Explore Timor-Flores 2012 (part 3): Sejengkal Waktu di Kupang

Sejengkal Waktu - menikmati sunset di pantai pasir panjang, Kupang
Sejengkal Waktu – menikmati sunset di pantai pasir panjang, Kupang

Menjelajah kota Kupang sebetulnya tidak masuk dalam itinerary perjalanan. Tapi rasanya sayang melewatkan setengah hari  berdiam di kamar hotel. Tak ada salahnya memanfaatkan sejengkal waktu .

Goa kristal yang berada di desa Bolok menjadi tujuan pertama. Dari pusat kota Kupang membutuhkan waktu sekitar 15 km ke arah selatan. Patokannya papan nama  kantor Polisi Air, lalu belok kanan. Selanjutnya tak banyak petunjuk , hanya hamparan semak dan pohon kesambi meranggas.

Sebuah motor parkir di bawah pohon kesambi, saya yakin itu El. Di sinilah pertama kali bertemu setelah sebulan lebih berkenalan dan berkomunikasi hanya berkomunikasi lewat internet serta ponsel . Perkenalan pun berlanjut sambil berjalan menuju goa . Sebuah goa horisontal ke dalam tanah berdinding batu kapur dan luas lubang satu depa. Setelah turun sekitar 3 meter ke dalam tanah, kolam air berwarna biru kehijauan terlihat jernih.  Mata butuh waktu  menyesuaikan diri dengan kegelapan di dalam goa, disarankan pengunjung membawa senter.

Sore masih panjang dan matahari  bersinar ternang, kami kembali menuju kota. Laju motor kami terhenti di sebuah bukit kecil tepi pantai. Dari sini dermaga pelabuhan Bolok terlihat megah. Kapal Feri ke pulau Rote bersandar ditepinya. Kamipun turun ke desa nelayan , melihat pelabuhan lebih jelas. Pantai berkarang panjang surut , kapal nelayan karam  menanti malam air pasang. Sapa senyum warga di sekitar pantai menyambut ramah.

Ada keinginan untuk menyebrang dan menyambangi pulau paling selatan nusantara, Rote. Mungkin trip selanjutanya ya El ujar saya sambil berkhayal dalam derai tawa. Kapal Feri bergerak menuju Selatan , meninggalkan kemilau riak gelombang di ujung dermaga. Tapi nadi kehidupan di pantai tetap berjalan, orang-orang masih asik menebar jalan atau mengorek batu karang mencari kerang.

Mengejar sunset terbaik di Kupang. Meskipun mentari sudah meredup kami tetap bergegas menuju pantai pasir panjang. Adrenalin sedikit terpacu meliuk di antara jalan berliku dan padatnya kota Kupang. Matahari sudah setengah terpancung oleh bukit di seberang pulau. Tapi kami masih bisa menikmati sekaligus mengabadikan kilau jingga sang surya. Beberapa saat yang tersisa hanya rona kuning dalam balutan roh biru angkasa. Beberapa pengunjung masih setia berdiam di tepi pantai, melepas senja menjemput malam.

El berkata Evi dan Rosa, dua rekan asal Jakarta baru saja mendarat. Mereka langsung menuju hotel tempat kami menginap. Selanjutnya saya dan El berkelana keliling kota mencari makanan khas Kupang. Sembari menikmati keramaian ibukota propinsi Nusa Tenggara Timur

Sei Babi, mungkin terdengar agak ekstrim bagi umat muslim.Tenang, ternyata ada versi sapinya. Rumah Makan Hana Putra Solo di jalan Herewila, Oebobo Kupang menjadi persinggahan berikutnya. Sei merupakan daging asap khas Kupang. Rasanya sekilas mirip dendeng tapi tidak ada rasa manis, hanya asin. Aroma  khasnya berasal dari  kayu Kesambi yang dibakar. Di rumah makan Hana Putra Sei dipotong tipis kecil-kecil lalu ditumis bersama bumbu dan sayuran seperti paprika dan bawang putih. Pas sekali menjadi pendamping sepiring nasi hangat.

Sebetulnya setelah makan malam saya ingin kembali ke hotelo , tapi El berkata masih ada satu tempat lagi yang wajib kita kunjungi malam ini. Tempatanya lumayan jauh agak di luar kota tapi sayang untuk dilewatkan ujarnya penuh misteri. Dalam balutan rasa kantuk dan dingin kamipun bergegas menuju spot terakhir . Kira-kira apa ya?

