
Maaf teman kalau akhir-akhir ini isi blognya banyak review tempat makan. Jujurnya aku juga khawatir lihat body di kaca makin menggelembung. Tapi rejeki pantang ditolak tho!
Lanjutkan membaca “Bumbu Desa – Cita Rasa Parahyangan Nuansa Moderen”

Maaf teman kalau akhir-akhir ini isi blognya banyak review tempat makan. Jujurnya aku juga khawatir lihat body di kaca makin menggelembung. Tapi rejeki pantang ditolak tho!
Lanjutkan membaca “Bumbu Desa – Cita Rasa Parahyangan Nuansa Moderen”

Klotok…Klotok…Klotok. Suara motor tempel menderu-deru memecah sunyi di teluk kecil, Kiluan, Tanggamus , Lampung. Jukung warna-warna melintas di atasnya duduk tiga orang wisatawan bersama seorang juru kemudi. Dari dermaga penginapan terlihat jelas wajah-wajah pemburu lumba-lumba begitu bersemangat. Hati saya ragu, ingin membatalkan melihat lumba-lumba. Nampaknya cuaca tidak bersahabat, angin laut berhembus kencang.

Jalan-jalan kali ini tanpa rencana, begitu sampai di Lampung langsung ditodong Fina (6 tahun) , keponakan perempuan ikut jalan-jalan murah meriah. Naik kereta api (diesel kali ya) Tanjungkarang-Kotabumi.

Saksikan Super Carnival Budaya Lampung, even karnaval terbesar se-Indonesia. Tertulis iklan surat kabar pagi ini , 3 November 2013. Tapi apakah benar terbesar. Memantau siaran radio dan twitter tidak ada informasi penutupan ruas jalan protokol yang akan dilalui selama acara berlangsung. Lanjutkan membaca “Karnaval Terbesar di Indonesia?”
Saya bukanlah pecandu kecepatan di atas dua roda yang senang bermain-main dengan maut di jalanan. Jika kali ini berhari-hari mengendarai motor sambil menggendong ransel itu atas nama petualangan. Mengunjungi destinasi impian yang tak banyak orang tahu, Lampung Barat. Motor satu-satunya kendaraan yang lincah bermanufer di tanjakan dan kelokan Bukit Barisan.

Ini pengalaman pertama makan bareng keluarga nenteng kamera . Nyokap sempet protes karena katanya norak. Hampir semua sudut resto dan makanan difoto. Padahal ini kamera mirror less yang mungil, gimana kalo DSLR.

(01/09/2013) Rekan @lampungheritage dan @kelilinglampung mengajak saya mengunjungi Rumah Daswati di Jalan Tulang BAwang No 11 Enggal. Mendengar namanya yang terbayang dibenak saya adalah rumah seorang wanita bernama Daswati. Padahal Daswati merupakan akronim dari Daerah Swatntra Tingkat berarti juga daerah otonom.
Lanjutkan membaca “Rumah Daswati – Sejarah Lampung Terlupakan”

Minggu lalu nyasar ke kafe yang pengunjungnya kebanyakan anak SMP dan SMA. Bukan ngemodus cari ABG apalagi berondongan tapi gara-gara kehujanan. Eh ternyata ada minuman lucu, namanya Juice Anti Galau.