TST-Tahu Sama Tahu?

Ini Medan Bung!

“TST, tahu sama tahu lah pak… saya baru sampai dan lelah” Sederet kalimat yang saya ucapkan ketika bapak menyuruh saya mencari rumah om di Medan.

Akhirnya saya tahu kalo ada kerabat di sini, tapi sayang ini hari terakhir saya di Medan. Dan besok harus bertolak ke Jambi. Rasanya tak mungkin baru tiba di sini langsung jalan mencari alamat. Belum kalo alamatnya palsu kaya Ayu Ting-Ting pasti tambah bingung.

Usai beres-beres dan santai di padepkan Oki, saya berencana buat kumpul-kumpul kecil sekalian berkenalan dengan komunitas backpacker Medan. Tanpa sengaja akhirnya kosan Anti, adik tingkat jaman kuliah. Jadi tempat kumpul-kumpul. Awalnya sih acara santai tapi lama-lama jadi sedikit formal karena ada pembahasan “progress” acara pameran foto. Saya ga ikutan deh, keluar bentar cari oleh-oleh   ditemani Riza. Sekembalinya dari membeli bika ambon dan lapis legit, pembahasan makin panjang dan seru. Interupsi dan les mengeles terjadi di sana sini. Tapi akhirnya rapat non formal yang cukup menguras energi dan stamina ini selesai. Terus solusi buat menambah energi apa?

jalan Puri, kawasan TST

Solusinya TST. Teh Susu Telor. Minuman khas Medan yang dipercaya mampu menambah stamina. Dari ketiga bahan racikan sayapun percaya minuman ini memiliki khasiat. Teh merupakan minuman yang dipercaya memiliki kandungan antikokssidan dan anti stress. Sedangkan susu, merupakan sumber makanan bayi  memiliki nilai gizi yang sangat tinggi. Sedangkan kuning telur dipercaya memiliki protein yang mampu menaikan vitalitas lelaki.

Setelah berputar-putar kota Medan kamipun singgah di jalan Puri. Sebuah jalan yang konon menjadi cikal bakal minuman TST. Berjajar kedai dengan menu sama di sini , yaitu TST. Dan semuanya ramai oleh pengunjung, membuat saya penasaran dengan minuman yang satu ini. Setelah duduk di salah satu kedai, kamipun langsung memesan.

Capucino Dingin VS TST

Bila melihat minuman dengan tiga lapisan : adonan putih, teh dan busa putih di atasnya sudah terbayang bagaiaman minuman ini dibuat. Insting koki sayapun membawa saya untuk melihat ke dapur. Ternyata benar dugaan saya. Pertama kuning telur bersama gula diaduk dengan menggunakan mixer. Lalu berlahan susu kental manis ditambahkan sambil adonan terus di aduk agar  tidak turun. Setelah adonan mengembang sempurnah barulah teh panas ditambahkan untuk mengurangi aroma amis. Dan hasilnya minuman TST.

Akhirnya pesanan kamipun datang. Untung saya memesan capucino dingin. Karena setelah mencicip TST punya Oki , lidah saya tidak terlalu cocok dengan minuman ini. Indera penciuman saya agak alergi dengan segala sesuatu yang berbau amis telur. Sebetulnya jika tidak ada aroma telur minuman ini cukup lezat. Bayangkan tekstur kental susu dan telur berpadu dengan rasa manis yang dalam. Sensasi akan lebih terasa apabila minuman ini dihidangkan hangat.

TST Gaya Hidup Kota Medan

TST merupakan simbol pergaulan masyarakat kota Medan. Sebagai tempat berkumpul, bercengkrama atau sekedar menikmati malam bersama dengan teman ataupun orang terdekat. Tak heran jika di beberapa kedai TST dipasang televisi besar berlayar LCD untuk menyaksikan pertandingan olahraga.

Setiap kota memiliki keunikan tersendiri masyarakatnya dalam menjalani kehidupan sosial. Jika masyarakat Aceh dan Belitung akrab dengan warung kopi untung menjalin komunikasi dan silaturhami. Sedangkan warga Medan ada TST yang mampu memadukan citarasa minuman penambah stamina serta tempat nongkrong. Bagaimana dengan kota anda?

2 Comments on “TST-Tahu Sama Tahu?

  1. hanya ada di medan bung…heheeee,,
    sayang sekali om ga nyicipi TST,, karena ada suatu aura yang berbeda kalo pertama kali minum TST, badan terasa panas kayak demam gitu, tapi itu hanya terjadi untuk pertama kali aja, selanjutnya terserah anda, heheee..
    monggo dicoba.. 😀

    Suka

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: