
Pasar merupakan pusat aktivitas perekonomian rakya di daerah, di sini lah terjadi transaksi jual beliĀ merupakan bagian dari interaksi sosial. Tak heran jika pasar menjadi barometer kemajuan suatu daerah. Lanjutkan membaca “Pasar Sungai Penuh”

Pasar merupakan pusat aktivitas perekonomian rakya di daerah, di sini lah terjadi transaksi jual beliĀ merupakan bagian dari interaksi sosial. Tak heran jika pasar menjadi barometer kemajuan suatu daerah. Lanjutkan membaca “Pasar Sungai Penuh”

Melengkapi ritualĀ penjelajahan hari ini mengelilingi Danau Kerinci sampailah di sisi selatan danau. Pesanggrahan, tempat biasa berlangsungnya Festival Danau. Tidaklah heran jika di sini banyak akomodasi seperti: tempat parkir, WC dan beberapa shelter. Fasilitas kolam renang dan taman bermain anak tersedia tapi tidak dapat dipergunakan. Bagian atas kolam ditutup dengan papan.

Rencana sore ini ingin melihat karamba milik tante temanyang berada di Telago Pulau Tengah Kecamatan Danau – Kerinci. Tapi karena rasa lapar mendera akibat udara pegunungan yang dingin kita tergoda buat mampir di sebuah rumah makan.

Ketika berjalanĀ di Jalan RE Martadinata kota Sungai Penuh , Jambi pandangan saya langsung tertuju pada sebuah bangunan megah di atas bukit. Pada awalnya saya berpikir bahwa itu bangunan hotel atau villa. Sayapun bergumam dalam hati pasti pemandangan dari atas sana sangat indah. Lanjutkan membaca “Singgasana Sang Walikota”

‘”Ga ada Mall? Terus kita hang out di mana?” Mungkin ini pertanyaan muncul ketika seorang Anak Baru Gede asal kota besar kita ajak ke kota kabupaten. Bagi mereka yang terbiasa hidup dengan fasilitas serba ada “one stop living” seperti Mall , kota kecil bukanlah tempat yang asik untuk bersenang-senang. Tapi coba kita lihat bagaiamana anak muda di sini bisa bersenang-senang dimanapun asalkan kreatif, termasuk di Sungai Penuh Jambi.

Bagaimana rasanya jika berdiri di ketinggian 2000 dpl dan bersanding dengan awan putih. Mungkin inilah yang dirasakan oleh dewa dan dewi di khayangan sana. Tapi kita tidak harus ke khayangan untuk merasakan semua itu. Cukup pergi saja ke Sungai Penuh , Jambi lalu dengan sepeda motor menuju bukit Khayangan.

Catatan hari terakhir. Badan berasa ancur lebur tapi hati seneng bukan kepalang. So, ga berasa sama sekali. Pagi-pagi kita bergerak pulang menuju Bandar Lampung. Berharap hari ini ga ujan . Karena berdasarkan status twitter teman-teman semalam sampai subuh Bandar Lampung hujan deras. Duh hokinya semalem kita bisa liat bintang banyak.
Lanjutkan membaca “Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 14): Pulang!!!!”

Semalam kita pesta besar, bukan pesta gila-gilan ala bule ya. Tapi pesta besar menuai keindahan malam. Bayangin bro semalem langitnya penuh bintang dari sore sampe menjelang pagi. Sumpah momen ini bikin ga bisa tidur, kita begadangan tidur di luar cuma dengan sleeping bag aja. Dan serunya lagi dikasih bonus kunang-kunang yang melayang-melayang manis di udara. Udah lama banget ga liat mahluk yang bisa berpendar di malam hari.
Lanjutkan membaca “Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 13): Pagi Usai Pesta Semalam”