
“Wah… cantiknya….” Teriak pengunjung cilik Taman Kupu-Kupu Cihanjuang , Bandung. Mulutnya membentuk huruf O besar sedangkan matanya nanar mengamati gerak-gerik serangga cantik di atas bunga.

“Wah… cantiknya….” Teriak pengunjung cilik Taman Kupu-Kupu Cihanjuang , Bandung. Mulutnya membentuk huruf O besar sedangkan matanya nanar mengamati gerak-gerik serangga cantik di atas bunga.

Prit… Prit… Suara pluit melengking. “Bocor… bocor…” Asisten fotografrer menghalau pengunjung pulau Cipir. Langkah kaki tertahan, kemana akan melangkah, empat kelompok fotografer hampir memenuhi pulau ini. Semuanya sibuk mencumbui model dengan lensa dan lampu flash. Tidak bisa diganggu. Lanjutkan membaca “Cipir – Pesona Beton Tua”

Alam tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Mentawai . Selain sumber kehidupan, alam memberikan inspirasi seni, lihat saja tato bermotif tumbuhan atau hewan menghiasi kulit dianggap sebagai pakaian abadi. Tingkah laku hewan ditirukan dalam gerak tarian di sebut turuk laggai.
Lanjutkan membaca “Mentawai Cultural Trip #7: Turuk Laggai, Gerak Tari Alam”

Yellow is matching the color of sunshine, always giving spirit in the morning. This morning I was hunting a butterfly, a flower suddenly so tempting. The color makes me excited …. Good morning all
Weekly Photo Challenge by Daily Post : The Hue of You

Kabit selalu mengundang tanya bagi siapapun yang melihat pertama kali. Selembar kulit kayu dikenakan Sikerei untuk menutupi tubuh bagian bawah. Begitu minim tanpa jahitan benang. Suku Mentawai tidak mengenal teknik tenun, mereka memanfaatkan tumbuh-tumbuhan sebagai penutup tubuh. Lanjutkan membaca “Mentawai Cultural Trip #6: Kabit , Celana Lelaki”

Nikmatnya wisata kota itu jalan kaki, kulineran serta mengamati bangunan berarsitektur unik. Tapi paling seru, liat orang sibuk beraktivitas pagi dengan tulisan dijidat ” I HATE MONDAY” sedangkan gue leyeh-leyeh. Maklum dalam kamus idup gua tidak ada hari Senen, Selasa atau akhir pekan. Yang ada cuma dua minggu di hutan terus liburan seminggu *ih ngehe’ bener*.

Masyarakat Mentawai mengenal pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin. Ada beberapa pekerjaan yang hanya dilakukan oleh kaum pria, salah satunya berburu. Sejak usia 5 tahun mereka belajar memanah dari batang bambu . Setelah mencapai usia 10 tahun diperkenalkan panah beracun untuk berburu di hutan. Sebelum memulai perburuan pertama , keluarga melaksanakan pesta adat agar anak lelaki terhindar dari musibah. Keterampilan membuat dan menggunakan panah beracun wajib bagi pria Mentawai.
Lanjutkan membaca “Mentawai Cultural Trip #5: Panah Beracun Lelaki”

Gugup gempita diajak teman hunting kupu-kupu. Gugup karena kamera berlensa 20-50 mm saja . Gempita, senang ketemu mahluk bersayap cantik terbang di antara bunga-bunga. Dari pengalaman try and error menemukan tips praktis membidik kupu-kupu dengan Samsung NX2000. Tips dapat juga dipraktekan pada kamera lain berlensa kit.
Lanjutkan membaca “Samsung NX2000 – Tips Memotret Kupu-Kupu”