Aceh - Bumi Serambi Mekah Nan Elok Travelling

Banyak Island Trip (part 5): Sore Hingga Malam di Palambak Besar

 memburu sang surya
memburu sang surya

Matahari bergerak ke ufuk barat, kilau kekuningan berpendar di langit biru lalu memantul ke laut. Laut diujung pantai Palambak Besar sudah tidak biru kehijauan, tergantikan dengan warna keemasan. Pesoan keindahan lain menyeruak di pulau ini. Nuansa romantis datang menyambangi setiap insan untuk berimajinasi.Model “dadakan” sayapun mulai berpose liar. Meloncat di udara membentuk siluet dengan latar belakang matahari terbenam ataupun bergaya bagaikan model majalah pria dewasa.

jump!!!! freeze on air
jump!!!! freeze on air
pose : religius VS seksi
pose : religius VS seksi

Berlahan matahari meninggalkan ufuk barat bersembunyi dibalik bukit Pulau Tuangku. Tak ada kilau kuning keemasan , hanya pendar jingga yang tersisa. Beberapa orang mulai beringsut menjauhi pantai , menuju kamarnya masing-masing.

surya tenggelam
surya tenggelam
pulang
pulang

Saya masih setia menanti sang malam tiba. Sebuah perahu berayun ringan di tepi pantai, bagai menanti keberangkatan yang tak kunjung tiba. Saya benar-benar enggan untuk beranjak pergi. Pantai Palambak Besar benar-benar menghipnotis saya sore ini. Dengungan nyamuk rawa makin jelas terdengar riang. Mungkin mereka berteriak malam ini akan ada pesta besar, karena banyak pengunjung berpakaian minim.

perahu di ujung pantai
perahu di ujung pantai
wisatawan Austrlaia berkemah di tepi pantai
wisatawan Australia berkemah di tepi pantai

Di ujung utara pantai tampak dua wisawatan Australia sibuk mempersiapkan tenda untuk bermalam. Wah nikmat sekali tidur dipinggir pantai ditemani suara deburan ombak. Oki tanpa ragu menarik kursi di cottage untuk dipindahkan ke pinggir pantai. Segelas kopi hitam dan sebatang rokok menemani senandung lagu rege yang diputarkan dari sebuah player mp3. Bener-bener santai di pantai…

Oki di pantai
Oki di pantai

Malam semakin larut kamipun membersihkan diri , dan bersiap-siap untuk makan malam. Sebuah perjamuan malam pertama menyambut keindahan hari ini. Tapi tunggu dulu … Apakah masih ada keindahan lagi di malam ini? Setelah makan malam kami duduk-duduk di pantai. Ribuan bintang bertabur di atas Palambak. Keindahan hari ini benar-benar sempurna, mulai dari birunya laut, indahhnya surya tenggelam sampai bintang di angkasa.

Pukul 23:00. Tiba-tiba Pulau ini menjadi gelap gulita, aliran listrik dipadamkan… Yang terdengar hanya deburan ombak dan suara hewan malam.

RELATED STORIES
Sevice First Pay Next
Transit di Pulau Balai
Jejak Besar di Palambak Besar
Ngintip Cottage di Palambak Besar
Sore Hingga Malam di Palambak Besar
Pagi… Berburu Sunrise di Palambak Besar
Island Hopping sampai Hopeless

 

6 komentar

  1. mangstabbb buanget yak….
    pa lg c komeng tuh yg namanya disebut2, seneng dah dianya..
    hehehehe
    tp aku jg seneng kok ada beberapa pose ku yg nangkring diatas,,,,
    hahahahaha

    Suka

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.