“Ayah, Ibu… kini aku sendiri.”
Manis dan legit pisang Eppe menawarkan rasa lapar tak tertahankan. Pakde menggandengku untuk pergi ke dunia yang tak pernah aku tahu. Ratusan atau ribuan kilometer, aku tak pernah tahu. Aku hanya butuh tempat berpijak dan bersandar. Meski harus menyebrangi lautan.
***
Surabaya
Manis dan legit kutawarkan rasa ini . Aku berdiri di tepi jalan.Ratusan atau ribuan laki-laki menggauliku, Pakde tak pernah mau tahu. Yang dia mau hanya uang.
“Ayah, Ibu… aku masih tetap sendiri.”

Saatnya pulang meninggalkan keindahan di Kiluan. Ternyata kita sudah ga di Kiluan lagi, kita sudah melintas sampai Kelumbayan. Agak bingung juga setelah tanya penduduk, beberapa jalan memang harus melalui sungai. Alias nerabas sungai surut. Kalo pasang ya, motornya dinaikin perahu atau minep nunggu surut. Haduehhhh… Tenang om ga usah panik, kita pasti nyampe Lampung. Bandar Lampung maksudnya 🙂 Lanjutkan membaca “Kiluan Tour 2012 (part 10) : Perjalanan Pulang Nan Panjang”

“Apakah kita akan menuruni bukit dengan jalanan curam berbatu lagi?”
“Oh… sudah pasti. Tadi kita kan mandi di sungai yang terletak di atas bukit. Sekarang waktunya turun ….”
Lanjutkan membaca “Kiluan Tour 2012 (part 9) : Pegadungan Beauty dan Danger”

Tadi malam teluk Kiluan diterpa badai cukup besar. Pukul 3 dinihari suara angin membangunkan kami semua. Rasanya pondok bambu ini bergerak-gerak akan terbang. Terpaan air laut juga mulai menerobos masuk sela-sela dinding bambu. Walaupun suasananya agak sedikit menegangkan tapi kami bersyukur semalam tidak hujan. Jadi hari ini kami bisa melanjutkan perjalanan pulang.
Lanjutkan membaca “Kiluan Tour 2012 (part 8) : Bidadara Turun ke Sungai”

Pantai Pasir Putih. Ini bukan pantai pasir putih yang berada di daerah tarakan lampung selatan. Teluk Kiluan memiliki pantai pasir putih juga, letaknya sebelah barat lagi dari area berburu sunset kemaren. Kalo diucapkan dengan kata-kata agak susah. Yang jelas untuk mencapai pantai kita harus berputar melewati kampung penduduk , sawah, sungai , naik dan turun bukit. Lanjutkan membaca “Kiluan Tour 2012 (part 7) : Pantai Pasir Putih”