Blogger, Sibuk Pemotretan Instagram dan Syuting Youtube

Sekarang selebritis bukan hanya ada di dunia hiburan tapi  merambah  ke media sosial. Pernahkan kamu mendengar istilah   selebtweet dan selebgram? Kini kehadiran mereka turut meramaikan ranah dunia kaum pesohor. Meski tak tampak wara-wiri di layar kaca konon populeritas mereka bisa menyamai artis papan atas. Sebut saja Awakrin atau Mimi Peri yang konon tarif sekali posting foto  di angka dua digit atau Reza Arap (pake p bukan b) yang penghasilannya  bisa ratusan juta per bulan.

Lalu blogger? Meski pamornya tak segemerlap selebtweet atau selebgram konon mereka yang memiliki kemampuan paling  adaptif di pergumulan eksistansi dunia maya. Sebut saja  Raditya Dika  yang dulunya blogger kini bermetamorfosis menjadi novelis,  sutradara dan youtuber. Ada Jonru yang kini lebih suka nyinir berduit di media sosial.  Bagaimana dengan blogger lain. Wah jangan kaget jika beberapa blogger mulai rajin memajang foto diri di akun instagram atau ikut-ikutan ngevlog.

Jangan bete’  kalau teman kamu yang blogger bilang.”Maaf aku sibuk banget, pagi pemotretan instagram, siang syuting untuk channel youtube dan malamnya  ngeblog.” Lalu dini hari mengedit video?

Wuih beratnya hidup jadi blogger. Nggak juga, ini untuk bersenang-senang saja. Bagi saya pribadi aktivitas  sampingan ngeblog itu seru. Paling enggak menambah kemampuan diri,  dari yang tadinya nggak bisa ngomong di depan kamera, sekarang bisa cuap-cuap ala presenter gosip. Tadinya nggak terlalu suka difoto sekarang bisalah pose ala-ala Tyra Bank. Dari yang tadinya pendiem bisalah nyinyir dikit yang  efeknya sejagad maya sakit hati *ngakak*.

Tapi tahukah kamu sesungguhnya ada proses panjang dari hasil karya indah memukau yang kamu lihat di instagram dan youtube. Pernahkah kamu membayangkan seorang selebgram harus membawa sekoper penuh pakaian agar selalu terlihat modis. Belum lagi  dandan berjam-jam agar wajah  terlihat glowing memukau  ala bintang Korea.

Konon blogger ini harus make up tiga minggu sebelum pemotretan agar mirip Raisa
Konon blogger ini harus make up tiga minggu sebelum pemotretan agar mirip Raisa

Memang sih sekarang ada aplikasi 360 derajat tapi aku kan beauty blogger, harus pake make up.  Mesti wajah sudah didempul 3cm tapi foto  harus diedit dengan 7 rupa aplikasi mulai dari VCSO, PicsArt, Photoshop, Autocad, Paint, Corel draw dan 3d max. Ini mau bikin foto perut petak-petak kaya kos-kosan.

Lalu bagaimana dengan youtuber. Wah ini sih nggak usah diceritain kerempongannya  dengan membawa perlengkapan videografi kemana-mana. Belum lagi ada youtuber yang sampai membuat studio di rumahnya. Niat banget kan?

Orang di Belakang Layar

Tapi tahukah kamu di balik gemerlapnya  dunia maya ini ada orang di belakang  layar yang mungkin tak terlihat. Seperti teman yang setia memfoto kamu meski kamu hanya mengenakan celana dalam dan  memamerkan bokong burik.

Mereka yang iklas memfotomu berkali-kali setelah kamu bilang. “Kayaknya aku kelihatan  gendut di sini, poto’in  lagi dong.” Padahal kamu tahu ini bukan kesalahan dia. Dan jahatnya lagi  ketia dia minta difoto,   kamu memfoto dengan setengah hati sehingga hasilnya bokeh di wajah. Kejam!

Soal urusan kamera, beberapa blogger masih setia menggunakan tongsis atau octopus tripod untuk mengambil video sendiri. Tapi jika kamu meminta tolong orang lain, plis jangan sampai retake ribuan kali juga kale.

Selalu ada orang hebat di balik karya memukau.
Selalu ada orang hebat di balik karya memukau.

