Grand Tebu Hotel – Menikmati Bandung Dari Sudut Kamar

Nongkrong, shopping dan kulineran  tiga hal yang sayang untuk dilewatkan jika bertandang ke kota Kembang Bandung. Jadi inget pengalaman bersama teman kuliah belasan tahun lalu , belanja di FO  lalu foto-foto narsis di Jonas Studio, bukan Jones (Jomblo Ngenes) Studio.

Buat kamu yang melewati masa di remaja pasti tahau banget yang saya omongin adalah  jalan Riau. Hingga saat ini FO dan tempat nongkrong di sana tetap hits dan tetap menjadi tujuan orang luar Bandung berakhir pekan.

Banyak yang berubah dari jalan Riau terutama namanya, beberapa jalan di Bandung sekarang berganti menjadi nama pahlawan. Meski sekarang menjadi jalan RE Martadinata , supir taksi yang mengantar saya ke Grand Tebu Hotel tahu pasti jalan yang kita lalui adalah jalan Riau. Walau saya sempat bingung , kok berbeda dengan google map.

bangunan Grand Tebu Hotel , kombinasi arsitektur moderen dan tempo dulu
bangunan Grand Tebu Hotel , kombinasi arsitektur moderen dan tempo dulu

Bangunan Hotel Grand Tebu memang belum seratus persen jadi. Namun hotel berlantai dua puluh sudah siap dihuni oleh tamu. Dan yang bikin saya tergoda tarif promonya.

Hanya dengan 498 ribu rupiah kamu bisa menginap di hotel bintang empat. Dan tidak heran jelang kedatangan saya ke sana, langsung ada tulisan fully book di depan hotel.

lobi  Grand Tebu Hotel
lobi Grand Tebu Hotel

Bagian depan hotel , terutama lobi sepertinya memanfaatkan bangunan lama. Saya tidak apakah bagunan ini akan dipertahankan setelah bangunan di belakang jadi. Karena secara konsep desain jauh dengan gedung menjulang di belakangnya.

Namun ada usaha untuk membuat gap desain dengan menempatkan beberapa sofa moderen berwarna netral di lobi hotel.

senang banget lihat lobi yang ini , suasannya hangat
senang banget lihat lobi yang ini , suasannya hangat

Kamar & Fasilitas

Kamar saya berada di ujung belakang bangunan hotel lantai 10. Menilik lokasi kamarnya yang lumayan jauh dari lift saya tidak berani berharap banyak dengan  kamar.

Tapi begitu membuka kamar, saya cukup senang mendapati dua jendela besar menghampir di depan dan samping kiri tempat tidur. Pemandangan 90 derajat kota Bandung terpapar nyata tanpa dusta teman.

kasurnya keliatan nyaman dan bersih banget
kasurnya keliatan nyaman dan bersih banget

Desain kamarnya mengikuti tren masa kini , minimalis moderen. Meski minimalis ruangannya cukup besar untuk ranjang ukuran Size. Masih menyisakan ruang untuk sofa panjang dan meja kerja di pojok.

Kehadiran teknologi televisi layar datar membuat interior ruang terasa lebih lega. Unsur warna interior putih dan coklat terkesan simpel tapi tetap nyaman di huni. Warna coklat hadir bergradasi, mulai dari muda, krem hingga tua.

kamar tanpa lemari tertutup
kamar tanpa lemari tertutup

Dinding  kaca pembatas  antara rung tidur dan kamar mandi agak merisaukan saya. Kalau tidur berdua dengan pasangan bukan muhrim malu nih kalau mandi terlihat siluet tubuh. Tenang bro, dinding kaca tidak transparan dan sudah dilapisi plastik warna.

p q

Suasana kamar mandinya adem banget. La iyalah kamar mandi masa panas. Itu lho bro dinding granit coklat bikin betag di kamar mandi. Sayangnya  tak ada bathtube. Soal kebersihan tak usah diragukan karena hotel ini masih baru.

kamar mandi dengan dinding granit
kamar mandi dengan dinding granit

Dan sekali lagi saya jadi baper ketika malam tiba. Dari sudut kamar kota Bandung terlihat amat indah dengan gemerlap lampu. Apalagi ini malam minggu Man! Mobil terlihat meriah lalu lalang dan nasib gue sendirian di sini.

Sore tadi sempet keluar  tapi ke rumah sakit. Berhubung badan agak demam memutuskan tiduran syantik di kamar sambil nonton televisi. Ternyata pemandangan di bawah lebih indah dari acara di televisi.

suasana kamar bikin baper dan pengen molor
suasana kamar bikin baper dan pengen molor

Resto & Breakfast

Mellosa Restaurant terasa begitu luas terbuka dengan jendela besar . Membebaskan pandangan kita untuk menyimak kota Bandung di pagi hari sembari sarapan. Sebuah ruang dikhususkan bagi prokok.

e f g

Resto yang berada di lantai enam ini menyediakan menu makanan Asia dan Eropa. Tapi untuk sarapan favorit saya tetap makanan lokal seperti bubur ayam dan pecal.

Sesungguhnya yang bikin saya penasaran adalah Hi-Gen Floor.  Kolam renang yang dipadu dengan kafe tempat nongkrong dan kongkow seru. Berada di lantai tertinggi bangunan pasti view-nya keren banget. Tapi sayang lantai ini belum siap dan masih tahap pembangunan.

Secara umum layanan Grand Tebu Hotel cukup bagus namun karena masih dalam tahap finisihing beragam fasilitas belum bisa dinikmati secara maksimal oleh tamu. Dan yang membuat saya terkesan adalah kamar dengan jendela-jendela besar.

Berharap satu saat bisa menikmati Grand Tebu Hotel  dengan fasilitas layaknya hotel berbintang.

GRAND TEBU HOTEL
Jl. L. L. RE.Martadinata No.207, Kota Bandung
Phone: (022) 20521000
 reservation@grandtebuhotels.com

8 pemikiran pada “Grand Tebu Hotel – Menikmati Bandung Dari Sudut Kamar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.