Terpukau Dua Bunga di Malam Pertama Bajafash 2019

Wonderful Indonesia Music Festival – Sekali lagi mohon maaf kepada musisi lain jika di malam pertama Bajafash 2019, saya benar-benar terpukau dengan dua musisi wanita, yaitu Yuka Kharisma dan Marion Jola.

Acara musik ini berkaitan dengan fashion maka tidak mengherankan jika malam itu intuisi saya menuntun memberikan apresiasi lebih kepada wanita yang dekat dengan dunia fashion.

Hari Jumat, 13 September 2019 bukanlah hari keramat bagi pecinta jazz di Batam namun momen ini sangat dinanti. Setelah mundur beberapa bulan, tahun ini Bajafash di helat di Radisson Convention Center.

Setelah menunaikan tugas negara selama dua hari saya langsung meluncur ke kawasan Sukajadi dengan kostum dan perlengkapan foto seadanya. Tas ransel saya titipkan teman untuk diletakan di kantor dan saya langsung diantar ke venue.

Walau sudah dihelat 4 kali, baru kali ini dapat menyaksikan Bajafash. Bajafash biasanya digelar bulan Maret sedangkan di bulan itu saya biasanya traveling ke luar negeri. Dan akhirnya tahun ini berjodoh dengan Bajafash.

Sebagai pecinta fashion saya langsung menempati posisi terdekat dengan panggung . Tahun ini konsep panggung menyatu dengan run away, jadi bagi penghobi foto harus pandai-pandai mencari posisi.

Walau tidak mendapatkan posisi terbaik saya berusaha untuk menikmati performa pertama yaitu Road Boots. Band asal Batam yang pernah memenangkan festival jazz tingkat nasional tahun 2018.

Band yang digawangi oleh Bayu Bagus (vocalis 1), Valdo Renaldo (vocalis 2), Yogi (Sexophone), Alifvardo (Bass), Eriyo Utomo (Gitar), Raja Rian (keyboard) dan Bagus (drum) memberikan first impression yang memukau.

Bayu Bagus dan Valdo Renaldo membawakan lagu-lagu lawas hingga baru dalam aransemen manis musik jazz dan ciamik mengundang penonton lintas generasi untuk ikut berdendang.

Yuka Kharisma

Namanya mungkin tak asing lagi di negeri jiran karena tahun 2016 ia mendapatkan penghargaan artis pendatang terbaik di Anugerah Planet Muzik. Wanita kelahiran Lhoksumawe 31 tahun lalu pernah menjadi finalis Indonesian Idol 2008. Nampaknya dewi fortuna tak berpihak kepadanya, tapi sejak berhijrah ke Malaysia kini namanya mulai diperhitungkan di industri musik tanah air dan negeri jiran.

Menyimak aksinya di panggung Bajafash 2019, Yuka bukanlah performa biasa. Suara dan aksi panggungnya memukau, terutama permainan vokal di nada-nada tinggi dan falseto. Timbre suara yang sedikit berat dan dengan karakter yang kuat tak salah jika ia didapuk sebagai salah satu penampil utama malam ini.

Gaun model kemben dengan detail kain tradisional tumpuk membuat tampilan Yuka senada dengan tampilan model yang mengenakan baju rancangan Dana Duriyatna.

Momen paling membuat penonton meleleh takala Yuka menyanyikan lagu Best Part milik Daniel Caesar dan H.E.R sembari mengenalkan suaminya, Ahmad Jeffny yang juga pemain saxophone.

Marion Jola

Gadis asal Kupang jebolan Indonesian Idol 2018 memang sudah diprediksi akan menjadi new rising star. Tak hanya memiliki paras menawan dan suara bagus, Jola memiliki aksi panggung memikat.

Gayanya khas anak muda, dengan enerjik ia naik ke atas panggung dan langsung disambut sorak sorai penonton tanpa jeda. Dalam balutan gaun overslag panjang pink dan dalaman senada, ia terlihat begitu manis dan seksi.

Beberapa lagu yang pernah dibawakan di ajang Indonesian Idol dinyanyikan kembali dengan aransemen groovy. Penampilannya di atas panggung semakin matang, dibumbui dengan canda dan lelucon khas kaum milenia, tanpa malu-malu Jola menggoda peragawan di run away sembari mengenakan baju rancangan Itang Yunasz

Di satu sesi ia berani mebawakan lagu Lagi Syantik milik Siti Badriah ke dalam versi swing yang menggoda. Well guys. Ini lah Marion Jola yang sesungguhnya, ia tak pernah ragu untuk membawakan lagu apapun dengan gayanya.

Sebagai penutup yang manis ia Jola membawakan single teranyar nya bertajuk Rayu, membuat pertunjukan ini terasa singkat.

We will miss you Jola!

Idang Rasjidi & Chossy Latu

Kedua maestro seni ini menutup malam pertama Bajafash 2019 dengan classy. Dalam alunan musik jazz yang kental, busana rancangan Chossy Latu berbahan dasar batik tulis diperagakan oleh model yang berlenggak lenggok di atas catwalk.

Tak dapat dipungkiri bahwa musik jazz memiliki kelasnya sendiri walau banyak orang yang bilang musik adalah bahasa universal. Namun sesungguhnya alunan musik jazz yang terkesan rumit, itu hanya dapat dinikmati dalam suasana yang lebih santai. Begitu juga rancangan busana , fashionista tak dapat mengulik detail cutting, warna, corak dan tekstur pakaian dari sebuah katalog.

Jika malam ini ada performa yang memuka dari dua biduan tanah air dan Malaysia, sesungguhnya banyak pertunjukan bisa dinikmati. Namun kita sebagai penikmat musik perlu beradaptasi bahwa ada karya seni yang dapat dinikmati dengan gegap gempita, ada karya seni yang benar-benar harus dinikmati dengan hati dan bukan sekedar panca indra.

Bagaimana apakah kamu bisa menikmati semua karya seni ini. Jika kamu merindukannya, tunggu Bajafash 2020.



Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: