Kuliner, Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 19): Life Begin At 40

Life Begin at Forty - Rosi, Lucy, Evi dan Bu Herlina
Life Begin at 40

Melakukan perjalanan bersama wanita berusia empat puluhan mengingatkan  ungkapan “Life Begin At Forty”. Kehidupan dimulai usia 40. Di usia ini biasanya wanita dalam kondisi “settle” secara finansial dan tanggung jawab. Ketika anak-anak sudah  dewasa dan sibuk dengan aktivitasnya sebagai pelajar dan mahasiswa. Ibu rumah tangga memiliki waktu untuk dirinya sendiri “me time” . Melakukan hal-hal positif yang mungkin dulu tidak bisa dilakukan ketika anak-anak masih kecil.  Sepert Rosi  memutuskan berhenti bekerja dan fokus dengan aktivitas bersepeda di alam bebas dan sesekali menjadi freelance editor untuk membiayai hobinya.

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 19): Life Begin At 40”

Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 18): Petualangan Mendebarkan, Murusobe

Air Terjun Kembar Murusobe, Nusa Tenggara Timur
Air Terjun Kembar Murusobe

Menjelang pagi kami bergegas menuju desa Poma dengan menggunakan jasa ojek. Melalui jalanan terjal menyusuri bukit , pemandangan memukau sekaligus menguras adrenalin. Lengan saya kuat menggapit pinggang Yohanes, sang pengendara ojek. Seolah tak ingin terlontar jatuh ketika motor berusahan mendaki jalanan curam.

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 18): Petualangan Mendebarkan, Murusobe”

Sumatra Barat, Video

Video Pulau Sutan

Setelah menyambangi Pulau Kapo Kapo di Pesisir Selatan , Sumatra Barat . Kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Sutan. Konon pulau ini bernama Setan karena memiliki aura mistis, tapi entah bagaimana ceritanya menjadi Pulau Sutan. Mungkin seiring berjalannya waktu aura mistis memudar dan orang-orang lebih nyaman menyebut nama Sutan ketimbang Setan.

  • Video amatir direkam dengan kamera saku Sony DSC-TX10.
Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 17): Kearifan Lokal Renggarasi

Pagi di desa Renggarasi
Pagi di desa Renggarasi

Air terjun kembar Murusobe merupakan spot pamungkas perjalanan kali ini. Konon untuk mencapainya harus berjalan kaki selama 3 jam lebih dari  Wolofeo. Tapi berdasarkan informasi dari internet kendaraan roda empat sudah bisa sampai desa Poma dan dibutuhkan waktu untuk trekking ke air terjun sekitar 45 menit.

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 17): Kearifan Lokal Renggarasi”

Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 16): Pantai Pertama Flores, Kajuwulu

Teluk Pantai Kajuwulu
Teluk Pantai Kajuwulu

Tidak banyak wisatawan dosmetik yang  tahu bahwa Maumere – ibukota Kabupaten Sikka – memiliki banyak potensi wisata bahari. Dengan pesona  pantai berpasir putih , laut biru sampai dunia bawah laut yang memukau. Seperti pantai Waira, dua pulau kembar – Kambing dan Pangabatang – di depan Teluk Maumere, pantai Paga, pantai Wolowiro, pantai Wairterang dan pantai Kajuwulu. Maklum saja tiket pesawat Jakarta-Maumere cukup mahal, dua kali harga tiket Jakarta-Kupang. Dan menjadi salah satu alasan kami mengapa memulai perjalanan ini dari Kupang.

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 16): Pantai Pertama Flores, Kajuwulu”

Kuliner, Timor Leste, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 15): Friend, Fotografi , Food

Montase kembar dengan teknik sweep fotografi
Teknik sweep fotografi

Jika saya  ditanya kapan berhenti travelling. Sulit bagi saya untuk menjawabnya tapi saya mencoba menjelaskan dengan sebuah analogi.  Travelling bagi saya seperti membaca  buku kehidupan. Ketika selesai membaca halaman pertama  maka saya akan penasaran untuk membuka halaman selanjutnya. Dan ironisnya jumlah halaman itu tidak akan pernah habis. Karena ketika kita membalik satu halaman maka jumlah halaman dibelakangnya akan terus bertambah. Dan yang paling gila setiap kata di dalam halaman buku selalu memberi energi baru untuk kembali membaca.

 

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 15): Friend, Fotografi , Food”