Nusa Tenggara Timur Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 33 ): Ini Komodo Bukan Omdo

Komodo - hewan endemik Flores
Komodo – hewan endemik Flores

Beredar kabar hoax di dunia maya,  Pandji sang petualang terbiasa bergelut dengan ular mati tercabik-cabik reptil raksasa di Pulau Komodo. Ternyata kabar ini tidak sepenuhnya bohong. Ranger kami berkisah presenter berpotongan rambut mohak harus menyerah melawan keganasan komodo. Merasa terusik komodo terus mengejarnya, mengharuskan Pandji naik ke atas pohon. Jadi bukan omdo (omong doang) kalau Pandji gagal menaklukan komodo.

Jika pagi ini kapal kami merapat Loh Liang , tujuannya  bukan menaklukan komodo. Tapi melihat lebih dekat Varanus Komodoensis. Hewan yang tertulis di buku “On a Large Species from The Island of Komodo” karangan P.A.Ouwens seorang kurator  Museum Zoologi Bogor (1912). Komodo diperkirakan sudah aja sejak zaman purba. Kemampuannya beradaptasi membuat spesiesnya bertahan hingga sekarang. Konon dalam kondisi terburuk komodo berkembang biak sendiri dengan hermaprodit.

Komodo bukanlah predator bertaring dengan  cakar kuat seperti harimau atau singa. Tapi air liurnya mengandung  60 jenis bakteri dan salah satunya bisa menyebabkan keracunan darah. Lidahnya  mampu mengendus bau darah sejauh 5 kilometer. Fungsinya menemukan kembali mangsa yang telah mati keracunan. Oleh karena itu pengunjung wanita sedang datang bulan tidak disarankan berwisata ke area ini.

Usai briefing ranger menawarkan tiga jalur trekking: short, medium ,long dan adventur. Kami bersepakat memilih trek medium 3 kilometer dengan durasi 1,5 jam. Petualangan dimulai dengan doa bersama lalu menyusuri jalan setapak. Pengunjung diharapkan tidak terlalu berisik karena jika  terusik komodo akan lari sembunyi.

Vegatasi hutan musim tropis seperti kesambi (Schleichera oleosa) dan asem (Tamarindus indica) mendominasi. Di beberapa bagian pohon tumbuh subur lumut dan tumbuhan saprofit anggrek merah. Beragam jenis palem tumbuh subur salah satunya pohon lontar (Borassus flobellifer). Komodo kecil hidup di atas pohon  hingga usia 2 tahun menghindari predator seperti babi hutan, ular atau komodo dewasa. Istilah bule “Komodo is not good papa and mama”.  Setelah bertelur induk komodo akan meninggalkan sarangnya hingga telur menetas sendiri. Setelah menetas bisa saja kedua orangtua akan memangsa anak-anaknya.

Ranger mengisyaratkan agar tidak berisik melewati Water Hole. Di pagi hari biasanya komodo akan ke sini untuk minum. Dan benar saja, tidak jauh dari Water Hole beberapa wisatawan sudah mengelilingi seekor komodo jantan. Komodo bukanlah satu-satunya daya tarik di sini. Penghobi satwa aves bisa melihat beragam jenis burung. Hari ini yang tertangkap oleh kamera saya hanya  kakaktua jambul kuning (Cacatua sulphurea) dan Gagak kampung (Corvus macrorhynchos).

Jalan mulai menanjak menuju savana keemasan  khas bumi Flores. Dari Sulphurea Hill terlihat teluk Loh Liang. Tidak banyak satwa di sini hanya sesekali burung gagak hinggap di dahan. Di tanah kering terlihat gumpalan serat seperti kapas tapi lebih kasar, kotoran komodo. Ternyata sistem pencernaannya komodo ramah lingkungan tidak menghasilkan banyak limbah. Bayangkan jika manusia, dijamin tidak perlu membuat septitank  besar dan sungai minim limbah kotoran manusia . Nampaknya serat kotoran ini bisa dipintal jadi benang lalu ditenun jadi tenun ikat. Produknya bakal terkenal seperti kopi Luwak. Tenun ikat kotoran komodo. 😀

Kira-kira satu jam kami sudah sampai di tepi pantai melihat komodo malas tidur di bawah rumah panggung. Tiba-tiba lidahnya menjulur lalu berdesis seperti ular karena terusik kehadiran wisatawan. Saya langsung ambil langkah seribu terbayang bagaimana jika hewan ini berdiri , mirip godzilla.

Biar aman saya memilih mengamati dari dekat komodo kayu di art shop (*modus belanja). Di sini komodonya lebih unyu ada yang pake baju selam dan lagi dansa (*padahal lagi berkelahi). Pengen sih membawa pulang satu tapi harganya tidak bersahabt dengan backpacker. Dan packing-nya susah di dalam ransel (*alasan bokek kalo ini).

