Aceh Pengalaman Tanpa Batas

I Love Aceh Story

“Bang ada pacu kuda di Takengon tanggal 21-24 Februari 2013.” Pesan singkat Ria, backpacker asal Takengon. “Waktunya bertepatan dengan jadwal off duty 20-26 Februari 2013 “. Hati saya bersorak gembira. Tambah cuti beberapa hari bisa blusukan lagi di Aceh. Mengulang pengalaman dua tahun lalu.

Perjalanan ekstrim bersama komunitas backpacker Medan mengantar ke Bumi Serambi Mekah. Modalnya 1 juta rupiah untuk 10 hari . Takengon menjadi tujuan pertama. Meskipun bus tertahan longsor selama 4 jam di dataran tinggi Krueng Simpo , sampai juga di danau Lot Tawar. Malamnya menyatu dengan alam di Atu Tamun sisi utara danau. Malam berikutnya di Ujung Nunang, sisi selatan danau. Beruntung berkenalan dengan Pak Iwan pemilik Ujung Nunang. Melewati malam dingin dengan obrolan hangat kopi Gayo . Sesekali mendengar lantunan didong beliau, syair nasihat khas Gayo.

Puncak Burgayo menjadi penutup petualangan di Takengon. Tepat di malam peringatan 7 tahun bencana Tsunami kami bergerak menuju Banda Aceh. Keterbatasan dana tidak memberikan kelulasaan menjelajah kota . Hanya mengunjungi Museum Tsunami lalu mencari tempat menggelar tenda. Sempat kebingungan karena tidak menemukan camping ground di Banda Aceh. Tapi pertolongan Tuhan datang , malam ini menumpang di kosan Iqbal, mahasiswa Universitas Syah Kuala. Keesokan harinya melanjutkan perjalanan menuju Sabang melalui pelabuhan Ulele.

backpacker Medan - berfoto bersama di Iboih
backpacker Medan – berfoto bersama di Iboih

Haru biru rasanya ketika berlayar ke barat lalu sampai di pelabuhan Bebas Sabang. Tinggal selangkah lagi berada di kilometer nol. Sabar, simpan tempat spesial untuk momen spesial. Malam ini memutuskan bermalam di Iboih. Dua hari merasakan jadi anak pantai berenang lalu menyebrang pulau Rubiah. Tidur di penginapan tapi tetap memasak biar ngirit . Seirit-iritnya dompet tetap menjerit dan isinya menipis. Tidak ada pilihan harus mencari tempat menggelar tenda.

Setelah menyusuri pantai sampai Ujung Kareung, harapan hanya ada di Anoi Hitam. Bang Ubit ketua pemuda setempat memberikan lampu hijau tapi harus minta ijin tetua desa Pak Ikhsan. Pak Ikhsan tidak ada di tempat sedang bertandang ke rumah sanaknya di kampung. Hingga petang datang tak ada kepastian. Kami memutuskan kembali ke kota mencari penginapan dengan konsekuensi mengurangi biaya makan. Tapi siapa sangka tiba-tiba Bang Ubit memberi kabar bahwa Pak Ikhsan mengijinkan sert memfasilitasi Ria dan Liza tinggal di rumah warga.

Hari paling bersejarah . 31 Januari 2011. Satu hari penuh berkelana menyusuri tiap pantai di Pulau Weh lalu menutupnya dengan momen berharga. Menyaksikan sunset terakhir 2011 di titik nol kilometer. Matahari tidak tenggelam sempurna tertutup mega. Tapi ini hari paling sempurna . Usai mengantar sang surya ke peraduan , melewatkan malam pergantian tahun di kota Sabang penuh kemeriahan.

Perpisahan di Masjid Raya Baitturahman
Perpisahan di Masjid Raya Baitturahman

Satu Januari awal tahun 2012 sekaligus akhir perjalanan, kembali ke pulau Andalas . Masjid Raya Baitturahman menjadi tempat berpisah, menjabat erat sahabat lalu mengucapkan selamat tinggal kepada Bumi Serambi Mekah. @IloveAceh. Terimakasih Aceh untuk pengalaman tanpa batas. Menyapa alam dan budaya sekaligus menyentuh kearifan lokal.

 

 

Simak kisah lengkapnya di sini!

Jelajah Aceh 2011 (part 1): Awal Yang Tak Selalu Indah

Jelajah Aceh 2011 (part 2) : Lut Tawar Begitu Menggoda

Jelajah Aceh 2011 (part 3) : Uji Nyali dan Dingin.. Brrrr

Jelajah Aceh 2011 (part 4) : Ayo Bergaya ke Burgayo

Jelajah Aceh 2011 (part 5): Labi-Labi Berjodoh

Jelajah Aceh 2011 (part 6): Kenangan 7 Tahun Bencana Tsunami

Jelajah Aceh 2011 (part 7) : Tidur Dimana?

Jelajah Aceh 2011 (part 8): Berlayar ke Ujung Barat Indonesia

Jelajah Aceh 2011 (part 9) : Santai di Pantai, Slow di Pulauuuu

Jelajah Aceh 2011 (part 10) : Keheningan Iboih

Jelajah Aceh 2011 (part 11): Check Out!

Jelajah Aceh 2011 (part 12) : Pengelana Senja

Jelajah Aceh 2011 (part 13) : Bukan Wisata Kuliner Biasa

Jelajah Aceh 2011 (part 14): Memburu Sunrise Benteng Jepang.

Jelajah Aceh 2011 (part 15) : Pantai di Kota Sabang

Jelajah Aceh 2011 (part 16) : Dari Off Road Sampai Nol Kilometer

Jelajah Aceh 2011 (part 17): Sabang, Happy New Year!!!

Jelajah Aceh 2011 (part 18) : Pulang dan Berpisah

Jelajah Aceh 2011 (part 19) : Yang Unik Dari Sabang

Jejak Sunset Kilometer Nol 31122011

2 pemikiran pada “Aceh Pengalaman Tanpa Batas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s