
Rencana sore ini ingin melihat karamba milik tante temanyang berada di Telago Pulau Tengah Kecamatan Danau – Kerinci. Tapi karena rasa lapar mendera akibat udara pegunungan yang dingin kita tergoda buat mampir di sebuah rumah makan.

Rencana sore ini ingin melihat karamba milik tante temanyang berada di Telago Pulau Tengah Kecamatan Danau – Kerinci. Tapi karena rasa lapar mendera akibat udara pegunungan yang dingin kita tergoda buat mampir di sebuah rumah makan.

Ketika berjalan di Jalan RE Martadinata kota Sungai Penuh , Jambi pandangan saya langsung tertuju pada sebuah bangunan megah di atas bukit. Pada awalnya saya berpikir bahwa itu bangunan hotel atau villa. Sayapun bergumam dalam hati pasti pemandangan dari atas sana sangat indah. Lanjutkan membaca “Singgasana Sang Walikota”

‘”Ga ada Mall? Terus kita hang out di mana?” Mungkin ini pertanyaan muncul ketika seorang Anak Baru Gede asal kota besar kita ajak ke kota kabupaten. Bagi mereka yang terbiasa hidup dengan fasilitas serba ada “one stop living” seperti Mall , kota kecil bukanlah tempat yang asik untuk bersenang-senang. Tapi coba kita lihat bagaiamana anak muda di sini bisa bersenang-senang dimanapun asalkan kreatif, termasuk di Sungai Penuh Jambi.

Bagaimana rasanya jika berdiri di ketinggian 2000 dpl dan bersanding dengan awan putih. Mungkin inilah yang dirasakan oleh dewa dan dewi di khayangan sana. Tapi kita tidak harus ke khayangan untuk merasakan semua itu. Cukup pergi saja ke Sungai Penuh , Jambi lalu dengan sepeda motor menuju bukit Khayangan.

Kerinci memiliki kemiripan budaya dengan Sumatra Barat. Hal ini dikarenakan letak geografisnya berdekatan. Mayoritas pendatang di Sungai Penuh adalah orang Minang. Tidaklah heran jika secara budaya dan kebiasaan masyarakatnya sangat dengan budaya Minang.

Tiap daerah memiliki keunikan kuliner. Judul makanan boleh sama “lontong sayur” tapi cita rasa dan penyajian bisa berbeda. Seperti yang saya jumpai pagi ini di Sungai Penuh, kota berhawa sejuh di sebelah barat propinsi Jambi.
Cita rasanya cenderung hampir sama dengan masakan Padang yang pedas . Pembeli bisa memilih kuah lontong yang diinginkan yaitu: sayur nangka muda atau pakis. CaraUntuk penyajiannya biasanya diberi sedikit mie kuning serta kerupuk merah. Jika anda suka bisa menyantapnya bersama Sala Lauak.

Catatan hari terakhir. Badan berasa ancur lebur tapi hati seneng bukan kepalang. So, ga berasa sama sekali. Pagi-pagi kita bergerak pulang menuju Bandar Lampung. Berharap hari ini ga ujan . Karena berdasarkan status twitter teman-teman semalam sampai subuh Bandar Lampung hujan deras. Duh hokinya semalem kita bisa liat bintang banyak.
Lanjutkan membaca “Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 14): Pulang!!!!”

Semalam kita pesta besar, bukan pesta gila-gilan ala bule ya. Tapi pesta besar menuai keindahan malam. Bayangin bro semalem langitnya penuh bintang dari sore sampe menjelang pagi. Sumpah momen ini bikin ga bisa tidur, kita begadangan tidur di luar cuma dengan sleeping bag aja. Dan serunya lagi dikasih bonus kunang-kunang yang melayang-melayang manis di udara. Udah lama banget ga liat mahluk yang bisa berpendar di malam hari.
Lanjutkan membaca “Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 13): Pagi Usai Pesta Semalam”