Kuliner, Sumatra Utara, Travelling

Horas Medan 2012 (part 4): Petang di Masjid Raya

Masjid Raya Kota Medan
Masjid Raya Kota Medan

Lisa, Gee Wan dan Raymond – backpacker Medan – menanti  di halaman rumah Tjong A Fie. Maaf, kakak-kakak sekalian. Jadwal jadi agak ngaret gara-gara terpesona keindahan rumah Tjong A Fie . Kakak Lisa lapar berat melewati jam makan siangnya.

Berjalan menyusuri trotar pilihan tepat menembus kemacetan kota Medan. “Daripada naik angkot lebih cepat jalan kaki”, argumen Lisa sambil berjalan melintasi blok. Resikonya memang lebih banyak keringat mengucur dan menyebrang jalanan padat merayap. Tapi jangan khawatir setelah ini kita bakal makan lagi. Jadi jangan ragu untuk membakar kalori.

Setelah berloncatan menyebrangi traffic light bagai bajing loncat. Sampailah kita di jalan Rumah Makan “Gumarang”. Posisinya tidak jauh dari Istana Mimun di Jalan Katamso. Menu andalan di sini adalah ayam goreng. Meskipun sudah sore suasana rumah makan ramai. Indikasi di sini makanananya memang enak.

Layaknya rumah makan padang, ragam lauk disajikan memenuhi meja. Tapi tetap pilihan jatuh pada ayam kampung goreng crsipy. Bumbunya jelas berbeda dibandingkan Fast Food asal Amerika. Ayam goreng ini tanpa tepung namun tetap renyah sampai ke tulang. Bagi yang tidak suka ayam goreng, ada juga ayam sayur dengan bumbu santan. Paling pas dinikmati dengan sayur nangka khas Minang.

Masjid Raya Medan adalah  tujuan berikutnya. Masjid ini dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909. Pada awal pendiriannya, masjid ini menyatu dengan kompleks istana. Gaya arsitekturnya khas Timur Tengah, India dan Spanyol. Masjid ini berbentuk segi delapan dan memiliki sayap di bagian selatan, timur, utara dan barat.

Sultan Ma’mum Al Rasyid Perkasa Alam sebagai pemimpin Kesultanan Deli memulai pembangunan Masjid Raya Al Mashun pada tanggal 21 Agustus 1906 (1 Rajab 1324 H). Pada awalnya Masjid Raya Al Mashun di rancang oleh Arsitek Belanda Van Erp yang juga merancang istana Maimun, namun kemudian proses-nya dikerjakan oleh JA Tingdeman.

Setelah sholat adzhar kami duduk santai di halaman masjid. Menikmati keindahan masjid di tengah kota Medan. Bangunan tinggi menjulang dengan bentuk segi delapan simetris mengingatkan Masjid Raya di kota Banda Aceh. Empat kubah model Turki dengan bentuk patah-patah mengelilingi kubah di bangunan utama. Jendelanya berhiaskan kaca patri nuansa art nouveau 1890-1914, konon diimport langsung dari Cina.

Tiba-tiba butiran hujan jatuh di halaman masjid , orang -orang berlarian mencari tempat berteduh. Kami memutuskan pindah  di warung tenda dekat jalan menuju masjid. Duduk santai sambil menikmati semangkuk kolak dingin, melewati sejengkal petang di kota Medan.

sayur nangka  (kiri) - ayam goreng (kanan)
sayur nangka (kiri) – ayam goreng (kanan)
ayam calio - Rumah Makan Gumarang
ayam calio – Rumah Makan Gumarang
Serambi Masjid Raya (kiri) - tempat wudhu (kanan)
Serambi Masjid Raya (kiri) – tempat wudhu (kanan)
nunasa hijau - Serambi Masjid Raya
nunasa hijau – Serambi Masjid Raya
Interior Masjid Raya
Interior Masjid Raya
Kolak dingin
Kolak dingin

Horas Medan 2012 (part 1): First Food , First Step
Horas Medan 2012 (part 2): Stop di Tip Top
Horas Medan 2012 (part 3): Bertandang ke Rumah Tjong A Fie
Horas Medan 2012 (part 4): Petang di Masjid Raya
Horas Medan 2012 (part 5): Pan Cake Durian Plus
Horas Medan 2012 (part 6): Merapat di Perapat
Horas Medan 2012 (part 7): Air Terjun Situmurun
Horas Medan 2012 (part 8): Menuju Taman Eden 100
Horas Medan 2012 (part 9): Kebersamaan Backpacker
Horas Medan 2012 (part 10): Air Terjun Penutup
Horas Medan 2012 (part 11): Pelajaran Pagi Hari
Horas Medan 2012 (part 12): Istana Maimoon
Horas Medan 2012 (part 13): Harmoni Religi,Alam dan Kuliner

6 tanggapan untuk “Horas Medan 2012 (part 4): Petang di Masjid Raya”

  1. hahahaha … nyeberang traffic light ?!?!?
    makanya jgn sok paten mo jagain ceweq medan nyebrang jalan, taunya keder sendiri kan liat premanitas lalin my hometown ….
    **aseli lucu banget ekspresi mu lari2 ke seberang — gak segitunya juga kalee Mok 😀

    Suka

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s