Explore Timor-Flores 2012 (part 8): Mengais Cinderamata Pasar Tais

Tais - kain tradisional Timor Leste
Tais

Tais, tenun tradisional khas  Timor Leste tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan primer, sandang. Namun merupakan lambang status sosial di acara adat untuk dikenakan bersama kerang, emas atau perak. Jaman dahulu Tais juga berfungsi sebagai alat tukar, sejajar dengan hewan ternak.

Tais Market - menjual kerajinan khas Timor Leste
Tais Market – menjual kerajinan khas Timor Leste

Keunikan dan nilai estetiknya membuat Tais diburu wisatawan . “Tais Market” di Colmera tempat membeli cinderamata. Di sini tidak hanya menyediakan kain Tais, beragam kerajinan tangan khas Timor Leste ada di sini.

Tanggal 9 Juli 2008 Pasar Tais diresmikan kembali melalui program kemitraan antara masyarakat dan USAID. Pengerajin diberikan pengetahuan pengelolaan keuangan dan pemasaran produk . Agar taraf ekonomi pengerajin dapat meningkat.

Taxi menurunkan kami tepat di depan lapak VCD dekat perempatan pasar Colmera. Lagu Tegar milik Rosa terdengar  keras menyatu bersama deru kendaraan . Setelah menyebrang lampu merah, seorang demonstran Australia menghentikan langkah Evi. Pria paruh baya itu curhat. Inti pembicaraan dia tidak setuju kontrak UN diperpanjang di Timor Leste. Atas aksi frontalnya dia berkisah dua kali masuk rumah sakit diania orang tak dikenal. Jujur kami tidak tahu kondisi politik di sini dan tidak mau terlibat. Berkali-kali Eva minta ijin untuk menghindar, namun pria ini ngotot bicara panjang lebar.

Akhirnya kami bisa lepas dari pria demonstran berpapan di tepi jalan. Melanjutkan berjalan menuju Pasar Tais. Umbul-umbul warna – biru,putih,merah , dan kuning – khas bendera Fretelin menghiasi bangunan sederhana. Terdiri dari dua pintu masuk di kedua sisinya. “Dili Tais Market” begitu tulisan papan nama di tengah bangunan.

Kios berjajar menjual kerajinan tangan didominasi Tais, tenun tradisional. Tais juga bisa diaplikasikan ke dalam beragam bentuk cinderamata seperti dompet dan tas. Namun paling laris bentuk slayer panjang. Harganya relatif murah 4 sampai dollar 8 US tergantung ukuran. Sedangkan untuk kain yang biasa dikenakan harganya bisa mencapai 200 dollar. Jika dibentangkan kain ini memiliki lebar hingga tiga meter.

Kain Tais memiliki warna terang bermotif  flora dan fauna abstrak. Motif buaya  dan cicak sering menghiasi motif kain Tais. Kedua hewan ini dikeramatkan oleh masyarakat Timor , terutama Suku Meto. Tabu bagi mereka untuk memburu atau menyakitinya. Bagi mereka, buaya adalah cicak adalah representasi dari Dia yang dipertuan dan perkasa, pemberi hidup dan kesejukan. Kalau keluarga sedang melakukan percakapan dan tiba-tiba terdengar bunyi cicak, mereka akan bersukacita.

Walaupun harga di Pasar Tais bisa ditawar, tapi tidak sesuai dengan buget kami backpacker. Usai beramah-tamah dan berfoto dengan penjual dan pengerajin kami berjalan menuju jalan Ave Presidente Nicolau Lobato. Menuju Bank Mandiri untuk menukar dollar lama yang tidak laku. Namun malang tak bisa ditolak, mujur tak dapat diraih. Setelah berjalan di bawah sinar matahari maha terik , bank tutup. Salah kami juga, hari sabtu mana ada bank yang buka.

Berempat kami duduk di pelataran bank sambil menikmati bekal dari kesusteran. Sepotong roti pa’un dan telur mata sapi. Sembari mengais-ngais free-wifi di kota Dili. Terimakasih Tuhan saya bisa up date status hari ini. Seluruh orang tahu saya di Dili. *Penting ya?

demonstran - pria berpapan di pinggir jalan
demonstran – pria berpapan di pinggir jalan
Kios - menyediakan beragam cinderamata
Kios – menyediakan beragam cinderamata
Pengerajin - menenun kain Tais
Pengerajin – menenun kain Tais
wisatawan (kiri); anak pengerajin (kanan)
wisatawan (kiri); anak pengerajin (kanan)
buaya - binatang yang dikeramatkan
buaya – binatang yang dikeramatkan
roti pa'un - roti khas Timor Leste
roti pa’un – roti khas Timor Lester

Explore Timor-Flores 2012 (part 1): Tawaran Menggiurkan
Explore Timor-Flores 2012 (part 2): Dari Barat Ke Timur
Explore Timor-Flores 2012 (part 3): Sejengkal Waktu di Kupang
Explore Timor-Flores 2012 (part 4): Jejak Sasando
Explore Timor-Flores 2012 (part 5): Lintas Negara 12 Jam
Explore Timor-Flores 2012 (part 6): Jalan Tanpa Snappy
Explore Timor-Flores 2012 (part 7): Kampung Alor, Kampung KD
Explore Timor-Flores 2012 (part 8): Mengais Cinderamata Pasar Tais
Explore Timor-Flores 2012 (part 9): Sholat di Masjid An Nur
Explore Timor-Flores 2012 (part 10): Senyum Kunci Masuk Istana
Explore Timor-Flores 2012 (part 11): Nge-Mall di Timor Plasa
Explore Timor-Flores 2012 (part 12): Bonus Keindahan Di Cristo Rei
Explore Timor-Flores 2012 (part 13): Hampir Malam di Dili
Explore Timor-Flores 2012 (part 14): Rosalina Pulang
Explore Timor-Flores 2012 (part 15): Friend, Fotografi , Food
Explore Timor-Flores 2012 (part 16): Pantai Pertama Flores, Kajuwulu
Explore Timor-Flores 2012 (part 17): Kearifan Lokal Renggarasi
Explore Timor-Flores 2012 (part 18): Petualangan Mendebarkan, Murusobe
Explore Timor-Flores 2012 (part 19): Life Begin At Forty
Explore Timor-Flores 2012 (part 20): Clement on Kelimutu
Explore Timor-Flores 2012 (part 21): Kenangan Desa Wologai
Explore Timor-Flores 2012 (part 22): Green Green
Explore Timor-Flores 2012 (part 23): Riang Nga-Riung di Riung
Explore Timor-Flores 2012 (part 24): Hot dan Cold Trip
Explore Timor-Flores 2012 (part 25): Kampung Bena
Explore Timor-Flores 2012 (part 26 ): Ruteng, Sofi dan Pesta
Explore Timor-Flores 2012 (part 27 ): Lingko, Spiderweb Rice Field
Explore Timor-Flores 2012 (part 28 ): Dintor dan Ide Si Mami
Explore Timor-Flores 2012 (part 29 ): Firasat Wae Rebo
Explore Timor-Flores 2012 (part 30 ): Labuan Bajo Time
Explore Timor-Flores 2012 (part 31 ): Kanawa The Love Island
Explore Timor-Flores 2012 (part 32 ): Hopping S.O.S.
Explore Timor-Flores 2012 (part 33 ): Ini Komodo Bukan Omdo
Explore Timor-Flores 2012 (part 34 ): Caca Marica Pulau Rinca
Explore Timor-Flores 2012 (part 35 ): Drama Happy Ending

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.