Mentawai Cultural Trip #4: Penangkap Ikan Paling Cantik

Mencari ikan - aktivitas wanita suku Mentawai
Mencari ikan – aktivitas wanita suku Mentawai

Kalabai menyisir rambutnya ke belakang lalu mengikat ujungnya dengan pita. Beberapa tangkai bunga sepatu putih diselipkan . Rok daun pisang sudah dikenakan bersama kalung manik warna-warni. Hari ini memang sangat spesial , belahan jiwa Sikerei ini akan membimbing turis wanita menangkap ikan di sungai.

Tentu saja tidak setiap menangkap berdandan sepert ini, hanya waktu tertentu. Kalabai juga sudah menyiapkan rok daun pisang untuk para wanita. It’s show time, ujar Pak Mas. Meskipun kaum lelaki tidak ikut ambil bagian dalam mencari ikan. Tapi kami tetap hadir untuk mendokumentasi aktivitas harian suku Mentawai yang unik.

Para wanita berjalan menyusuri sungai kecil sambil membawa leggei, sejenis penangkap ikan yang dibuat dari rotan yang dibulatkan lalu diberi jala. Sambil mengawasi aliran wanita-wanita ini mengayunkan leggei. Jangan terlalu seru ujar Kalabai nanti membuat air keruh. Setelah ikan terperangkap lalu dimasukan ke dalam bambu yang diselipkan di pinggang belakang.

Ternyata tidak semudah  kelihatannya. Beberapa kali mencoba Lisa   gagal menangkap ikan . Ayo kakak semangat ujar kami para lelaki mengikuti atraksi ini dari belakang.

Selain memenuhi kebutuhan air , sungai merupakan sumber protein suku Mentawai. Selain ikan mereka bisa mendapatkan udang-udang kecil di sungai. Ada beragam cara mencari ikan di sungai. Untuk sungai yang lebih besar biasanya menggunakan panu. Penangkap ikan yang dibuat dari dua bilah kayu sepanjang 3 meter lalu tengahnya dihubungkan dengan jaring  selebar rentang tangan. Butuh keahlian khusus untuk menggunakan panu. Prinsipnya adalah membaca aliran sungai dan gerombolan ikan-ikan. Ketika ikan sudah terjebak, panau harus segera diangkat. Aktivitas mencari ikan ini dikenal dengan manino.

Keasikan para wanita mencari ikan terusik hujan, rintik hujan mengeruhkan air . Walaupan mereka bersemangat tapi ikan-ikan  susah didapat. Saatnya kembali ke Uma dan menghitung jumlah ikan . Siapa paling banyak mendapat ikan menjadi  wanita tercantik. Lagi-lagi Kalabai terkikik girang. Wanita ini memang ramah dan penuh tawa.

Tidak banyak ikan yang tersimpan dalam bambu, berarti tidak ada penangkap ikan tercantik. Mungkin. Tapi jelas ada penangkap ikan terseksi. Penangkap ikan yang membuat mata fotografer – baca: pria-pria – tidak berpaling. Penangkap ikan tanpa atasan alias topless. Maaf Kalabai…. tidak sengaja meliahatnya. Lagi-lagi , Kalabai terkikik girang meskipun tidak tahu apa yang kami bicarakan. 😀

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

RELATED POSTS

Digoyang Ombak 12 Jam
Menghargai Alam
Kisah Panjang Menuju Air Terjun
Penangkap Ikan Paling Cantik
Panah Beracun Lelaki
Kabit , Celana Lelaki
Turuk Laggai, Gerak Tari Alam
Menikmati Blue Sky Holiday di Masilok

26 pemikiran pada “Mentawai Cultural Trip #4: Penangkap Ikan Paling Cantik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s