jomblo rajin piknik

Apa Yang Dipikirkan Orang Ketika Jomblo Rajin Piknik

Bagi sebagian orang menjadi jomblo itu takdir hidup paling nista di dunia fana. Bayangkan dari sekian milyar penduduk bumi , kamu tidak menemukan seorang pun untuk dijadikan pasangan hidup hingga usiamu kepala tiga atau empat. Ironis.

“Masalahanya dimana? Ah kamu terlalu pilih-pilih. Sok jual mahal kamu. Ayo membuka diri, membelah diri dan bla… Bla… (Memang saya amoeba).” Pertanyaan empati cenderung kepo yang sebetulnya tak menyelesaikan masalah dilontarkan bertubi-tubi tanpa henti.

Meski sesungguhnya mereka tak pernah tahu bahwa single itu pilihan dan jomblo takdir.

Dan praduga jomblo durjana makin menjadi ketika , pria dan wanita tak memiliki pasangan hidup memiliki hobi travelling keliling dunia.

1. Pelampaisan Patah Hati
Menjauh dari kehidupan rutin serta mendatangi tempat-tempat sepi para jomblo sering dituduh mencari pelarian.

Setelah kisah asmaranya kandas maka cara terbaik meninggalkan semua kenangan , termasuk melihat tempat yang akan membangkitkan bayangan sang mantan. Konon ini cara terbaik agar tak mudah dihubungi oleh sang mantan yang ingin balikan.

Tapi apakah sedrama itu? Ya ampun kalau cuma mau ngelupain mantan ngga usah repot repot travelling lalu balik lagi. Sekalian saja pergi pindah galaksi dan dimensi lain, dijamin mantan nggak akan nemuin kamu.

Ya iyalah wong beda alam mau ketemu gimana?

jomblo rajin piknik
jomblo rajin piknik

2. Mencari “Kebebasan”
“Sudah travelling keliling dunia masa nggak nemuin yang cocok. Apa jangan-jangan sudah coba semuanya. Bingung mau pilih yang mana?”

Tak menampik memang ada traveler yang hobi berpetualang di atas ranjang selain menggendong ransel. Namun saya rasa jumlahnya tak terlalu banyak.

Jika hanya mau begituan dengan perempuan beragam ras wanita, saya rasa tak perlu keliling dunia. Konon (lagi) sebuah klub malam di jakarta menyediakan wanita berbagai ras yang dapat dikencani dengan harga relatif murah tanpa harus membeli tiket pesawat.

Feel free bukan berarti penganut free sex *eeh *
Feel free bukan berarti penganut free sex *eeh *

3. Berburu Pasangan Bule
Kejarlah ilmu sampai ke negeri China dan kejarlah pasangan hidup sampai ke Eropa jika ingin memperbaiki keturunan. Huff!

Julukan bule hunter kerap dituduhkan kepada jomblo yang suka melancong ke luar negeri terutama perempuan.

Sikap terbuka dan gampang bergaul kepada siapa pun terkadang identik dengan cewek gampangan. Gampang diajak travelling belum tentu gampang diajak bobo apalagi kelon. Soalnya kadang tidur di bandara, masa sih mau berasik masyuk di ruang tunggu bandara.

Lagian berburu yang lokal aja nggak dapet-dapet. Ini mau cari bule yang kalo berantem harus telepon interlokal bahkan internasional. Berat diongkos kakak. Mending duitnya untuk beli tiket promo.

4. Tidak Memikirkan Masa Depan

“Sebaiknya kamu meninggalkan hobi jalan-jalanmu lalu menabung untuk masa depan “, nasihat teman super kepo yang kebetulan perokok.

“Kak, kamu pikir sekali travelling berapa buget aku?”

“Gaji sebulan?”

“Begini ya. Kamu sehari beli rokok berapa? ”

“Tiga puluh ribu.”

“Oke kalau begitu sebulan 900 ribu rupiah. Jika dikumpulkan 6 bulan saja sudah 5,4 juta. Itu cukup lho buat travelling. Artinya setahun saya bisa piknik dua kali tanpa mengganggu pos tabungan masa depan . Kamu?

“…..” Hening.

