Hujan deras mengguyur Sabang membuat orang-orang tertidur makin lelap setelah melewati malam panjang. Semua pelancong pun berpikir sama. Ah.. ini kan hari minggu, ketinggalan kapal pagi masih ada yang siang.
Ceremonial pergantian tahun Masehi selalu ditunggu-tunggu , momen yang dipercaya sebagian orang sebagai ajang intropeksi diri. Menjadi malam panjang penuh kemeriahan. Begitu juga dengan Sabang, kota kecil di ujung barat Indonesia begitu bergairah menyambut pergantian tahun.
Hari ini tanggal 31 Desember 2011. Target kami adalah mengelilingi pulau Weh. Dari pantai kasih perjalanan dilanjutkan menuju selatan melewati daerah perbukitan Cot Ba U dan Cot Abeuk. Ketika sampai di persimpangan Balohan Vira menelpon dia bersama Edy telah sampai pelabuhan. Kamipun langsung meluncur menjemput mereka berdua
Pagi masih kelam. Dinginpun masih menggigit. Sisa hujan semalam membuat orang enggan untuk beranjak dari peraduan. Tapi kami tetap semangat untuk memburu sunrise di Benteng Jepang. Dengan sepeda motor sewaan, kami berpacu dengan waktu menuju Anoi Hitam. Jalanan Sabang nampak lengang, tak banyak orang berlalu lalang. Hanya sesekali di jalanan Sumur Tiga kami jumpai sapi yang memang dibiarkan liar. Lanjutkan membaca “Jelajah Aceh 2011 (part 14): Memburu Sunrise Benteng Jepang.”
Menikmati makanan lokal merupakan alternatif bagi para pelancong untuk lebih mengenal ciri khas daerah tertentu . Bagi penghobi makanan, aktivitas ini lebih dikenal dengan wisata kuliner. Meskipun makanan tradisional dapat kita jumpai di restoran kota besar. Sensasi menikmati makanan di daerah asalnya akan sangat berbeda. Contohnya ketika pertama kami sampai di Takengon, minum secangkir kopi Gayo di pinggir danau Lut Tawar. Antara aroma, cita rasa dan keindahan alam membangun kenangan yang tidak akan terlupakan.
Seharusnya sebelum jam 12 siang kami harus check out dari penginapan. Tapi atas kebaikan Pak Amy pemilik hotel, kami diperkenankan tinggal sampai selesai sholat jum’at. Rencananya dua malam terakhir akan menyatu dengan alam. Mencoba menikmati pulau weh dengan cara lain, membangun tenda di pinggir pantai.