
Pantai Tanjung Setia tempat yang paling tepat buat berburu sunset, posisinya langsung menghapap barat Samudra Hindia.
Lanjutkan membaca “Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 12): Hoki dan Sunset”

Pantai Tanjung Setia tempat yang paling tepat buat berburu sunset, posisinya langsung menghapap barat Samudra Hindia.
Lanjutkan membaca “Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 12): Hoki dan Sunset”

Puas mengagumi pantai Tanjung Setia kita langsung ambil posisi untuk buka tunda. Mencari lokasi nge-camp di sini tidak terlalu susah. Setelah melewati perkampungan wisatawan kita akan menemukan sebuah kebun kelapa yang langsung menghadap pantai. Lanjutkan membaca “Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 10): Tenda di Tepi Pantai”

Memasuki touring hari ketiga stamina fisik sudah mulai turun, otomatis konsentrasi dan reflek juga turun. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kita berkomitmen tidak terlalu kebut. Lanjutkan membaca “Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 9): Pantai Tanjung Setia”

Kabut tipis menyelimuti permukaan danau menebarkan rasa dingin yang teramat sangat. Ujung-ujung jari kaki saya pun mengeriput tanda kedinginan. Rasanya enggan menyambut pagi di danau terluas kedua di Sumatra. Tapi sayang meninggalkan momen yang belum tentu akan saya jumpai tahun depan. Melihat matahari pagi di tepi Danau Ranau.Ketika beberapa rekan masih terlelap di pondok kayu dan tenda, sayapun beringsut memburu sang fajar. Kemilaunya merahnya tidak seindah sunrise di tepi pantai tapi cukuplah untuk sebuah momen berharga. Lanjutkan membaca “Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 7): Pagi di Ranau”

(18/05/2012)Selepas sholat Juma’t perjalanan dilanjutkan menuju Danau Ranau. Estimasi jarak tempuh kira-kira 90 km lebih. Setelah pamitan dan sesi foto dengan Mas Siwa dan rekan dari komunitas RAKIT, motor kembali kita pacu menembus jalanan berbukit di Lampung Barat.
Lanjutkan membaca “Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 6): Jak Way Besai Sapai Danau Ranau”

Rasa lelah dan dinginnya udara malam benar-benar membuai tidur kami semalam. Setelah beramah-tamah dengan mas Siwa dan kawan-kawan dari komunitas Pecinta Alam Lampung Barat-Rakit. Kami berdua belas sukses tewas di teras depan basecamp. Jika pagi ini tidak ada rencana berarung jeram rasanya enggan bangun lebih awal.
Lanjutkan membaca “Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 5): Jeram-Jeram Sungai Way Besai”

Pukul menunjukan 16:00 WIB, suara air sungai Way Besai yang jaraknya beberapa meter dari posko Pecinta Alam Lampung Barat – RAKIT- begitu menggoda. Saya bersama beberapa rekan menyusuri sungai ke arah hulu lalu melewati sebuah jembatan dengan pemandangan sawah.
Lanjutkan membaca “Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 4): Sebuah Cerita Kebun Kopi”

Andy Lau. Antara dilema dan galau menggambarkan perasaan hari ini. Kok bisa?
Lanjutkan membaca “Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 3): Dilema Air Terjun”