Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 5): Jeram-Jeram Sungai Way Besai

berarung jeram di sungai Way Besai
berarung jeram di sungai Way Besai

Rasa lelah dan dinginnya udara malam benar-benar membuai tidur kami semalam. Setelah beramah-tamah dengan mas Siwa dan kawan-kawan dari komunitas Pecinta Alam Lampung Barat-Rakit. Kami berdua belas sukses tewas di teras depan basecamp. Jika pagi ini tidak ada rencana berarung jeram rasanya enggan bangun lebih awal.

persiapan sebelum berpetualang di sungai Way Besai
persiapan sebelum berpetualang di sungai Way Besai

Sejak pukul 7 pagi mas Siwa dan rekan sibuk mempersiapkan peralatan arung jeram, mulai dari perahu karet, helmet dan pelampung. Dua buah perahu berwarna merah dan biru siap mengarungi sungai Way Besai. Meskipun semalam hujan, nampaknya debit pagi ini tidak terlalu deras. Mas Siwa berujar  jika air naik setengah meter lagi maka arung jeram akan lebih seru.

Sebelum memulai petualangan hari ini kami melakukan pemanasan dan persiapan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi rafter pemula seperti kami. Seperti jika jatuh ke air tidak boleh panik dan badan tetap menghadap ke atas dengan menghadap hilir sungai. Lalu briefing singkat ditutup doa bersama memohon keselamatan dalam aktivitas ini.

perahu biru bergerak terlebih dahulu menuju hilir
perahu biru bergerak terlebih dahulu menuju hilir

Arung Jeram Way Besai, Fajar Bulan diperkenalkan sekitar awal tahun 2000an. Potensi arung jeram grade 2 dan 3 ini cukup menarik tapi sayang kurang promosi. Kendala transportasi dan infrastruktur jalan membuat orang enggan kemari. Dari ibukota Lampung Barat Liwa berjarak 60 km, sedangkan jika dari Bandar Lampung membutuhkan waktu perjalanan kurang lebih 4 jam.

pemandangan indah: bonus berarung jeram di sungai Way Besai
pemandangan indah: bonus berarung jeram di sungai Way Besai

Biaya per paket boat yang terdiri dari 6 orang tujuh ratus ribu rupiah, termasuk makan siang. Untuk ukuran rafting dengan durasi waktu 3 jam sangatlah murah. Apalagi wisata ini tidak hanya menawarkan sisi olahraga tapi wisata alam melihat keindahan sepanjang sungai Way Besai.

Sayang sekali, karena kondisi badan tidak fit beberapa rekan bikepacker tidak ikutan rafting. Tidak apalah teman,masih ada hari esok. Lagian kalo semua rafting sapa yang mendokumentasikan kita.

Boat biru bergerak terlebih dahulu, mengambang di arus tenang sungai, lalu kami dengan boat merah menyusul di belakangnya. Setiap boat ada seorang guide yang akan memandu arah dayungan, ke kanan atau ke kiri. Satu kilometer pertama kita berlatih cara mendayung dan memanufer boat. Pemandangan indah tepi sungai merupakan bonus yang sayang sekali untuk dilewatkan.

dijeburin gudie: semua peserta wajib masuk ke sungai
dijeburin gudie: semua peserta wajib masuk ke sungai

Sebelum mencapai jembatan gantung pertama, tiba-tiba satu persatu di dorong ke dalam sungai. Merasakan dinginnya air sungai dan sensasi terjebur. Kata Mas Guide, kalo ga nyebur ga seru. Beberapa rafter yang tidak bisa berenang sempet panik, tapi kita musti yakin dan tidak panik karena mengenakan pelampung.

uji nyali: loncat dari jembatan gantung
uji nyali: loncat dari jembatan gantung

Acara jebur-jeburan makin seru ketika sampai di jembatan gantung kedua. Sang guide menawarkan beberapa rekan untuk loncat dari jembatan. Huaaa… serunya sensasi yang satu ini. Wajib dicoba buat mereka yang mahir berenang.

sensasi awal: merasakan arung jeram "Pertama"
sensasi awal: merasakan arung jeram “Pertama”

Kejutan pertama, kita memasuki arung jeram pertama di sungai Way Besai. Arung yang tidak besar tapi cukup merepotkan karena harus menghindari dahan dan batu besar. Seru rasanya berada di atas boat yang menari-nari lincah di atas jeram. Salah posisi dan keseimbangan bisa sukses terjebur.

Lintasan sungai Way Besai sepanjang 11 km memiliki 13 arung jeram, semuanya memiliki nama. Ada yang bernama Kuta karena lintasan sungai yang melengkung mirip pantai di Kutai. Ada juga air terjun bugil karena ketika pertama kali di survei, di track ini ditemukan 3 anak SMA yang mandi tanpa busana.

menjelang masuk jeram "ulang tahun" belokan tajam curam berarus deras
menjelang masuk jeram “ulang tahun” belokan tajam curam berarus deras

Di pertengahan lintasan sungai kita merapat sejenak untuk beristirahat dan menikmati bekal. Sebungkus nasi ikan mas goreng dan sambal menjadi santapan pagi ini. Setelah memeriksa kondisi boat dan menambah angin petualangan dilanjutkan kembali.

Arung jeram berikutnya lebih mengganas, sayapun tempat terpental dan terbenam dalam derasnya arus sungai. Seru rasanya, ketika hormon adrenalin naik memenuhi otak. Berusaha untuk tidak panik dan mengimbangi arus menggulung di antara batu besar.

arung jeram terakhir, tak kalah seru
arung jeram terakhir, tak kalah seru

Pamungkasnya adalah arung jeram ulang tahun, konon di area ini pernah ada rafter yang berulang tahun sukses terpental dan jatuh. Sayapun mencoba menyeimbangkan badan agar tidak jatuh kedua kalinya. Tapi perjalanan belum terakhir masih ada jeram terakhir yang harus kami melewati. Jeram terakhir, sebuah jeram di ujung lintasan ini dengan tanda sebuah kabel listrik di atasnya. Setelah melewati jeram ini air sungai melandai menuju pada sebuah jembatan.

petualangan hari ini usai, kembali menuju basecamp
petualangan hari ini usai, kembali menuju basecamp

Puas bermain air kamipun diantar kembali menuju basecamp dengan menggunakan mobil bak terbuka. Sekitar lima belas menit kemudian sampai. Bersiap-siap untuk perjalanan selanjutnya menuju Danau Ranau. Berharap ada petualangan dan keindahan lain di sana. SEMANGAT!!!!!

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 1): Turun di Tengah Jalan

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 2): Taman Megalitik Sekala Brak

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 3): Dilema Air Terjun

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 4): Sebuah Cerita Kebun Kopi

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 5): Jeram-Jeram Sungai Way Besai

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 6): Jak Way Besai Sapai Danau Ranau

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 7): Pagi di Ranau

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 8): Bebek di Ranau

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 9): Pantai Tanjung Setia

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 10): Tenda di Tepi Pantai

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 11): Beach Boy

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 12): Hoki dan Sunset

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 13): Pagi Usai Pesta Semalam

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 14): Pulang!!!!

7 pemikiran pada “Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 5): Jeram-Jeram Sungai Way Besai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s