Segenggam Kerang Sungai Setiu

mencari segenggam kerang di sungai Setiu
mencari segenggam kerang di sungai Setiu

Wajah itu tidak tertunduk tapi tengadah penuh pengharapan. Keranjang kosong tersunggi di atas kepala yang hampir tenggelam di antara gelombang ringan sungai Setiu.

“Bagaimana Pak pendapatan kerang hari ini?”

“Sepertinya rejeki hari ini agak susah.” Pria itu kembali mengais dasar sungai, membolak-balik pasir dengan kaki dan tangan.

“Tapi… alhamdulilah, saya dapat satu.” Kerang bercangkang rapat tergenggam erat di tangan muncul ke permukaan.

Begitulah drama pencari kerang sungai Setiu yang diperankan oleh Acen dengan sempurna. Ekpresi lengkapnya dapat kamu tonton di sini.

pencari kerang sungai Setiu
pencari kerang sungai Setiu diperankan oleh Acen Jalan Pendaki

Hari ini peserta Terengganu International Squid Jigging Festival 2015 mendapat tantangan baru, mencari kerang di Sungai Setiu. Gelombang besar mengail sotong semalam membuat  trauma mengarungi sungai . Pelampung dikenakan kencang-kencang dari desa Mangkuk agar tidak celaka jika jatuh terhempas gelombang. Perahu berawak enam orang menyusur sungai menuju Kuala Baru.

“Kita menuju samudra luas”, bisik salah seorang jurnalis. Terbayang gelombang besar mengombang-ambingkan perahu mungil di tengah samudra luas.

3
dari Kampung Mangkuk menuju Kuala Besar

Kejar-kejaran perahu melupakan kekhawatiran sejenak. Lambaian pohon cemara udang di sisi sungai membuat hati sedikit tenang. Perahu kecil berhenti di dekat delta berarus teduh , nakoda mengisyratkan untuk turun. Kami berpandangan , tak ada yang berani menyentuh air.

“Dalamkah?”

“Byur!!!” Sang nakoda terjun ke air. Ternyata air hanya setinggi dada kalau jongkok dan paha kalau berdiri.

sungai Setiu tidak terlalu dalam
sungai Setiu tidak terlalu dalam

Ternyata mencari kerang di sungai tidak seekstrim mencandat sotong di laut . Namanya aja sotong mirip otong, suka melawan kalau dipancing. Beda dengan kerang bulu , biasanya pasrah  di atas kasur eh dasar sungai.

Perlu  sedikit usaha mengorek-ngorek dasar berpasir, sebetulnya diraba pakai kaki bisa. Tapi tangan lebih peka kalau urusan menggrepe-grepe. Mungkin karena sensor ujung jari tangan lebih dekat ke otak. Apalagi para lelaki , jagonya yang gini-gini *ehem*.

selfie -  ritual sebelum mencari kerang
selfie – ritual sebelum mencari kerang

Lima juranlis dan blogger kece asal Indonesia – Acen, Danan , Eka , Gio dan Gio – turun ke sungai sambil menjinjing keranjang plastik.

“Bro kali ini kita harus mendapatkan terbanyak.” Teriak Acen penuh semangat.

“Tapi bagaimana mungkin aku ngga biasa cari kerang.” Sok imut , sambil jinjing Hermes eh keranjang plastik.

“Semangat!!!”

Baiklah , tak kalah bersemangat mulai menggerepe dasar sungai dan memungut setiap benda asing yang tersangkut di jari. Satu dua kerang terkumpul di dalam keranjang, sampai akhirnya sekitar satu kilogram.

“Bro kayaknya itu bukan kerang yang dicari”, ujar Gio.

“Hiks. Ini bukan kerang?”

“Kerang tuh yang kaya gini” Gio menunjukan binatang bercangkang dua bukan berumah mirip siput.

Gio menunjukan kerang yang seharusnya diambil
Gio menunjukan kerang yang seharusnya diambil

Dengan berat hati keong yang sudah dikumpulkan ditumpahkan ke sungai. Seandainya tetap di keranjang  tidak akan dihitung panitia untuk menentukan kemenangan.

Kembali tangan dan kaki mengais dasar sungai penuh perasaan berharap kerang bulu didapat, tapi tidak semudah itu teman.

Matahari mulai condong menghantarkan kilau cemerlang di permukaan air , cahaya  terik berangsur surut menyisakan sinar kekuningan.

“Pritttt….” Pluit panjang melengking satu kali , tanda waktu berburu kerang usai. Pencari kerang dadakan harus bergegas naik ke atas kapal , kembali ke Kampung Mangkuk untuk menimbang hasil tangkapan.

Kami saling berpandangan, rasanya sulit memenangkan kompetisi dengan segenggam kerang di keranjang. Sudahlah teman , tak usah sedih apalagi gundah dan galau. Anggap saja hari ini belum rejeki kita.

6

Satu persatu perahu  merapat di pelabuhan Kampung Mangkuk. Panitia menyambut keranjang penuh berisi kerang lalu disatukan ke dalam ember untuk dibawa ke Primula  Beach Hotel sebagai menu makan malam.

“Ada yang ganjil”

“Apa?”

“Kok kerangnya ngga ditimbang.”

….. Hening sejenak….

Berarti tidak ada pemenang dan perlombaan dong. 😀

~Selesai~

Setiu merupakan salah satu negeri di daerah Terengganu, Malaysia. Setiu diambil dari nama pahlawan asal Bugis. Pada tahun 1870 terjadi peperangan antara Belanda dan Bugis. Karena kalah perang dan tidak ingin dijajah Belanda, Tok Setiu berlayar ke utara. Akhirnya ia bersama pengikutnya menemukan daratan bernama Terengganu. Waktu itu Negeri Terengganu  bawah pemerintahan Sultan Ahmad II (1875 – 1881).

Tulisan ini merupakan farm trip Terengganu Internasional Squid Jigging Festival 2015 , 2-7 Juni 2015.  Undangan  Tourism Terengganu and Gaya Travel Magazine.
Tulisan ini merupakan farm trip Terengganu Internasional Squid Jigging Festival 2015 , 2-7 Juni 2015. Undangan Tourism Terengganu and Gaya Travel Magazine.

23 pemikiran pada “Segenggam Kerang Sungai Setiu

  1. Hahaha, andai mencandat sotong semudah ini ya…

    Paling seru waktu mas Eka nyemplung ke air, terus mengkhayal mirip James Bond, tapi dalam bayangan gw kenapa jadi Halle Berry ya? 😀

    Suka

  2. Oalah ternyata drama ini yang diterangkan Mas Gio dalam postingannya :haha. Kalian memang sangat menghayati peranan dalam setiap kesempatan, bahkan mencebur ke sungai bisa jadi deramak! Supercool :haha. Jadi drama apa yang kalian persiapkan untuk pertemuan selanjutnya? *betulan digampar karena sok akrab* :wkwk.

    Tidak ada foto soal hidangan olahan kerangnya itukah, Mas? Soalnya kayaknya saya mulai lapar… :hehe.

    Suka

      1. Sudah kalap duluan ya Mas, makanya kalau mau difoto pun tinggal cangkang dan piringnya doang :hihi *digampar*.

        :)).

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s