Urusan tolong menolong begini memang diwajibkan dalam agama. Tapi demi menjaga hubungan baik dan profesionalisme, jika  karya kita sudah mulai dihargai  (dibayar) harusnya kita menghargai kerja teman dengan profesional. Kalaupun belum sanggup memberinya uang paling tidak mentraktirnya makan atau piknik.  Kasihan dong teman kamu yang sudah begadangan ngedit video tapi cuma dibayar dengan ucapan terimakasih dan segelas kopi.

Aku sampai kayang motoin kamu tapi kamu sambil merem aja motoin aku. Jahap!
Aku sampai kayang motoin kamu tapi kamu sambil merem aja motoin aku. Jahap!

Kalau aku bayarnya dengan cinta dan  kasih sayang boleh? Boleh saja sih tapi asal jangan di-PHP-in. Kamu mau cari pacar fotografer sekaligus videografer?

Mental Baja

Jujur ya saya lebih percaya diri membuat sesi pemotretan ala-ala  dengan beberapa teman. Kalau sendirian, duh malu banget. Apalagi berpose nista dengan mempertontonkan aurat *pake hijab panjang*.

Perlu nyali besar  untuk membuat foto di destinasi wisata yang ramai pengunjung  dan mengantri. Untuk berpose yang agak-agak ajaib perlu mental. Makanya mental perlu diasah, coba datang ke acara blogger yang kamu tidak  diundang. Lalu dengan percaya diri tanya ke panitia mana goodie bag dan honor kamu.  Yakinlah itu akan memperkuat mental kamu sebagai blogger valak.

Kamu pikir mudah pose kaya gini di lobi hotel sambil dilihatin orang?
Kamu pikir mudah pose kaya gini di lobi hotel sambil dilihatin orang.

Sesungguhnya tantangan youtuber itu lebih berat lagi kalau harus membuat reportasi ala-ala presenter dengan kamera hengpong. Bisa  dinyinyirin orang katanya kita terjangkit  Syndrom Feni Rose (penyakit pengen jadi presenter). Belumlah selesai bikin reportasi tetiba ada orang teriak di samping. Sudahlah bikin kaget suaranya bocor masuk video. Maklum ini pake hape doang dan nggak ada mic clip on. Retake lagi yuk!

Maunya sih pose seksi ala bom sex tapi kayanya seksian meriamnya.
Maunya sih pose seksi ala bom sex tapi kayanya seksian meriamnya.

Wajib Tampil Sempurna

Momen itu nggak datang dua kali, ia bukan cinta yang bisa datang berkali-kali. Ciee. Eh tapi beneran ini mah. Makanya jangan kaget kalau sekarang penggiat dunia maya lebih siap menghadapi momen. Jadi jangan kaget kalau beberapa blogger sekarang lebih sadar dengan penampilan. Ya siapa tahu nemu spot kece, dandanan kita sudah kece. Paling touch up dikit, siap difoto.

Kalau kamu langsing foto kaya gini nggak akan kejadian .
Kalau kamu langsing foto kaya gini nggak akan kejadian .

Penampilan nggak cuma baju atau celana tapi juga bentuk tubuh. Memang sih dengan trik kamera, kita terlihat lebih langsing di foto. Tapi apa nggak capek setiap foto harus tahan napas berkali-kali atau mengempotkan pipi agar terlihat tirus. Jadi jangan kaget kalau ada blogger yang tetiba tubuhnya mengecil lalu jadi hobi berfoto. Ini tuntutan karir Kak, kita tuh dah kaya artesss! Siapa tahu bisa jadi host MTMA pamer  dan pamer perut sixpack.

Wardrobe & OOTD

Karena momen tak terduga kita juga harus siap setiap saat. Coba kamu intip isi tas para blogger ketika sedang piknik asik. Selain kamera dan leptop  dapat dipastikan ada beberapa wardrobe yang dapat mendongkrak penampilan jadi lebih kece seperti kacamata, syal, kain etnik dan topi modis.  Dan kadang semua ini nggak cuma satu, bisa dua, tiga bahkan selusin. Maklumah bloggernya juga nyambi dagang Sis.

Wardrobe dadakan pinjm topi tukang gorengan.
Wardrobe dadakan pinjm topi tukang gorengan tapi gelang tangan endorsan mini market depan kosan.

