Kuliner Malaysia

Ji Yuan, Steamboat Halal

Steamboat
Steamboat Halal – Johor Bahru

Denyut kehidupan malam kawasan Merlin Tower Johor makin menghanyutkan. Kerumunan orang duduk  di depan kedai, mengitari meja bundar sambil bercengkrama. Suara botol dan gelas beradu berpadu semarak bersama kepulan mangkuk sup panas. Saya  ragu akankah   makan malam di sini,  melihat tulisan menu babi panggang menantang di dinding kedai.

Waktu menunjukan pukul 10 malam , artinya terlambat makan dua jam waktu Indonesia Barat. “Kita cari makanan halal saja…” Febri menemani langkah gontai saya yang lapar berat. Seandainya membawa mie instant dari Indonesia pasti malam ini sudah duduk santai di penginapan. Gerutu batin sambil mendengus kuat, menolak aroma masakan masuk menggoda indra perasa .

Bagai melihat bidadari dari surga (ngga pake eaaa) , Kedai Ji Yuan memajang logo halal. Tanpa melihat menunya apa langsung duduk di bangku depan kedai , kaki gemetar langsung lemas pasrah. Steamboat dan Barbeque. Pilih yang mana ya?

Ji Yuan Barbeque and Steam Boat - Jalan Meldrum
Ji Yuan Barbeque and Steam Boat – Jalan Meldrum

“Ini… ajah deh.”Tangan gemetar kelaperan menunjuk foto menu.  Steamboat untuk dua orang seharga 22 RM, tanpa nasi. soalnya kita berdua  Om-Om yang sangat  peduli dengan penampilan  walau beda kadar. Febri menjaga agar badannya tidak melar sedangkan saya menjaga tidak makin melar.

perlengkapan tempur sebelum mengacak-acak meja makan
perlengkapan tempur sebelum mengacak-acak meja makan

Nggak pake lama makanan dijembreng di meja. Tapi ngga bisa langsung dimakan musti nunggu kaldu ayam mendidih baru sayur dan ikannnya dimasukan.

Momen makan malam selalu jadi  pelampaisan. Setelah seharian bekerja semua dituntaskan di meja makan , mulai dari rasa lapar hingga curhatan kantor yang diselipi gosip. Berhubung saya dan Febri sedang liburan obrolan kita nggak ada hubungan dengan kerjaan , takut ngerusak mood. Cengar-cengir ngintip grup Whats Up SMP, sesekali up date foto jalan-jalan tadi siang.  Buset alay banget sih kita?

calon korban sudah pasrah di atas piring
calon korban sudah pasrah di atas piring

Its long time ago. Rasanya sudah lama banget gua makan satu meja dengan Febri. Setelah lulus SMA kita pisah kota, Febri cabut kuliah ke Jakarta dan gua sempat di Bogor terus balik Lampung lagi. Dulu sih jaman SMA biasa nongkrong di bakso Pak Min atau bakso Rajawali dekat pasar Bambu Kuning, sepulang les Mijan. Jaman sudah berubah, kita udah nggak mungkin lagi nongkrong tiap hari pakai baju abu-abu. Lagian nggak lucu ah perut buncit bajunya putih abu-abu, entar disangka ABG tua.

langsung diracik dengan yang punya kedai, tapi bohong
langsung diracik dengan yang punya kedai, tapi bohong

Aih ini kok review tempat makan malah curhat. Oke kembali ke topik. Ritual nyetemboat pun dimulai, setelah kaldu mendidik satu per satu bahan dimasukan. Biar ada kesan kental, jangan lupa telur dicemplungin. Udek-udek sebentar, kanan kiri sambil ngobrol ngalor ngdidul. Dan TARA…!!! Siap disantap. Ajaib bukan?

siap disantap
siap disantap

Lebih ajaib lagi semua makanan ini berlompatan masuk ke dalam perut tanpa bersisa. Panas sih tapi rasa lapar mengalahkan segalanya. Untuk rasa gua kasih nilai 8/10, kaldunya enak jadi rasanya makin mantap. Pelayannya juga oke, si embak ramah dan cekatan. Kita panggil dan butuh apa langsung hadir, gua rasa dia pake pintu doraemon, baru mikir minta mangkok tau-tau doi dah ada di samping. Cieee yang selalu berdiri di samping akyu….

ini dia sisanya, iya cuma ini...
ini dia sisanya, iya cuma ini…

Acara makan malam berkhir dengan apik bukan epic. Kalau epic kaya pasangan di ujung sana, kelar makan kok  berantem *mata kepo*. Gua dan Febri setuju untuk undur diri lebih awal nggak kongkow-kongkow seperti kebanyakan orang di sini. Bukannya gelisah pengen cepat bobo tapi gadget butuh makan alias low battery.

13 komentar

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.