Best Leather & Fur, Mengintip Industri Kreatif Turki

Bagi kamu yang pernah jalan-jalan ke Turki dengan travel agent pasti punya pengalaman setelah atau sebelum ke destinasi wisata ada agenda wajib menyambangi tempat belanja atau pusat kerajinan. Kesannya sih dijebak untuk belanja tapi ini kewajiban bagi turis asing asing, karena konon jika tidak mengikuti akan dikenakan biaya tertentu.

Sebelum menyambangi blue Mosquee kami menyambangi pusat kerajinan kulit domba Best Leather & Fur. Konon sih yang terbaik di Istanbul. “Fashion branded di Eropa seperti LV, Guci dan lain-lain kulakan kulit di sini”, promo tour leader kami yang mengaku pernah jadi cameo di film Indonesia yang syuting Istanbul.

Sebagai traveler berbujet tipis, saya sudah tidak terlalu antusias, palingan nanti ujung-ujungnya nongkrong di parkiran menunggu emak-emak yang kalap belanja. Bukan karena harganya murah tapi karena yang melayani Mas-Mas berwajah ganteng sambil mengucapkan, “Terimakasih”.

“Waduh Mas bulenya jago bahasa Indonesia.”Jerit salah seorang emak dan langsung memborong 6 botol parfum mawar yang ternyata harganya dua kali dibandingkan di bazar market. Trik markerting yang cerdas.

Trik marketing di Best Leather & Fur tak kalah memukau, saya yang tadinya tidak terlalu bersemangat langsung melek ketika kami masuk ke ruangan pagelaran peragaan busana pribadi. Ya khusus hanya untuk pengunjung tempat ini.

Ruangannya berdinding kaca dengan catwalk panjang melingkar mengelilingi ruangan . Beberapa sofa berwarna merah senada dengan wallpaper adalah singgasana para “raja” yang nantinya didaulat untuk memborong.

Ketika semua hadirin sudah duduk manis, sang MC cantik berambut pirang memperkenalkan diri dengan gaya elegan. Dengan piawainya ia memperkenalkan Best Leather & Fur sebagai brand kulit domba terbaik di Istanbul bahkan seTurki.

Selembar jaket kulit berwarna coklat dibuka lalu dilipat menjadi hanya seukuran dompet wanita. “Wah luar biasa bukan, siapa yang ingin jaket seringan ini dengan kualitas kulit domba terbaik.” Kembali jaket dibuka dan tidak terlihat kusut sama sekali. Hadirin pun terkagum lalu bertepuk tangan.

Tak berapa lama musik dengan nada ritmis dimainkan, model pria dan wanita berjalan bergantian menyusuri catwalk sembari memperagakan beberapa koleksi terbaru. Tak dapat dipungkiri kita orang Indonesia terlalu gampang terpuka dengan wajah khas ras kaukasoid.

“Ya ampun itu yang jalan di belakang pakai jaket panjang ganteng bener” , bisik ibu-ibu di samping saya.

“Kalau di Indonesia pasti sudah jadi bintang sinetron” , bisik yang satunya lagi. Duh bukannya wajah seperti ini di Turki pasaran, rasanya kemarin mas-mas penjual buah ada yang lebih ganteng dari Mas-Mas di catwalk

Alhamdulilah fashion show nggak cuma mas-mas yang wara wiri di catwalk tapi juga mbak-mbak cantik. Tapi nggak tahu kenapa, mungkin karena penontonnya didominasi kaum hawa, kalau ada mas-mas yang jalan lalu ganti jaket di depan para hadirin pasti tepukannya lebih heboh, sampai ada yang berteriak histeris.

Ya Allah Mak inget anak suami. Jaga pandangan, kita baru pulang umroh nih.

Setiap jaket yang diperagakan diberi nomor, ini biar enak kalau mau memesan mau yang model mana. Bukan untuk memesan modelnya. Setelah peragaan busana selesai, satu per satu model masuk ke balik panggung.

“Lalu kapan sesi foto-fotonya?”, bisik ibu-ibu yang dari awal peragaan busana sudah menodongkan kamera ke depan panggung. Pada ngarep ya foto dengan modelnya? Maaf ini waktunya jualan baju bukan jualan model.

Tak berapa lama lalu MC mempersilakan kami berjalan-jalan ke lantai satu dua tempat melihat beragam produk fashion yang ditawarkan oleh Best Leather & Fur

Walau konon katanya merk ternama fashion Eropa kulakan di sini tetap saja harga fashion di sini mahal. Nggak ada yang harganya sama dengan jaket kulit garut, padahal kalau ditilik beberapa material sama saja. Produk jaket lokal kita kalah di finishing dan cutingnya.

Kira-kira saya akan pakai kemana ya jaket harga belasan juta rupiah, saya menimang-nimang jaket kulit panjang sembari melihat isi dompet yang rasanya jauh dari cukup. Ketika penjaga toko melihat wajah-wajah terkejut melihat jaket berharga belasan juta maka dengan bijak dia akan mengarahkan “raja” ke basement yang katanya harganya lebih terjangkau

Dan alhamdulilah di basement kami dapat menemukan barang China yang harganya jauh lebih murah dengan model nggak kalah keren. Benar kata orang, pada akhirnya Turki akan China pada waktunya. Maaf ini bukan nyinyirian SARA ya tapi kenyataan di lapangan seperti itu.

Menilik harganya yang lumayan menohok kantong, kira-kira apakah ada orang Indonesia yang mampu membeli jaket-jakat ini? Wah kalau itu sih banyak banget kak. Di bus saya, ada lho yang memborong tiga jaket kulit seharga 6 juta.

Orang Indonesia tergolong wisatawan baik hati dan royal, imannya gampah goyah kalau melihat barang bagus dan ingat sanak saudara di kampung. Belum lagi dikasih mantra kata-kata ajaib seperti: “mumpung di luar negeri”, “kapan lagi ke sini” dan “ini nggak ada lho di Indonesia.

Namun terlepas dari rayuan maut belanja barang-barang tidak murah ini, saya kagum dengn cara bagaimana Turki mengemas wisata dengan produk kerajinan lokal. Keduanya memang masuk dalam ranah industri kreatif dan seharusnya saling mendukung. Selain memiliki tempat wisata yang luar biasa seharusnya kita memiliki produk ( oleh-oleh) yang bagus juga. Sehingga menjadi sebuah kenangan yang saling bertautan. Seperti saya yang selalu terkenang dengan teh mawar Turki dan mendambakan aromanya sambil membayangkan keindahan selat Bhosporus.



BEST LEATHER & FUR
Alamat: Kazlıçeşme Mh., Kazlıçeşme Mh. No:18, Beşkardeşler 3. Sk., 34020 Zeytinburnu/İstanbul, Turki
Jam buka: Buka ⋅ Tutup pukul 19.30
Telepon: +90 212 546 79 13
Website : http://www.bestleatherfur.com

4 Comments on “Best Leather & Fur, Mengintip Industri Kreatif Turki

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: