Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 7): Pagi di Ranau

selamat pagi Danau Ranau
selamat pagi Danau Ranau

Kabut tipis menyelimuti permukaan danau menebarkan rasa dingin yang teramat sangat. Ujung-ujung jari kaki saya pun mengeriput tanda kedinginan. Rasanya enggan menyambut pagi di danau terluas kedua di Sumatra. Tapi sayang meninggalkan momen yang belum tentu akan saya jumpai tahun depan. Melihat matahari pagi di tepi Danau Ranau.Ketika beberapa rekan masih terlelap di pondok kayu dan tenda, sayapun beringsut memburu sang fajar. Kemilaunya merahnya tidak seindah sunrise di tepi pantai tapi cukuplah untuk sebuah momen berharga.

kabut menyelimuti danau
kabut menyelimuti danau

sunrise di danau Ranau

Sebetulnya dermaga ini bukanlah view terbak untuk menikmati keindahan Danau Ranau di Lumbok. Namun karena semalam kita telat sampai di sini tidak memiliki banyak kesempatan untuk menentukan spot. Berdasarkan informasi penduduk Pondok Pemancingan Wisata yang berada di Pekon Kagungan merupakan tempat terbaik untuk menikmati keindahan alam.

berkemah di pinggir danau
berkemah di pinggir danau
aktivitas penduduk Lumbok
aktivitas penduduk Lumbok

Satu per satu rekan sayapun bangun  diiringi cuaca yang semakin cerah kami menikmati sarapan di tepi danau. Menunya biasa saja hanya mie instant dan segelas kopi. Tapi pemandangannya yang luar biasa. Hamparan danau biru dengan latar belakang Gunung Seminung hijau membuat sarapan kali ini seperti breakfast di hotel berbintang.

Aktivitas warga Lumbok menjadi pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. Nelayan mendayung jukung mencari ikan di tepi pantai atau wanita menjemur kopi Lampung yang terkenal. Di tengah danau sebuah karamba ikan terlihat samar tertutup kabut.

bunga air (kiri): Danau Ranau mulai cerah (kanan)
bunga air (kiri): Danau Ranau mulai cerah (kanan)

Rasanya belum puas jika pagi ini tidak menceburkan diri ke dalam danau. Usai sarapan satu persatu masuk ke dalam birunya air dengan beragam manuver. Ada yang loncat dari dermaga ataupun berenang dari tepian.

Belum puas rasanya bermain air di Danau Ranau namun wakktu sudah menunjukan pukul 09:00. Kami harus segera bersiap-siap melanjutkan perjalanan berikutnya menuju pantai Tanjung Setia.

Dalam hati saya berjanji akan kembali ke danau ini untuk menjelajah setiap sudut keindahan di sini.

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 1): Turun di Tengah Jalan

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 2): Taman Megalitik Sekala Brak

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 3): Dilema Air Terjun

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 4): Sebuah Cerita Kebun Kopi

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 5): Jeram-Jeram Sungai Way Besai

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 6): Jak Way Besai Sapai Danau Ranau

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 7): Pagi di Ranau

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 8): Bebek di Ranau

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 9): Pantai Tanjung Setia

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 10): Tenda di Tepi Pantai

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 11): Beach Boy

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 12): Hoki dan Sunset

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 13): Pagi Usai Pesta Semalam

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 14): Pulang!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s