
Bagaimana rasanya jika berdiri di ketinggian 2000 dpl dan bersanding dengan awan putih. Mungkin inilah yang dirasakan oleh dewa dan dewi di khayangan sana. Tapi kita tidak harus ke khayangan untuk merasakan semua itu. Cukup pergi saja ke Sungai Penuh , Jambi lalu dengan sepeda motor menuju bukit Khayangan.





Pekan ini saya memutuskan untuk pindah kosan, dengan tujuan untuk lebih mengenal kota Jambi dengan mengeksplorasi setiap sudut kota. Buluran menjadi tempat baru saya untuk singgah di kota Jambi. Ternyata dari daerah Buluran banyak lokasi menarik yang bisa saya kinjungi. Salah satunya adalah Danau Sipin. Danau alam yang berada di Simpang Buluran Kenali ini memiliki daya tarik yang luar biasa. Posisinya tepat di samping Fakultas Universitas Kedokteran Universitas, membuat danau ini terkesan sepi teduh dan sejuk. Tempat yang tepat untuk anda yg menyukai suasana alami karena bagian tepi danau sangat banyak pohon dan perdu.
Masjid Raya Magatsari adalah salah satu masjid tertua di Kota Jambi. Meskipun penampilan luarnya biasa saja, Masjid Magatsari tak memiliki banyak kelebihan. Namun bagi pandangan saya Masjid ini sangat eksotis karena mayoritas bangunan masjid di dominasi oleh kayu. Apalagi di lantai dua tampak beberapa pilar dan penyangga kayu yang tampak tua namun tetap kokoh menyangga atap masjid.
Mendengar kata-kata Masjid 1000 tiang ada perasaan penasaran untuk segera mengunjungi rumah Allah yang berada di tengah kota Jambi. Masjid dengan luas 6.400 M2 dan daya tampung 10 ribu jamaah ternyata memiliki sejarah yang panjang. Tanah dimana maskid ini berdiri ternyata, dulunya merupakan tempat kerajaan Melayu Jambi. Namun pada tahun 1885 dikuasai penjajah Belanda dan dijadikan pusat pemerintahan/benteng Belanda.