Jelajah Aceh 2011 (part 11): Check Out!

foto sebelum check out

Seharusnya sebelum jam 12 siang kami harus check out dari penginapan. Tapi atas kebaikan Pak Amy pemilik hotel, kami diperkenankan tinggal sampai selesai sholat jum’at. Rencananya dua malam terakhir akan menyatu dengan alam. Mencoba menikmati pulau weh dengan cara lain, membangun tenda di pinggir pantai.

pantai depan pulau klah

Berdasarkan informasi yang kami peroleh ada beberapa spot yang dapat dijadikan tempat berkemah. Kemaren ketika mengantar Jalo dan Rahmad kami sempat survei di salah satu spot di daerah Krueng Raya, tepatnya di depan pulau Klah.   Lokasinya tidak jauh dari rumah penduduk dan sumber air. Kata nelayan yang kami temui di sini, dulu di sini pernah ada cottage tapi semuanya musnah karena terjangan tsunami.

Selepas sholat jumat saya dan Oki bermaksud mengurus perijinan untuk berkemah. Untuk memudahkan prosesnya kami mencoba mampir di warung kopi yang ada di  Pay Seunara. Ternyata dibelakang warung ada lokasi bagus buat berkemah. Meskipun pantainya tidak berpasir tapi pemandangannya bagus. Dan sering menjadi tempat mancing. Pada dasarnya sang pemilik warung mengijinkan kami , tapi harus minta ijin ke tetua kampung setempat. Dan sepertinya agak sulit karena kami terdiri dari pria dan wanita serta bukan muhrim.

Hari semakin rasanya tidak ada waktu berlama-lama untuk menunggu check out. Pukul 2 siang kamipun meninggalkan hotel dengan barang bawan menggunung di atas sepeda motor.  Tujuannya tetap mencari lokasi kemah tapi di daerah pantai timur. Di tengah perjalanan sempat bertemu dengan backpacker asal Medan. Setelah bertukar informasi dan nomor telepon kamipun melanjutkan perjalanan

makan siang
ombak samudra hindia

Motor kami pacu menuju daerah Anoi Itam sekalian menjelajah pantai timur. Satu jam perjalanan kami memutuskan untuk istirahat di sebuah kebun kelapa di daerah Sumur Tiga. Meskipun ini bukan tempat wisata tapi pemandangan di sini indah. Hamparan biru samudra Hindia dengan ombak besarnya menemani kami makan siang. Selesai istirahat , perburuan mencari lokasi berkemah berlanjut.

anoi itam

Sampailah kami di pantai berpasir hitam, Anoi Itam. Untuk sementara Ria dan Liza kita tinggal dulu di sebuah warung seberang pantai. Oki dan saya lanjut mencari lokasi sampai Ujung Kareung. Dengan seksama kami menyusuri tiap pantai. Karena tidak mendapatkan lokasi yang pas kami kembali ke arah Anoi Itam.

benteng jepang, tempat berkemah
jalan menuju benteng jepang
dari benteng jepang tampak pantai anoi itam

Ternyata di belakang Benteng Jepang ada tanah lapang yang langsung menhadap ke laut. Pagi hari bisa melihat sunrise. Tanpa membuang waktu kami mencari alamat sesepuh kampung ini. Berdasarkan dari informasi pemilik warung , untuk berkemah bisa minta ijin ke rumah pak Iksan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sini. Tapi sayang beliau tidak sedang ada di rumah , kemungkinan di rumah mertuanya. Tanpa putus aja kami menuju rumah mertua pak Iksan. Tapi lagi-lagi rumahnya kosong.

Karena sudah sore kami kembali menjemput Liza dan Ria yang ada di Anoi Itam. Tanpa sengaja di sini kita ketemu dengan Bang Ubit, ketua pemuda setempat. Kamipun menceritakan maksud dan tujuan kami. Bang Ubit bilang pada prinsipnya tidak ada masalah  berkemah di sini, apalagi kami sudah menyerahkan foto kopi identitas pengenal. Tapi tetap keputusannya ada di tangan pak Iksan selaku tetua setempat. Beliau berjanji akan menghubungi pak Iksan dan jika ada jawaban akan menghubungi kami.

Jelajah Aceh 2011 (part 1): Awal Yang Tak Selalu Indah

Jelajah Aceh 2011 (part 2) : Lut Tawar Begitu Menggoda

Jelajah Aceh 2011 (part 3) : Uji Nyali dan Dingin.. Brrrr

Jelajah Aceh 2011 (part 4) : Ayo Bergaya ke Burgayo

Jelajah Aceh 2011 (part 5): Labi-Labi Berjodoh

Jelajah Aceh 2011 (part 6): Kenangan 7 Tahun Bencana Tsunami

Jelajah Aceh 2011 (part 7) : Tidur Dimana?

Jelajah Aceh 2011 (part 8): Berlayar ke Ujung Barat Indonesia

Jelajah Aceh 2011 (part 9) : Santai di Pantai, Slow di Pulauuuu

Jelajah Aceh 2011 (part 10) : Keheningan Iboih

Jelajah Aceh 2011 (part 11): Check Out!

Jelajah Aceh 2011 (part 12) : Pengelana Senja

Jelajah Aceh 2011 (part 13) : Bukan Wisata Kuliner Biasa

Jelajah Aceh 2011 (part 14): Memburu Sunrise Benteng Jepang.

Jelajah Aceh 2011 (part 15) : Pantai di Kota Sabang

Jelajah Aceh 2011 (part 16) : Dari Off Road Sampai Nol Kilometer

Jelajah Aceh 2011 (part 17): Sabang, Happy New Year!!!

Jelajah Aceh 2011 (part 18) : Pulang dan Berpisah

Jelajah Aceh 2011 (part 19) : Yang Unik Dari Sabang

 

Simak Yuk Serunya #NekadTraveler

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.