
Hiruk pikuk kawasan turis Thamel di Kathmandu berbanding terbalik dengan Pokhara. Jika di Thamel wisawatan berbaur bersama kendaraan, di Pokhara melenggang santai di atas trotoar luas.

Hiruk pikuk kawasan turis Thamel di Kathmandu berbanding terbalik dengan Pokhara. Jika di Thamel wisawatan berbaur bersama kendaraan, di Pokhara melenggang santai di atas trotoar luas.

Siapa sangka sosok hitam dekat meriam si Jagur adalah manusia. Warnanya senada dengan meriam di halaman Museum Fatahilah Jakarta.

Warnanya memang kuning tapi ini bukan nasi kuning. Populer disajikan bersama kuah kare kambing atau ayam. Untuk menetralisir rasanya yang sangat berlemak disajikan bersama paceri nanas atau acar.

Deep blue horizon. when the water surface is visible virtual horizon, there is clearly a boundary between heaven and earth.
New to The Daily Post? Whether you’re a beginner or a professional, you’re invited to get involved in our Weekly Photo Challenge to help you meet your blogging goals and give you another way to take part in Post a Day / Post a Week. Everyone is welcome to participate, even if your blog isn’t about photography.
Saya bukanlah pecandu kecepatan di atas dua roda yang senang bermain-main dengan maut di jalanan. Jika kali ini berhari-hari mengendarai motor sambil menggendong ransel itu atas nama petualangan. Mengunjungi destinasi impian yang tak banyak orang tahu, Lampung Barat. Motor satu-satunya kendaraan yang lincah bermanufer di tanjakan dan kelokan Bukit Barisan.

“Wah… cantiknya….” Teriak pengunjung cilik Taman Kupu-Kupu Cihanjuang , Bandung. Mulutnya membentuk huruf O besar sedangkan matanya nanar mengamati gerak-gerik serangga cantik di atas bunga.

Prit… Prit… Suara pluit melengking. “Bocor… bocor…” Asisten fotografrer menghalau pengunjung pulau Cipir. Langkah kaki tertahan, kemana akan melangkah, empat kelompok fotografer hampir memenuhi pulau ini. Semuanya sibuk mencumbui model dengan lensa dan lampu flash. Tidak bisa diganggu. Lanjutkan membaca “Cipir – Pesona Beton Tua”

Alam tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Mentawai . Selain sumber kehidupan, alam memberikan inspirasi seni, lihat saja tato bermotif tumbuhan atau hewan menghiasi kulit dianggap sebagai pakaian abadi. Tingkah laku hewan ditirukan dalam gerak tarian di sebut turuk laggai.
Lanjutkan membaca “Mentawai Cultural Trip #7: Turuk Laggai, Gerak Tari Alam”