Perjalanan dan Cinta

1360395633430871619

Hidup bagai sebuah perjalanan panjang membawa manusia menemui takdirnya : jodoh, rejeki dan maut. Menemukan rekan seperjalanan untuk mengarungi pasang surut kehidupan. Meskipun pada akhirnya maut akan memisahkan . Tapi cinta merupakan anugerah Tuhan agar manusia tidak pernah sendiri di kehidupan ini

Bagaimana dengan sebuah perjalanan , adakah cinta di sana? Wah banyak sekali. Jika diurai satu per satu mungkin tidak akan ada habisnya. Mulai perjalanan untuk mencari cinta sampai perjalanan manivestasi kekecewaan atas nama cinta. Tapi apapun tujuan perjalanan anda, cinta tetap sebuah misteri . Kita tidak akan pernah tahu kapan menemukannya dan pada siapa. Seperti kisah berikut ketika sepasang anak manusia menemukan cinta dari hobi travelling.

Apakah sebuah kebetulan jika Ika bertemu Wendra di hari Kartini, 21 April 2011 . Memulai perjalanan dari pelabuhan Kartini, Jepara menuju Karimunjawa. Awalnya mereka hanya berhubungan melalui dunia maya melalui komunitas backpacker. Menyusun perjalanan murah meriah bersama beberapa rekan. Ika kebagian tugas mengurus akomodasi sedangkan Wendra transportasi Jakarta-Jepara. Kebetulan Wendra kenal baik pemilik jasa angkutan bus dan mendapatkan harga spesial. Tidak mengherankan jika di kuitansi pembayaran, mengatasnamakan “keluarga Bapak Wendra”. Kalau papinya Wendra berarti maminya Ika dan kita jadi anak-anaknya.

Witing Tresno Jalaran Soko Kulino. Terbiasa bersama-sama mengurus “anak-anak” (*baca teman jalan) muncula benih cinta di antara keduanya. Dan sang cupid memanahkan panah asmara di Bandung ketika melakukan trip ke dua. Duh anak-anak makin senang karena mami dan papi jadian.

Semanjak mami dan papi jadian acara jalan-jalan aman lancar sentosa. Kebetulan kita berduabelas (*jumlah anak papi mami) punya minat wisata bahari. Snorkeling dan laut selalu menjadi agenda wajib. Minimal dua minggu sekali “nyemplung” ke pulau Seribu. Bagi yang belum memiliki alat snorkeling dianterin mami papi cari diskonan paling murah se-Jakarta. Rencana jangka panjang mau ambil lisensi diving rame-rame, biar murah dan tetap bisa melaut bareng.

Juli 2011 kembali digelar trip besar ke Ujung Kulon dengan biaya “saweran” 300 ribu rupiah all in. Konsepnya masih tetap share cost murah meriah . Menyambangi pulau Peucang , trekking di Taman Nasional Ujung Kulon dan menyelami dunia bawah lautnya. Meskipun sudah jadian si mami dan papi tidak keliatan mesra, mungkin karena sibuk mengurus anak-anak yang kini jumlahnya menjadi 35 orang.

Bertepatan dengan Wakatobi-Belitung Sail 2011 kembali kita “sekeluarga” jalan ke Negeri Laskar Pelangi. Meski laut di bulan Oktober tidak terlalu bersahabat aktivitas snorkeling tetap jadi menu wajib. Ternyata suasana romantis pantai di Belitung membuat cinta si mami dan papi makin nancep . Terekam momen-momen indah ketika si mami dan papi hunting foto bareng di SD Muhamadiyah Gantong. So sweet.

Bulan Desember 2011, sepulang dari Bali papi bilang kalau mau melamar mami. Antara kaget dan tidak percaya mami senang banget. “Tapi apa iya secepat ini”, ujar mami dalam hati. Belum sampai setahun kenalan sudah mau ke pelaminan. Tapi kalau dipikir-pikir tidak ada yang kurang dari papi. Hobi dan visi sejalan. Dan kalau rasa cinta tidak usah ditanya, dari awal ketemu juga sudah ada chemistry.

Jderr! Tahun baru 2012 rencana baru dikumdangkan papi, resmi melamar mami. Maunya Februari sudah menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah. Karena waktu persiapan pernikahan pendek terpaksa beberapa impian seperti foto prewedding underwater tidak dilaksanakan. Bulan madu dilakukan di sebuah hotel di Jakarta tanpa perjalanan seperti kebanyakan pasangan penghobi travelling. Kata mami tabungan sudah terkuras buat acara pernikahan yang memang dilakukan mandiri tanpa bantuan orangtua. Ingin merasa benar-benar membangun semuanya dari awal secara bersama-sama.

Tanggal 4 Februari 2013 ulang tahun pernikahan mami dan papi . Ingin rasanya memberikan hadiah spesial bertepatan dengan bulan kasih sayang. Bersama Garuda Indonesia mengantarkan mereka menuju spot wisata dengan dunia bawah laut eksotis seperti: Raja Ampat, Taman Laut Bunaken atau Wakatobi. Mewujudkan impian foto prewedding underwater . Ternyata di situs www.garuda-indonesia.com ada promo “Berbagi”. Potongan 50% pembelian dua tiket untuk periode pembelian tanggal 1-28 Februari 2013. Beli atau menunggu hadiah dari ajang “Journey of Love” bersama Kemenparekraf ? Biar dewi fortuna yang menjawabnya.

Tulisan ini khusus saya persembahan bagi pasangan yang telah memberikan inspirasi kepada banyak anak muda untuk mencintai Nusantara melalui wisata bahari. Happy 1 year wedding anniversary @wendraalamanda and @akichi2212. Semoga cita-cita kalian ke Raja Ampat lekas tercapai.

13603957691268448655
jangan mikir macem-macem , ini lagi ngitung duit (lokasi Karimunjawa)
13603959021513240884
lagi ngapain ya? (lokasi: Pulau Batu Berlayar, Belitung)
13603960321301299019
sumpah ini bukan ciuman , trik kamera ajah (lokasi: Pulau Babi Besar, Belitung)
13603961441338748939
hunting bareng di SD Muhamadiyah Gantong Belitung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.