Cerita Kost Part 1 – Kostan Nakal

Kostan Bukan Rumah Hanya  Tempat Singgah
Kostan Bukan Rumah Hanya Tempat Singgah

Setelah sekian kali pulang pergi Jambi -Lampung tiap dua minggu, gue mikir buat kos. Biar punya kehidupan sosial di Jambi. Maklum sebagai pendatang nasib gua mirip pesakitan. Sampai di kota Jambi langsung dideportasi ke hutan. Hu… hu… hu…

Biar ngirit rencana patungan kos dengan teman yang skejul kerjanyanya beda. Lagian kalau kos sendiri kasihan kamar kost, masa dtidurin cuma seminggu dalam sebulan. Pemborosan banget kan.

Teman gua ngajak kos di daerah J**** namanya Angel apa gitu (udah lupa). Yang punya tante-tante gitu, pas kita kontak ternyata dia lagi di Jakarta. Dia bilang datang aja ke kosan ada asistennya yang siap membantu. Oh iya suara si tante ini lembut banget kaya malaikat, la iyalah nama kosannya aja Angel. Pasti yang punya mirip Angel Lelga xixixixi.

Yo wis , diwaktu yang disepakati kita berkunjung ke kosan dengan harapan langsung bisa ditempatin, berhubung gua ga punya tempat tinggal di kota dan udah dideportasi dari hutan. Kita naik sepeda motor masuk ke gang di jalan protokol dengan bangunan ruko. Lumayan jauh masuknya dan daerahnya sepi, tapi akhirnya ada rumah cukup besar , pagarnya tinggi.

Laki-laki usia 40an menyambangi kita. Pasti bukan satpam karena badannya kecil dan ternyata asisten si tante pemilik kosan. Dengan ramah doi menyambut kita. Tapi ramahnya kebablasan agak-agak melambai bak nyiru di pantai. Tapi lupakan. Tujuan kita bukan mau ke pantai apalagi cari yang melambai.

Berhubung sudah malam, sekitar jam 8-an. Langsung to the point tanya harga kamar. Katanya ada dua macam kalo yang murah 500 ribu dan sejuta. Karena buat singgah doank , kita pilih yang gope. Tapi ada yang aneh pas kita bilang mau pakai kamarnya buat berdua, padahal kita ga bakal bareng.

“Hmmmm mau dipake berdua ya? Mata om om itu curiga.

“Iya… tapi kita ga bakal sekamar, soalnya jadwal kerja kita beda. Lagian paling kita pakai dua minggu aja sisanya kosong.”

“Oh… gitu ya. Tapi ga bisa lho.” Asisten tante tetap mandang curiga . Asli gua gondok, kok kayak dicurigai pasangan homo gitu sih. Padahal kita laki banget ga ada melambai-melambainya.

“Kita normal kok , ga bakal aneh-aneh.”

“Iya . Tapi kalau di sini pasangan laki dengan laki ga bisa. Tapi kalau laki dengan perempuan bisa.”

“Maksudnya?” Gue tambah ga ngerti. Temen gua apalagi doi makin bengong.

“Gini ya kalo pasangan pacaran laki perempuan di sini bisa. Ya pacaran 6 bulan ganti pasangan juga ga apa-apa sih.” Om asisten menerangkan. Dan sumpah gua makin sulit mencerna.

Teng… hening sejenak. Gua mulai konek tapi beneran tidak seperti yang gua harapkan. ๐Ÿ˜ฆ

“Terus kenapa kita ga bisa?” , kekeh nanya .

“Hmmm ga bisa aja , udah peraturannya kaya gitu. Tapi kalau mau kos sendiri-sendiri bisa sih.” Sumpah gua pengen ngetok kepala si asisten.

Teng… gua mikir lagi dan mulai melihat lingkungan dengan seksama. Pukul menunjukan 8:30 malam penghuni kosan kayanya makin rame aja yang keluar. Kebanyakan perempuan dandannya menor. Eeh ada yang pake rok mini. Ga beres nih. Temen gua udah kekeh aja pengen kos di sini tapi feeling gua ga enak.ย  Tapi penasaran juga sih. Dengan alasan klasik pengen pipis masuklah ke dalam kos-kosan.

Kosannya lumayan besar berlantai dua, bentuknya letter U dan ada taman di tengahnnya. Tapi pas masuk ke dalamnya kamar-kamarnya cuma disekat paki papan. Hiks jadi curiga jangan-jangan sengaja, biar kalo “beraktivitas” kedengeran kemana-mana. Mayoritas penghuninya wanita muda ramah dan bisa dijamah . Apalagi liat gua dan temen gua yang memang ganteng, om-om ganteng tepatnya.

“Gimana mas . Jadi ambil yang mana.” Asisten kosan bertanya kenes dengan lambaian pohon kelapa. Buset ambil yang mana, memang ini lokalisasi.

Liat kondisi dalam yang tidak seindah di luar,ย  gua udah ilfill aja dengan ini kosan. Tapi demi menjaga perasaan asisten . gua bilang nanti akan mengabari secepatnya kalau mau masuk. Dan perasaan gua makin ga enak pas keluar kosan. Penghuninya bertaburan keluar malam pada dandan menor dan seksi.

“Eh loe dapat dari mana sih kontak kosan Angel ini.” Penasaran gua nanya ke temen kerja.

“Jadi gini , pas pulang dugem gua nganter cewek beler (baca: mabok). Nah di sini kos-kosannya.”

“Whatttt!!!!!.” Walaupun gua bukan cowok baik-baik tapi ogahlah ngekos di tempat gini. Gua baru ngeh kalo si asisten mau meroyek gua nyariin pasangan buat temen kos. Selentinganย  ini kosan tempat gandokan alias wanita simpenan pejabat atau pengusaha. Daripada disewain rumah mending dikosin. Ongkos maintenance murah meriah. Dan terbukti. Sekitar bulan Agustus kemarin diberitakan di televisi swatsa sebagai tempat prostitusi berkedok kosan. Wow jangan-jangan si asisten itu germonya. Aih jadi inget ownernya si tante bersuara malaikat. Masih simpan ga ya nomor kontaknya. PLAK!!!!

Ga kebayang kalo gua kos disitu terus muka gua muncul di TV sebagai penghuni kosan nakal plus plus.

48 pemikiran pada “Cerita Kost Part 1 – Kostan Nakal

  1. “Penghuninya wanita ramah dan bisa diajamah” baca kalimat ini ane ngakak gan lucu banget, dan sensornya juga greget banget ahahhaahah. btw nice share gan keep posting ya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s