Five Stones Hostel

Batu terbungkus kain di lempar ke udara lalu jatuh ke bawah mengikuti gaya gravitasi. Sekelabat tangan mengambil batu di lantai  sebelum batu di udara menyentuh lantai . Berulang-ulang  dilakukan hingga kelima batu masuk dalam genggaman tangan.

permainan five stones (sumber: www.craftsy.com)
permainan five stones (sumber: http://www.craftsy.com)
Five Stones menghadap Beach Road
Five Stones menghadap Beach Road

Terinspirasi dari permainan tradisional anak-anak , hostel yang berlokasi di Beach Road mengusung konsep minimalis  moderen. Seperti kebanyakan hostel di Singapura , Five Stones memaksimalkan fungsi ruang tanpa menggurangi kenyamanan.

Ketika memasuki lobi sekaligus berfungsi sebagai meja penerima  tamu langsung di sambut dengan pernak pernik unik. Dua set PCMac  bertengger manis di atas meja dekat  lorong  masuk.  Tak perlu kata sandi, siapapun dapat menggunakan untuk mengakses dunia maya. Soal kecepatan , jangan ditanya, lancar jaya!

penampakan ruang tamu dan mbak yang lagi online dengan PC Mac
penampakan ruang tamu dan mbak yang lagi online dengan PC Mac

Tapi yang paling “menggiurkan” ruang tamunya. Tepat di depan soffa abu-abu dan karpet warna senada ,  berjajar dua lemari pendek berisi koleksi film serial  dan buku-buku keren. Semunya tersusun rapih di atas lemari dan  kotak-kotak plastik. Membuat beberapa tamu enggan beringsut dari atas sofa. Ya, ini pilihan tepat mensiasati cuaca Singapura yang akhir-akhir ini kurang bersahabat  karena  kabut asap.

Lihat koleksi buku dan filmnya, males keluar hostel
Lihat koleksi buku dan filmnya, males keluar hostel

Tanpa sekat ruang tamu langsung terhubung dengan ruang makan sekaligus dapur kering. Jelang pagi deretan makanan seperti roti, sereal, mentega hingga selai aneka rasa menggoda lambung. Kopi, teh dan susu segar siap dituang ke dalam gelas.  Ingat ya, dapur hanya buka dari pukul 7 sampai 10 pagi saja. Jangan lupa setelah makan, bersihan meja dan cuci piring sendiri, agar tamu lain merasa nyaman.

Kebersamaan selalu terjalin saat sarapan di hostel. Bener nggak?
Kebersamaan selalu terjalin saat sarapan di hostel. Bener nggak?

Saya suka banget dengan wall sticker di pantry, gambarnya street food ala-ala Jepang. Jadi kepikiran mendekor kamar dengan wall sticker. Selain mudah dipasang , pastinya biayanya tidak semahal membuat gambar langsung dengan menggunakan cat minyak *gagal fokus*

Menu sarapannya :D
Menu sarapannya 😀
ada dua jenis roti : gandum dan terigu.
ada dua jenis roti : gandum dan terigu.
wall sticker yang bikin saya kepincut
wall sticker yang bikin saya kepincut

Selain kamar ala asrama, Five Stones juga menyediakan kamar pribadi seharga  105 dollar Singapura. Untuk kamar dormitory bertarif 28-37 dollar , tergantung jenis kamar dan jumlah ranjang. Semakin sedikit jumlah tempat tidur harganya semakin mahal. Kamar-kamar khusus perempuan terletak di satu lantai dan lelaki diharamkan berada di sana 😀 . Jadi jangan tanya kamar para ladies ada di lantai mana.

meja menghadap dinding dan kursi tinggi ngga kalah cozy
meja menghadap dinding dan kursi tinggi ngga kalah cozy
siap menemani kamu jalan-jalan keliling Bugis
siap menemani kamu jalan-jalan keliling Bugis

Berdasarkan informasi dari petugas, hostel ini memiliki ruang laundry , tamu bebas menggunakan mesin cuci , pengering dan setrika. Nah pas banget nih, buat kamu yang suka cuci mencuci saat travelling. Harga kamar di  Five Stone lebih mahal dibandingkan hostel lain di Bugis, tapi dengan fasilitas tambahan ini , dapat menghemat ongkos laundry.

lorong-lorong kecil menuju kamar dengan pengamanan berlapis
lorong-lorong kecil menuju kamar dengan pengamanan berlapis

Pintu utama menuju kamar terpisah dengan pintu menuju ruang makan dan lobi. Untuk menjaga privasi dan keamanan digunakan pintu berlapis, mulai pintu depan, pintu tangga sampai pintu menuju lorong. Kebetulan malam ini saya menginap di kamar 8 ranjang dengan beberapa turis asal Canada. Dan sialnya , saya sendiri yang jomblo, lainnya sepertinya pasangan kekasih. Abaikan…

lagi-lagi wall sticker di kamar . Ih makin suka dengan hostelnya
lagi-lagi wall sticker di kamar . Ih makin suka dengan hostelnya

Dekorasi wall sticker menghiasi dinding kamar berwarna hijau cerah. Setiap tempat tidur tersedia colokan listrik dan lampu baca. Pendingin udara dan selimut tebal seolah saling melengkapi, membuat kamu tidak mengigil kedinginan. Setiap locker sudah dilengkapi kunci , jadi tidak perlu membawa gembok.

Kamar mandinya bersih , meski saya menemukan penampakan kolor di wastafel. Sudah tersedia sabun mandi dan shampo. Tamu perempuan  bisa menggunakan kamar mandi di lantai khusus wanita.

Penampakan kamar saya dan tiga pasang kekasih asal Canada
Penampakan kamar saya dan tiga pasang kekasih asal Canada

Kenapa saya memilih hostel ini , karena kemudahan akses dan transportasinya. Lingkungannya agak berbeda dengan  kebanyakan hostel di kawasan Bugis. Berada tepat di jalan utama, Beach Road menghadap gedung-gedung tinggi, terasa lebih tenang. Mau hang out santai ala-ala bule melipir saja ke jalan Arab di belakang hostel, puluhan kafe siap jadi tempat tongkrongan.

Berhubung malam ini , saya ingin menyaksikan pertunjukan seni . Sehabis sholat maghrib  langsung menuju Malay Heritage Center yang lokasinya bersebelahan dengan Masjid Sultan. *traveller soleh syariah mandiri* . Nggak sempat nongkrong , meski room mate sudah ngajak kongkow.

Jadi jika anda mencari penginapan bernuansa  tenang , tapi dekat dengan pusat keramaian Bugis. Five Stones jawabannya. Harga memang sedikit lebih mahal dibandingkan lainnya. Tapi yakinlah anda mendapat lebih pelayanan di sini. Iya pelayanan, bukan “pelayanan”, apalagi ((PELAYANAN)) *pake echo*.

Five Stones Hostel
285 Beach Road
Singapore 199550
+65 6535 5607
http://www.fivestoneshostel.com

map-e1417409948165

13 pemikiran pada “Five Stones Hostel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s