Kutipan percakapan di atas adalah murni pengalaman pribadi penulis

ya ampun rambut kakak ini kusut banget apalagi hidupnya
ya ampun rambut kakak ini kusut banget apalagi hidupnya

6. Tidak Memiliki Rencana Hidup

Sibuk berburu tiket murah dan selalu menjawab “iya” kalau diajak travelling memang terkesan tak memiliki rencana hidup gemilang di masa depan. Apalagi kalau travellingnya gaya backpacking berbulan-bulan tanpa tujuan yang jelas hanya mengikuti kaki melangkah.

Status single memang memberikan kesempatan untuk berjalan sendiri tanpa banyak pertimbangan banyak hal , tapi bukan tanpa rencana. Spontanitas seorang backpacking itu bukan tanpa perhitungan. Kamu tengok saja isi tas mereka, kamu bakal menemukan barang-barang yang mungkin tak pernah terpikirkan oleh kamu.

Menghadapi masa depan tidak hanya perlu rencana panjang di atas kertas, tapi bagaimana melatih intuisi untuk menghadapi kondisi terburuk. Sesungguhnya itu hanya bisa dilatih dengan travelling dan keluar dari zone aman dan nyaman.

7. Tidak Punya Uang Untuk Menikah

“Sudah tidak punya calon (pacar) ,Β  nggak ada uang untuk menikah. Duh sial banget hidup loe gaes. Pelaminan pasti akan terasa sangat jauh dari hidup loe! Ini pasti semua gegara duit habis untuk jalan-jalan. ”

“Bisa jadi sih!”

“Tapi bukankah kalau sudah jodoh, uang tidak masalah. Wong biaya nikah ke KUA tidak sampai satu juta rupiah.”

“….” Hening sejenak lagi.

Hak setiap orang untuk memikirkan kaum jomblo yang konon katanya paling malang sedunia. Kalau mereka yang jomblo bisa bahagia dengan piknik . Kenapa kamu yang memiliki pasangan tidak bisa bahagiaΒ  dan sibuk memikirkan orang lain.

Apa kamu kurang piknik?

41 pemikiran pada “Apa Yang Dipikirkan Orang Ketika Jomblo Rajin Piknik

  1. LOL , dulu aku sering ditegur sama saudara, atau orang lain yang malah ga deket, “hidupmu jalan-jalan mulu sih? ga mikirin masa depan?” . Berasa makhluk nista abis. Sekarang udah nikah ditanyain “Kok masih jalan-jalan aja, ga mikirin punya anak?”. Hedeeeuuhh , susah kadang ngasih penjelasan ke orang yang ga piknik πŸ˜€

    Disukai oleh 1 orang

  2. hahaha.. ngakak baca postingan ini. ngomong2 budget, pas ke Eropa bbrp bulan lalu selama kurang lebih 10 harian, dipikir temen abis duit sampe 100 juta! gila ya, pada ga tau harga kali ya.. makanya sering piknik dianggap duitnya gak berseri. ya di-aminin aja lah πŸ˜€

    Disukai oleh 1 orang

  3. bang.. itu mendingan klo pikniknya sendirian cuma di tanyain kapan nikah dll..
    lah saya, udah nikah dan udah beranak dua ditanyain juga, kenapa sering2 piknik? itu kan harus kali 4 semua biaya? apa g mikirin anak sekolah? klo anak sakit ntar gimana?

    ya elah… #tetibaCurcol

    Disukai oleh 1 orang

  4. Kejadian no 1 sering banget (akibat keseringan hunting engineer #eh), kalo ditinggal piknik pasti gak ketemu lagi (orangnya, bukan profesi yang sama :p)

    Sialnya, waktu ke India semua cowok lokal yang ditemui selalu ngaku engineer. Gemana mo move on cobaa..

    Disukai oleh 1 orang

  5. Ngakak banget baca postingan ini kak! Hahaha. Btw ada pacar ato engga tetep aja serba salah.
    Ada pacar, jalan-jalan sendiri. Ditanya, “Kok pacarnya ga diajak? Kamu tega ya? Mau selingkuh ya?!” –> Yeee orang pacarnya gasuka diajak jalan-jalan. Daripada ngomel2 melulu sepanjang perjalanan mending ditinggalin di rumah deh πŸ˜›

    Disukai oleh 1 orang

  6. Yg paling males klo suka jalan jalan trus dibilangnya buang buang duit, padahal prioritas orang juga beda beda. Dinikmatin aja dulu mas sebelum sibuk beli popok dan keperluan rumah tangga lainnya

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s