Explore Timor-Flores 2012 (part 2): Dari Barat Ke Timur

Bandara El Tari, Kupang
Bandara El Tari, Kupang

(30/08/2102)Penerbangan satu jam Jambi-Jakarta  melelahkan setelah didera delay berjam-jam. Sapaan ringan supir taxi menawarkan jasa dan lalu lalang penumpang kontras dengan keseharian di hutan. Tidur dimana ya malam ini? Langkah kaki  menyusuri tiap sudut bandara, mata nanar mencari kursi untuk bersandar melepas kantuk. Langkah saya terhenti di restoran cepat saji, menuntaskan rasa lapar sambil berharap kursi panjang di depan sana kosong.

Makanan sudah habis tapi kursi panjang tak kunjung kosong, kembali menyusuri terminal 1B. Tangga menuju anjungan pengantar cukup nyaman untuk bersandar. Tatang, pria asal Bandung menyapa ringan ketika merebahkan tangga di seberang. Esok pagi dia akan terbang menuju Pontianak. Tanpa saya bertanya, dia menjelaskan berangkat ke bandara lebih awal karena tidak akur dengan istrinya. Terjadi keributan kecil selorohnya sambil tersenyum. Dua buah kardus besar bertuliskan dodol khas Bandung dipeluknya erat. Sayapun berpikir, mungkin dodol ini yang membuat istrinya uring-uringan. Uang belanja satu bulan untuk membeli oleh-oleh.

Malam merayap tapi tidak dengan nadi kehidupan di sini, semakin cepat. Meskipun saya tergolek dalam rasa kantuk , masih banyak orang lalu lalang. Tatang sudah jatuh terlelap lebih dulu, merasa lebih damai di sini dibandingkan di samping istrinya. Kesadaran saya bangkit ketika pria paruh baya menawarkan pijat refleksi, suaranya parau membahana. Sekali lagi membenamkan diri dalam rasa kantuk. Berikutnya wanita paruh baya dengan langkah cepat menaiki anak tangga anjungan pengantar. Suara sendal jepit berdecit kembali menggugah kesadaran. Wanita itu tidak banyak bicara tapi menjadi pusat kerumunan. Mie dan kopi instant menjadi daya tarik bagi penumpang. Harganya relatif murah dibandingkan kafe di depan pintu masuk. Segelas kopi dihargai 4 ribu dan mie instant 7 ribu. Sayapun tergoda membeli segelas kopi , menawarkan dinginnya malam.

Para pedagang naik ke anjungan pengantar di lantai dua. Rasa kantuk menjelma menjadi rasa penasaran. Langkah kaki menuntun  menuju ruangan temaram di atas sana. Barisan penumpang tertidur lelap memenuhi ruangan, mirip stasiun kereta api. Awalnya saya ingin ikut bergabung tapi tak ada tempat yang tersisa. Ketika kembali menuju tangga, kondisinya tak jauh berbeda. Tumpukan manusia berbaring semakin banyak, termasuk tempat saya tadi.

Check-in lebih awal memberikan kesempatan beristirahat di tempat yang lebih nyaman. Membenamkan diri di jajaran kursi panjang sambil meluruskan badan. Hawa pendingin udara membelai lembut pengantar tidur. Tidak terasa tiba-tiba panggilan penerbangan menuju Kupang membahana di pagi buta. Kesadaran saya bangkit dalam wujud yang lebih segar, efek tidur kualitas tinggi . Pukul enam kurang pesawat meninggalkan bandara yang lebih mirip terminal bus.  Sukarano-Hatta.

Penerbangan satu jam menuju Surabaya menyempurnakan tidur di pagi hari. Turun pesawat hawa panas udara Sidoarjo menyapa. Seharusnya transit 3 jam di Bandara Internasional Juanda, tapi diberi bonus 45 menit, lumayan untuk tidur dan selonjoran. Pukul 11:00 WIB pesawat menuju Kupang diberangkatkan. Penerbangan kali ini jauh lebih padat dari rute Jakarta-Surabaya.

Tepat Pukul 02:00 WITA mendarat di Bandara El Tari, Kupang. Ternyata di sini lebih panas dari Surabaya. Pemandangan sabana dengan pohon meranggas tampak jelas dari atas pesawat. Sebuah pesan singkat dari El masuk, katanya langsung saja menuju hotel Maliana Jalan Sumatra . Tarif ojek 30 ribu dan angkot 2 ribu.