Komodo memiliki daya tarik luar biasa bagi wisatawan mancanagera. Tidak heran mereka berlama-lama mengamati kadal raksasa.  Terkadang sampai lupa bahwa pantai di pulau ini sangat indah.  Sebetulnya banyak keunikan flora dan fauna lain yang bisa dilihat . Ciyus ini bukan omdo alias omong doang :D.

Pulau Komodo , Flores Nusa Tenggara Timur
Pulau Komodo , Flores Nusa Tenggara Timur
Trekking - aktivitis favorit wisatawan
Trekking – aktivitis favorit wisatawan
bukit savana di Pulau Komodo
bukit savana di Pulau Komodo
Fotografi - merekam keindahan alam sera keunikan flora dan fauna
Fotografi – merekam keindahan alam serta keunikan flora dan fauna
buah pala (kiri) ; anggrek (kanan)
buah pala (kiri) ; anggrek (kanan)
kotoran Komodo
kotoran Komodo
Gagak kampung (Corvus macrorhynchos) ; Kakaktua  jambul kuning (Cacatua sulphurea)
Gagak kampung (Corvus macrorhynchos) ; Kakaktua jambul kuning (Cacatua sulphurea)
Sulphure Area
Sulphurea Hills
Cervus timorensis - penghuni lain pulau Komodo
Cervus timorensis – penghuni lain pulau Komodo
Varanus Komodensis berjemur di pagi hari
Varanus Komodensis berjemur di pagi hari
souvenir - patung komodo kayu
souvenir – patung komodo kayu
pantai daya tarik lain pulau Komodo
pantai daya tarik lain pulau Komodo


Pulau Komodo salah ikon propinsi Nusa Tenggara Timur dan kebanggaan Indonesia

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Explore Timor-Flores 2012 (part 1): Tawaran Menggiurkan
Explore Timor-Flores 2012 (part 2): Dari Barat Ke Timur
Explore Timor-Flores 2012 (part 3): Sejengkal Waktu di Kupang
Explore Timor-Flores 2012 (part 4): Jejak Sasando
Explore Timor-Flores 2012 (part 5): Lintas Negara 12 Jam
Explore Timor-Flores 2012 (part 6): Jalan Tanpa Snappy
Explore Timor-Flores 2012 (part 7): Kampung Alor, Kampung KD
Explore Timor-Flores 2012 (part 8): Mengais Cinderamata Pasar Tais
Explore Timor-Flores 2012 (part 9): Sholat di Masjid An Nur
Explore Timor-Flores 2012 (part 10): Senyum Kunci Masuk Istana
Explore Timor-Flores 2012 (part 11): Nge-Mall di Timor Plasa
Explore Timor-Flores 2012 (part 12): Bonus Keindahan Di Cristo Rei
Explore Timor-Flores 2012 (part 13): Hampir Malam di Dili
Explore Timor-Flores 2012 (part 14): Rosalina Pulang
Explore Timor-Flores 2012 (part 15): Friend, Fotografi , Food
Explore Timor-Flores 2012 (part 16): Pantai Pertama Flores, Kajuwulu
Explore Timor-Flores 2012 (part 17): Kearifan Lokal Renggarasi
Explore Timor-Flores 2012 (part 18): Petualangan Mendebarkan, Murusobe
Explore Timor-Flores 2012 (part 19): Life Begin At Forty
Explore Timor-Flores 2012 (part 20): Clement on Kelimutu
Explore Timor-Flores 2012 (part 21): Kenangan Desa Wologai
Explore Timor-Flores 2012 (part 22): Green Green
Explore Timor-Flores 2012 (part 23): Riang Nga-Riung di Riung
Explore Timor-Flores 2012 (part 24): Hot dan Cold Trip
Explore Timor-Flores 2012 (part 25): Kampung Bena
Explore Timor-Flores 2012 (part 26 ): Ruteng, Sofi dan Pesta
Explore Timor-Flores 2012 (part 27 ): Lingko, Spiderweb Rice Field
Explore Timor-Flores 2012 (part 28 ): Dintor dan Ide Si Mami
Explore Timor-Flores 2012 (part 29 ): Firasat Wae Rebo
Explore Timor-Flores 2012 (part 30 ): Labuan Bajo Time
Explore Timor-Flores 2012 (part 31 ): Kanawa The Love Island
Explore Timor-Flores 2012 (part 32 ): Hopping S.O.S.
Explore Timor-Flores 2012 (part 33 ): Ini Komodo Bukan Omdo
Explore Timor-Flores 2012 (part 34 ): Caca Marica Pulau Rinca
Explore Timor-Flores 2012 (part 35 ): Drama Happy Ending

40 komentar

  1. waaah rugi juga bagi wanita ketika tiba disana eh datang bulan pula..alhasil berbahaya bagi dirinya utk tetap ngotot melihat komodo dari dekat.. padahal hewan ini langka..dan hanya bisa dijumpai di sini ya…

    Disukai oleh 1 orang

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.