
“Saya ingin menjadi guru, Bu.” Ucap kakak perempuan saya 16 tahun lalu sambil membuka lembaran formulir UMPTN. Harapannya besar diterima menjadi mahasiswi FKIP Universitas Negeri, di kota tempat kami tinggal.

“Saya ingin menjadi guru, Bu.” Ucap kakak perempuan saya 16 tahun lalu sambil membuka lembaran formulir UMPTN. Harapannya besar diterima menjadi mahasiswi FKIP Universitas Negeri, di kota tempat kami tinggal.

Waktu seolah tak pernah berjalan di sini. Bangunan tua di antara alam hijau masih tetap sama hari ini atau seratus tahun yang lalu. Lempur Mudik , desa di Kecamatan Gunung Raya , Jambi tetap menjaga pesona keindahan masa lalu di antara derasnya arus moderenisasi.

Kerinci merupakan tempat menarik bagi peneliti arkeologi peninggalan masa Islam. Dataran tinggi di lereng bukit barisan Seblat tersebar masjid-masjid kuno bukti peninggalan aktivitas penyebaran agama Islam di Sumatra. Salah satunya adalah Masjid Keramat Tuo Lempur Mudik yang berada di kecamatan Gunung Raya.

Bukit barisan tidak hanya menyimpan keindahan dan kekayaan alam namun di bukit yang membentang dari utara sampai selatan pulau Sumatra banyak dijumpai penemuan purbakala. Di mulai dari lembah Semangko di Lampung , menyambung ke Suoh, Kepahiang, Ketahun, Kerinci, Muaralabuh, Singkarak, Maninjau, Rokan Kiri, Batang Gadis, Angkola, Alas, Tangse, Seulimeum, hingga Banda Aceh.

Masjid yang terletak di jantung kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi merupakan salah satu masjid tua di Propinsi Jambi. Menjadi ikon kota Sungai Penuh yang berpisah administratif dengan Kabupaten Kerinci pada tahun 2008. Terbukti gambar masjid beratap tiga susun ini terdapat pada logo kota Sungai Penuh.

Masjid Kuno terletak di Dusun Koto Tua Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Pada perkembangannya masjid yang menempati lahan 2.650 m2 dinamai Masjid Keramat. Beberapa fenoman alam seperti gempa bumi tahun 1942 dan 1995 serta kebakaran 1903 dan 1939 tidak meluluh lantakan bangunan masjid yang terbuat dari kayu.

Soto merupakan salah satu kekayaan kasanah kuliner Indonesia. Masakan berkuah dengan beragam isian daging, su’un dan dedaunan rempah memiliki beragam varian. Setiap daerah memiliki keunikan dalam penyajiannya. Jika Betawi memiliki soto berisi jeroan dengan kuah santan kuning maka di Padang soto berkuah bening dengan isian daging renyah.
Lanjutkan membaca “Sensasi Soto Semurup”

Merasakan nikmatnya masakan dendeng batokok akan membuat hati yang melahapnya berdendang riang. Masakan asal Minangkabau ini ternyata dapat kita jumpai di Kabupaten Kerinci, Jambi dan menjadi menu wajib jika anda berkunjung ke sini. Konon cita rasanya sangat istimewa karena dipanggang dengan arang kayu manis.