
Wajah kecil sembunyi dibalik gundukan kain bertumpuk-tumpuk. Mata sendu menyembul dari balik topi merah.

Wajah kecil sembunyi dibalik gundukan kain bertumpuk-tumpuk. Mata sendu menyembul dari balik topi merah.

Kalabai menyisir rambutnya ke belakang lalu mengikat ujungnya dengan pita. Beberapa tangkai bunga sepatu putih diselipkan . Rok daun pisang sudah dikenakan bersama kalung manik warna-warni. Hari ini memang sangat spesial , belahan jiwa Sikerei ini akan membimbing turis wanita menangkap ikan di sungai.
Lanjutkan membaca “Mentawai Cultural Trip #4: Penangkap Ikan Paling Cantik”
Eksotisme alam dan budaya kepulauan Mentawai memikat wisatawan mancanegara. Tapi bagaimana dengan wisatawan domestik sendiri. Keengganan mungkin karena harus menyebrang selama 12 jam. Apakah sebanding. Edisi Jalan-Jalan Cuap-Cuap kali ini mengupas serunya cultural trip di Mentawai.

Kemarin semalaman boating di laut lepas 12 jam plus sampai mabuk laut, hari ini menjejakan kaki di bumi trekking menuju air terjun Wulu Kubuk di desa Madobak.
Lanjutkan membaca “Mentawai Cultural Trip #3: Kisah Panjang Menuju Air Terjun”

Every morning , meet my old shoes beside my bed. It’s like a lovely wife and whispered time to wake up and work, honey.
New to The Daily Post? Whether you’re a beginner or a professional, you’re invited to get involved in our Weekly Photo Challenge to help you meet your blogging goals and give you another way to take part in Post a Day / Post a Week. Everyone is welcome to participate, even if your blog isn’t about photography.

Gemericik air mengalir melalui banda di pekarangan rumah. Alirannya kecil bak ula lidih mambalik Nagari Koto Anau , Kecamatan Lembang Jaya , Kabupaten Solok. Berhulu di Danau Dibawah lalu bermuara di Danau Singkarak. Bagai air mengalir perjalanan bisa membawa kita kemana saja. Seperti saat ini, saya berhenti di depan rumah tua dekat Kantor Wali Nagari Koto Gadang Koto Anau dan mengurungkan niat ke Istana Baso Pagaruyung. Terpesona keindahan ukiran di dinding rumah gadang. Terinspirasi salah satu objek Dji Sam Soe Potret Mahakarya Indonesia.

Pada dasarnya gue bukan tipikal tante-tante yang hobi koleksi tas terus di-matching-in dengan sepatu dan baju. Kalau ada beberapa tas “tambahan” yang gue punya itu lebih karena kebutuhan. Ceritanya gua punya beberapa koleksi tas selain ransel Deuter 70 Liter . O iya artikel dibuat bukan untuk mempromosikan produk tertentu. Tapi murni dari apa yang gua punya *maskud loe?!*

Ayah , ibu dan anak menggelar tikar di Lapangan Pacuan Kuda Blang Bebangka, Takengon, Aceh Tengah. Ketiganya membuka bekal lalu sarapan di tanah kosong tengah lapangan. Menikmati kebersamaan kecil sebelum menyaksikan pacu kuda, hiburan murah meriah warga Takengon.