Sumatra Barat, Travelling

Mentawai Cultural Trip #7: Turuk Laggai, Gerak Tari Alam

Sikerei Menari
Sikerei melakukan aksi Turuk Lagai

Alam tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Mentawai . Selain sumber kehidupan,  alam memberikan  inspirasi seni, lihat saja tato bermotif tumbuhan atau hewan menghiasi kulit dianggap sebagai pakaian abadi. Tingkah laku hewan ditirukan dalam gerak tarian di sebut turuk laggai.

Lanjutkan membaca “Mentawai Cultural Trip #7: Turuk Laggai, Gerak Tari Alam”

Sumatra Barat, Travelling

Mentawai Cultural Trip #6: Kabit , Celana Lelaki

Kabit, Celana Lelaki Suku Mentawai
Kabit, Celana Lelaki Suku Mentawai

Kabit selalu mengundang tanya bagi siapapun yang melihat pertama kali. Selembar kulit kayu  dikenakan Sikerei untuk menutupi tubuh bagian bawah. Begitu minim  tanpa jahitan benang. Suku Mentawai tidak mengenal teknik tenun, mereka memanfaatkan tumbuh-tumbuhan sebagai penutup tubuh. Lanjutkan membaca “Mentawai Cultural Trip #6: Kabit , Celana Lelaki”

Malaysia, Travelling

Good Morning KL!

Selamat Pagi KL , Mari Jalan...
Selamat Pagi Kuala Lumpur…

Nikmatnya wisata kota itu jalan kaki, kulineran serta mengamati bangunan berarsitektur unik. Tapi paling seru, liat orang sibuk beraktivitas pagi dengan tulisan dijidat ” I HATE MONDAY” sedangkan gue leyeh-leyeh. Maklum dalam kamus idup gua tidak ada hari Senen, Selasa atau akhir pekan. Yang  ada cuma dua minggu di hutan terus liburan seminggu *ih ngehe’ bener*.

Lanjutkan membaca “Good Morning KL!”

Sumatra Barat, Travelling

Mentawai Cultural Trip #5: Panah Beracun Lelaki

 Sikerei Amanggaresik membuat panah beracun
Sikerei Amanggaresik membuat panah beracun

Masyarakat Mentawai mengenal  pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin. Ada beberapa pekerjaan yang hanya dilakukan oleh kaum pria, salah satunya berburu. Sejak usia 5 tahun mereka belajar memanah dari batang bambu . Setelah mencapai usia 10 tahun diperkenalkan  panah beracun untuk berburu di hutan. Sebelum memulai perburuan pertama , keluarga melaksanakan pesta adat agar anak lelaki terhindar dari musibah. Keterampilan membuat dan menggunakan panah beracun wajib bagi pria Mentawai.

Lanjutkan membaca “Mentawai Cultural Trip #5: Panah Beracun Lelaki”

Sumatra Barat, Travelling

Mentawai Cultural Trip #4: Penangkap Ikan Paling Cantik

Mencari ikan - aktivitas wanita suku Mentawai
Mencari ikan – aktivitas wanita suku Mentawai

Kalabai menyisir rambutnya ke belakang lalu mengikat ujungnya dengan pita. Beberapa tangkai bunga sepatu putih diselipkan . Rok daun pisang sudah dikenakan bersama kalung manik warna-warni. Hari ini memang sangat spesial , belahan jiwa Sikerei ini akan membimbing turis wanita menangkap ikan di sungai.

Lanjutkan membaca “Mentawai Cultural Trip #4: Penangkap Ikan Paling Cantik”

Sumatra Barat, Travelling

Mentawai Cultural Trip #3: Kisah Panjang Menuju Air Terjun

Air Terjun Wulu Kubuk -  Desa Madobak, Kecamatan Siberut Selatan
Air Terjun Kulu Kubuk – Desa Madobak, Kecamatan Siberut Selatan

Kemarin semalaman  boating   di laut lepas  12 jam plus sampai  mabuk laut, hari ini menjejakan kaki di bumi  trekking menuju  air terjun Wulu Kubuk di desa Madobak.

Lanjutkan membaca “Mentawai Cultural Trip #3: Kisah Panjang Menuju Air Terjun”

Sumatra Barat, Travelling

Istana Nagari Seribu Rumah Gadang

Istana Raja Koto Anau
Istana Raja Koto Anau

Gemericik air mengalir melalui banda  di pekarangan rumah. Alirannya kecil bak ula lidih mambalik Nagari Koto Anau , Kecamatan Lembang Jaya , Kabupaten Solok. Berhulu di Danau Dibawah lalu  bermuara di Danau Singkarak. Bagai air mengalir perjalanan bisa membawa kita kemana saja.  Seperti saat ini, saya berhenti   di depan rumah  tua dekat Kantor Wali Nagari Koto Gadang Koto Anau dan  mengurungkan niat   ke  Istana Baso  Pagaruyung. Terpesona keindahan ukiran di dinding rumah gadang. Terinspirasi salah  satu objek Dji Sam Soe Potret Mahakarya Indonesia.

Lanjutkan membaca “Istana Nagari Seribu Rumah Gadang”

Produk, Travelling

My LEXON Bags

My Lexon Bags
My Lexon Bags

Pada dasarnya gue bukan tipikal tante-tante yang hobi koleksi tas  terus di-matching-in dengan sepatu dan baju. Kalau ada beberapa tas “tambahan” yang gue punya itu lebih karena kebutuhan. Ceritanya gua punya beberapa koleksi tas selain    ransel  Deuter 70 Liter .  O iya artikel  dibuat bukan untuk mempromosikan produk tertentu.  Tapi murni dari apa yang gua punya *maskud loe?!*

Lanjutkan membaca “My LEXON Bags”