Timor Leste, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 9): Sholat di Masjid An Nur

An Nur msjid terbesar di kota Dili Timor Leste
An Nur msjid terbesar di kota Dili Timor Leste

Lapar membawa kami kembali menuju Kampung Alor. Memenuhi janji diri makan ayam bakar 1/2 dollar. Tapi ayam-ayam itu sudah laku terjual dan meninggalkan senyum penjual serta kata “maaf “ Kami berempat cuman bisa menahan air liur sambil mengendus-endus aroma tersisa. Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 9): Sholat di Masjid An Nur”

Timor Leste, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 8): Mengais Cinderamata Pasar Tais

Tais - kain tradisional Timor Leste
Tais

Tais, tenun tradisional khas  Timor Leste tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan primer, sandang. Namun merupakan lambang status sosial di acara adat untuk dikenakan bersama kerang, emas atau perak. Jaman dahulu Tais juga berfungsi sebagai alat tukar, sejajar dengan hewan ternak. Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 8): Mengais Cinderamata Pasar Tais”

Kuliner, Timor Leste, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 7): Kampung Alor, Kampung KD

Rumah KD dan suami di Kampung Alor
Narsis di  rumah KD

Taxi berhenti di persimpangan antara  Comoro dan kampung Alor. Jajaran kios pakaian  menyapa setiap pengunjung dari sisi jalan selatan,suasananya sangat Indonesia. Konon di sini pusat grosir di Timor Leste. Bangunan semi permanen di depan toko membentuk lorong. Anak-anak kecil menyapa kami dalam bahasa Indonesia dengan sangat fasih. “Anak-anak kamu suka menonton sinetron Indonesia”, ujar seoarang bapak di depan kios, menjawab penasaran kami. Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 7): Kampung Alor, Kampung KD”

Timor Leste, Video

Video Palacio Presidencial, Timor Leste


Senyum adalah bahasa universal. Meskipun terkadang kita memiliki kendala komunikasi karena perbedaan bahasa. Tapi dengan senyuman mengantarkan kita pada komunikasi positif. Seperti pengalaman saya kali. Berawal dari obrolan bersama penjaga Istana Kepresidenan Timor Leste. Akhirnya diijinkan masuk ke ruang protokol tempat presiden menerima tamu kenegaraan.

Timor Leste, Video

Video Tais Market


Tais merupakan tenun tardisional Timor Leste. Tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan sekunder, sandang. Tais merupakan lambang status sosial, dalam acara adat dikenakan bersama kerang , emas atau perak. Jaman dahulu Tais juga berfungsi sebagai alat tukar, sejajar dengan hewan ternak. Jika anda menginginkan kain tradisional sebagai oleh-oleh, dapat mengunjungi Tais Market di Colmera, Dili. Di sini anda juga dapat menyaksikan pembuatan Tais.

Timor Leste, Video

Video Kristus Raja di Bukit Fatucama

‘Kristus Raja’ adalah patung Kristus yang dibangun di atas bukit tanjung Fatucama, bagian timur kota Dili, Timor Leste. Patung ini dibangun pada tahun 1996 sebagai peringatan integrasi Timor Timur ke Indonesia. Ketinggian patung tersebut adalah 27 meter. Angka 27 melambangkan Timor Timur sebagai propinsi Indonesia yang ke 27 pada saat itu. Patung ini merupakan patung terbesar kedua di dunia setelah Patung Christ The Redeemer, Brazil, dengan tinggi patung 36 meter di atas bukit setinggi 1,5 km.

Timor Leste, Video

“Joao Paulo II” Tasi Tulo, Timor Leste

“Joao Paulo II” atau Patung Sri Paus Yohanes Paulus II tidak saja bernilai religius bagi rakyat Timor Leste. Namun tempat ini juga bernilai historis. Bukit dengan pemandangan laut memukau konon merupakan kuburan massal pembantaian peristiwa Santa Crus 12 Nov 1991 dimana ribuan pemuda di tembaki di pemakaman umum Santa crus.