Kalau aku yang tadinya ngelombrot tetiba sekarang jadi Mr OOTD (Outfit Of The Day) itu upaya untuk pencitraan diri dan woro-woro ke pemirsa kalau aku sudah melek fashion. Plis kalau ada yang mau endorse aku hijab poni, leging motif granat muncrat atau kaftan ala Syahrini.

Menjadi Kreatif

Bandingkan tulisan pemenang lomba blog  era multiply  dengan sekarang. Jika dulu jawaranya kebanyakan tulisan berkualitas tinggi yang jurnalis banget. Sekarang tulisan blog kreatif yang jadi pemenangnya. Bukan hanya tulisan yang bagus tapi juga dilengkapi dengan infografis, foto cantik dan video. Ini membuktikan bahwa sekarang blogger makin kreatif dan dituntut makin kreatif agar bisa eksis.

Jangan berhenti ngeblog karena walau sedang berlibur. #pencitraan
Jangan berhenti ngeblog karena walau sedang berlibur. #pencitraan

Tapi pertanyaannya apakah blog akan tetap eksis di tengah gempuran karya visual dunia maya seperti foto instgaram dan vlog. Apalagi  masyarakat Indonesia lebih menggemari  konten video dan grafis dibandingkan tulisan. Tenang Kak, selama kuota internet masih bayar dan mahal orang Indonesia masih berpikir dua kali untuk menonton video di internet.  Mungkin kita perlu banting setir jadi youtuber andai internet gratis di negeri ini.

Nggak perlu Kak, kemampuan menulis tetap diperlukan untuk membuat skrip video yang baik  dan caption instagram yang bagus. Jadi tetaplah  ngeblog dan menulis walau aktivitas dan bakatmu segudang. 🙂

Postingan bersama  ini terinspirasi dari  obrolan seru beberapa blogger tentang Behind The Scene sesi pemotretan blogger. Mau lihat postingan dan foto nista lainnya? Simak tulisan di bawah ini.

  1. Rumitnya Jadi Seleb Media Sosial Saat Ini | Deddy Huang
  2. [Behind The Scene] Kisah di Balik Foto | Adie Riyanto
  3. Di Balik Foto-Foto Cetar Yang Beredar di Media Sosial | Dian Radiata
  4. Tulisan belum jadi | Awkarin

59 pemikiran pada “Blogger, Sibuk Pemotretan Instagram dan Syuting Youtube

  1. hiya ampuuunnn aku butuh instagram boyfriend!!! masa temenan sama tripod atau pole melulu kalo mau difoto baca buku. (karena kalau difotoin temen biasa butuh banyak berdoa supaya hasilnya bagus, walau pakai hati sedikit)

    Disukai oleh 1 orang

  2. Emang perjuangan banget untuk bisa dapetin foto yang cetarr demi tampilan IG yang menjual. Aku pernah liat Koh Deddy loncat berkali-kali demi dapetin foto levitasi yang oke. aku kasiannya bukan ama Koh Deddy tapi ama Dee yang motret berkali-kali sampai dibela-belain ndelosor demi dapetin angle yang pas.
    Aku sendiri kebetulan punya pasangan blogger jadi kalo mau foto-foto tinggal minta tolong aja. Tapi ya gitu, kalo motret istri kudu sabar berulang kali motretin sebab wanita pengin tampil sempurna di depan kamera 😀

    Suka

  3. Waw aku hampir kejengkang liat foto pamer kaki jenjang 😂😂

    Aku menikmati banget baca tulisanmu ini, Danan. Tulisan dan foto yang sukses bikin aku ngikik tapi juga dapat ilmu. Ajaib ya dunia maya ini. Penuh perjuangan dan pengorbanan di baliknya. Salut buat postingan2 kece di medsos, blog, dan youtube.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Serius sampai sebegitunya? Repot juga ya mas hehehehe … Aku sejauh ini cuma bawa kamera, sama gorilla pod aja, terus nunggu tempat agak sepian. Kalau tempat ngantri, aku malah lebih suka motretin yang pada ngantri 😀

    Tapi sejauh ini memang blogger tuntutannya banyak. Gak cuma nulis, tapi harus bisa bikin foto dan video yang kece juga. Ya supaya postingannya tambah menarik, sembari berharap masyarakat Indonesia makin demen baca selain nonton video dan lihat gambar 😀

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s