
Jangan pernah mengkotak-kotakan diri menjadi backpacker, flashpacker,explorer atau apapun. Kita tidak akan pernah tahu jika Tuhan mentakdirkan menjadi traveller tajir. Sanggupkah menolaknya.

Jangan pernah mengkotak-kotakan diri menjadi backpacker, flashpacker,explorer atau apapun. Kita tidak akan pernah tahu jika Tuhan mentakdirkan menjadi traveller tajir. Sanggupkah menolaknya.
Awal tahun 2013 dibuka menjejakan kaki pertama kali di bumi Minangkabau. Merangkum pesona laut, pantai, lembah, danau, air terjun dan bukit ke dalam klip sederhana.
Waktu seolah berputar mundur menyambangi rumah kelahiran Proklamator RI, Bung Hatta. Rumah kayu berlantai dua menghadirkan nuansa “homey” melengkapi jelajah kota berhawa sejuk Bukit Tinggi.
Hari ini (12/01/2013) minggu pertama pacu jawi kesenian tradisional khas Tanah Datar, Sumatra Barat. Areal persawahan di belakang SMA Negri Priangan menjadi tempat sang “Cowboy Minangkabau” berkompetisi.

Hidup bagai sebuah perjalanan panjang membawa manusia menemui takdirnya : jodoh, rejeki dan maut. Menemukan rekan seperjalanan untuk mengarungi pasang surut kehidupan. Meskipun pada akhirnya maut akan memisahkan . Tapi cinta merupakan anugerah Tuhan agar manusia tidak pernah sendiri di kehidupan ini

Tiga bulan kemudian saya kembali ke Aceh dan menemukan surga kecil di sana. Lalu sebuah keajaiban terjadi.
“Bang ada pacu kuda di Takengon tanggal 21-24 Februari 2013.” Pesan singkat Ria, backpacker asal Takengon. “Waktunya bertepatan dengan jadwal off duty 20-26 Februari 2013 “. Hati saya bersorak gembira. Tambah cuti beberapa hari bisa blusukan lagi di Aceh. Mengulang pengalaman dua tahun lalu.
Tanjung Putus, spot wisata bahari di Teluk Lampung. Berjarak 35 kilometer dari pelabuhan Ketapang menyimpan pesona dunia bawah laut. Ikan-ikan ramah menyambangi pengunjung tanpa malu.