Saya berusaha menebak tempat yang akan dikunjungi sambil menahan gigil udara dingin Kupang. Sedangkan motor kami melaju semakin kencang seolah tidak ingin kehilangan sejengkal malam  di kota ini. Agak menyesal juga mengabaikan pesan El tadi siang untuk membawa jaket. Brrrrr…..

gersang - hamparan pohon kesambi menuju goa kristal
gersang – hamparan pohon kesambi menuju goa kristal
masuk - El bersiap turun ke dalam goa kristal
masuk – El bersiap turun ke dalam goa kristal
jernih- biru kehijuan air di dasar kolam goa kristal
jernih- biru kehijuan air di dasar kolam goa kristal
kampung nelayan - di dekat pelabuhan Dolop
kampung nelayan – di dekat pelabuhan Bolok
mengais rejeki-menjala ikan di pantai pelabuhan Bolok, Kupang
mengais rejeki-menjala ikan di pantai pelabuhan Bolok, Kupang
tenggelam sempurna - matahari sirna meninggalkan rona jingga di pantai pasir panjang, Kupang
tenggelam sempurna – matahari sirna meninggalkan rona jingga di pantai pasir panjang, Kupang
Sei sapi - daging asap khas Kupang aroma kayu Kesambi
Sei sapi – daging asap khas Kupang aroma kayu Kesambi

Explore Timor-Flores 2012 (part 1): Tawaran Menggiurkan
Explore Timor-Flores 2012 (part 2): Dari Barat Ke Timur
Explore Timor-Flores 2012 (part 3): Sejengkal Waktu di Kupang
Explore Timor-Flores 2012 (part 4): Jejak Sasando
Explore Timor-Flores 2012 (part 5): Lintas Negara 12 Jam
Explore Timor-Flores 2012 (part 6): Jalan Tanpa Snappy
Explore Timor-Flores 2012 (part 7): Kampung Alor, Kampung KD
Explore Timor-Flores 2012 (part 8): Mengais Cinderamata Pasar Tais
Explore Timor-Flores 2012 (part 9): Sholat di Masjid An Nur
Explore Timor-Flores 2012 (part 10): Senyum Kunci Masuk Istana
Explore Timor-Flores 2012 (part 11): Nge-Mall di Timor Plasa
Explore Timor-Flores 2012 (part 12): Bonus Keindahan Di Cristo Rei
Explore Timor-Flores 2012 (part 13): Hampir Malam di Dili
Explore Timor-Flores 2012 (part 14): Rosalina Pulang
Explore Timor-Flores 2012 (part 15): Friend, Fotografi , Food
Explore Timor-Flores 2012 (part 16): Pantai Pertama Flores, Kajuwulu
Explore Timor-Flores 2012 (part 17): Kearifan Lokal Renggarasi
Explore Timor-Flores 2012 (part 18): Petualangan Mendebarkan, Murusobe
Explore Timor-Flores 2012 (part 19): Life Begin At Forty
Explore Timor-Flores 2012 (part 20): Clement on Kelimutu
Explore Timor-Flores 2012 (part 21): Kenangan Desa Wologai
Explore Timor-Flores 2012 (part 22): Green Green
Explore Timor-Flores 2012 (part 23): Riang Nga-Riung di Riung
Explore Timor-Flores 2012 (part 24): Hot dan Cold Trip
Explore Timor-Flores 2012 (part 25): Kampung Bena
Explore Timor-Flores 2012 (part 26 ): Ruteng, Sofi dan Pesta
Explore Timor-Flores 2012 (part 27 ): Lingko, Spiderweb Rice Field
Explore Timor-Flores 2012 (part 28 ): Dintor dan Ide Si Mami
Explore Timor-Flores 2012 (part 29 ): Firasat Wae Rebo
Explore Timor-Flores 2012 (part 30 ): Labuan Bajo Time
Explore Timor-Flores 2012 (part 31 ): Kanawa The Love Island
Explore Timor-Flores 2012 (part 32 ): Hopping S.O.S.
Explore Timor-Flores 2012 (part 33 ): Ini Komodo Bukan Omdo
Explore Timor-Flores 2012 (part 34 ): Caca Marica Pulau Rinca
Explore Timor-Flores 2012 (part 35 ): Drama Happy Ending