Perlu waktu 24 jam penuh , perjalanan barat ke timur Indonesia. Lelah? Tak ada lelah untuk sebuah petualangan. Sesampai di hotel pandangan saya beralih ke pantai di seberang jalan. Laut biru tenang dengan karang berbalut lumut hijau terlalu sayang untuk dilewatkan.

Tiba-tiba El menelepon, “Langsung aja susul gw di goa kristal. Pokoknya ke arah pelabuhan Dolop. Detailnya gw sms”. Suaranya begitu renyah tak ada kesan lelah, padahal baru mendarat satu jam yang lalu. Tanpa berpikir dua kali, ransel saya letakan di kamar hotel lalu bergegas menyusul El.

“Berangkut!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Lelap - Tatang tidur memeluk kotak dodol
Lelap – Tatang tidur memeluk kotak dodol
Berjajar-Mengisi tiap ruang kosong
Berjajar-Mengisi tiap ruang kosong
check in - cari tempat tidur nyaman
check in – cari tempat tidur nyaman
Singgah - 3,5 jam transit di bandara Juanda , Surabaya
Singgah – 3,5 jam transit di bandara Juanda , Surabaya
Terpukau - Keindahan pantai di seberang jalan Hotel Maliana, Kupang
Terpukau – Keindahan pantai di seberang jalan Hotel Maliana, Kupang

Explore Timor-Flores 2012 (part 1): Tawaran Menggiurkan
Explore Timor-Flores 2012 (part 2): Dari Barat Ke Timur
Explore Timor-Flores 2012 (part 3): Sejengkal Waktu di Kupang
Explore Timor-Flores 2012 (part 4): Jejak Sasando
Explore Timor-Flores 2012 (part 5): Lintas Negara 12 Jam
Explore Timor-Flores 2012 (part 6): Jalan Tanpa Snappy
Explore Timor-Flores 2012 (part 7): Kampung Alor, Kampung KD
Explore Timor-Flores 2012 (part 8): Mengais Cinderamata Pasar Tais
Explore Timor-Flores 2012 (part 9): Sholat di Masjid An Nur
Explore Timor-Flores 2012 (part 10): Senyum Kunci Masuk Istana
Explore Timor-Flores 2012 (part 11): Nge-Mall di Timor Plasa
Explore Timor-Flores 2012 (part 12): Bonus Keindahan Di Cristo Rei
Explore Timor-Flores 2012 (part 13): Hampir Malam di Dili
Explore Timor-Flores 2012 (part 14): Rosalina Pulang
Explore Timor-Flores 2012 (part 15): Friend, Fotografi , Food
Explore Timor-Flores 2012 (part 16): Pantai Pertama Flores, Kajuwulu
Explore Timor-Flores 2012 (part 17): Kearifan Lokal Renggarasi
Explore Timor-Flores 2012 (part 18): Petualangan Mendebarkan, Murusobe
Explore Timor-Flores 2012 (part 19): Life Begin At Forty
Explore Timor-Flores 2012 (part 20): Clement on Kelimutu
Explore Timor-Flores 2012 (part 21): Kenangan Desa Wologai
Explore Timor-Flores 2012 (part 22): Green Green
Explore Timor-Flores 2012 (part 23): Riang Nga-Riung di Riung
Explore Timor-Flores 2012 (part 24): Hot dan Cold Trip
Explore Timor-Flores 2012 (part 25): Kampung Bena
Explore Timor-Flores 2012 (part 26 ): Ruteng, Sofi dan Pesta
Explore Timor-Flores 2012 (part 27 ): Lingko, Spiderweb Rice Field
Explore Timor-Flores 2012 (part 28 ): Dintor dan Ide Si Mami
Explore Timor-Flores 2012 (part 29 ): Firasat Wae Rebo
Explore Timor-Flores 2012 (part 30 ): Labuan Bajo Time
Explore Timor-Flores 2012 (part 31 ): Kanawa The Love Island
Explore Timor-Flores 2012 (part 32 ): Hopping S.O.S.
Explore Timor-Flores 2012 (part 33 ): Ini Komodo Bukan Omdo
Explore Timor-Flores 2012 (part 34 ): Caca Marica Pulau Rinca
Explore Timor-Flores 2012 (part 35 ): Drama Happy Ending

2 pemikiran pada “Explore Timor-Flores 2012 (part 2): Dari Barat Ke Timur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.