Walk “Alone-Alone” in Jogja

Setelah kamaren jalan bareng keluarga alias “Kumpulan Karo Sederek” . Hari mencoba buat walk “alone-alone” alias jalan-jalan santai sendiri  di kota Jogja. Mencoba buat menikmati setiap sudut kota jogja dan mencari objek menarik untuk diabadikan. Berangkat dari rumah bulek di Pedusan , Sedayu  menuju pasar Gamping. Dari sini perjalanan dilanjutkan menuju kota Jogjakarta.

Tepat pukul 08:00 saya terdampar di depan Benteng Vandeburg. Sempet bengong sejenak karena kota ini berubah total sejak kunjungan saya 15 tahun yang lalu.  Memasuki benteng peninggalan Belanda mengingatkan saya dengan film jaman perjuangan. Tampak bangunan tua yang cukup terawat, di beberapa sudut juga tampak taman dengan tumbuhan rindang. Kayaknya enak nih buat mojok 🙂

Sampai di bagian belakang pintu keluar Benteng Vandebourg saya sempat melihat beberapa anak muda berkumpul. Di antara mereka ada yang berlatih menari dan bersama sama membedah skenario drama. Ternyata saya berada di Taman Budaya Jogjakarta, tempat berkumpulnya para seniman untuk berekpresi dan mengapresiasi seni.  Jogja memang kota seni dan budaya, tempat seperti ini selalu ramai dikunjungi dan tampak selalu ada aktivitas. Jadi teringat taman budaya di kota saya Lampung,  yang tidak selalu ramai.

Berjalan beberapa ratus meter lagi dari taman budaya ada satu bangunan moderen dengan warna yang cukup meriah. Bangunan yang yang di dominasi oleh warna warna primer ini adalah Taman Pintar. Saya sempat menebak bahwa ini adalah bangunan perpustakaan daerah Jogjakrta. Tapi setelah saya masuk dan berkeliling akhirnya saya tahu. Taman pintar adalah salah satu wahana hiburan dan pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak. Konsepnya lebih ke museum IPTEK yang ada di Taman Mini Indonesia Indah.  Taman yang terdiri dari beberapa spot indoor dan outdoor berkonsep belajar sambil bermain terdiri atas beberapa bangunan diantaranya : Gedung Paud (utara dan Selatan), Gedung Memorabilia, Gedung Kotak dan Gedung Memoribilia.

Harga tiket dewasa terusan untuk dapat masuk ke Gedung Memoribilia, Gedung Kotak dan Gedung Oval adalah Rp 15.000,- sedangkan untuk anak anak tiket dipatok Rp 8000,-.Namun bagi pengunjung yang tidak memiliki dana lebih untuk masuk ke wahana jangan khawatir, di bagian playgorund Taman Pintar  disediakan beberapa permaianan edukatif gratis bagi keluarga.

Karena penasaran dengan wahana yang ada di Taman Pintar, saya memutuskan untuk masuk. Mengawali kunjungan dari gedung Memoribilia. Di sini dapat disaksikan sejarah kota Jogjakarta yang dikemas secara moderen. Pada masing masing bagian memoribilia terpadat Projector yang diarahkan ke dinding dan pengunjung dapat memperoleh informasi secara interaktif. Di sini juga ada beberapa peninggalan dari presiden Indonesia yang pertama hingga preseiden yang terakhir.

Setelah puas di gedung Memoribilia, pengunjung diarahkan ke gedung Oval. Gedung yang terdiri dari dua lantai ini membawa kita ke Zone Pengenalan Lingkungan dan eksibisi ilmu pengetahuan di lantai 1. Serta Zone Pemaparan Sejarah ilmu Pengetahuan dan Teknologi di lantai 2.  Dari lantai 2 gedung oval pengunjung dihubungkan dengan sebuah tangga menuju lantai 2 gedung Kotak. Gedung kotak lantai 2 merupakan zona materi dasar dan penerapan ilmu dan teknologi di sini kita dapat melihat beberapa stan yang disponsori oleh beberapa perusahaan yang merupakan terapan dari ilmu pengetahuan dan teknologi seperti: konsep kendaraaan ,ekplorasi minyak dan lainnya.

Sebelum menuntaskan berkelana di Taman Pintar Jogjakarta, saya menyempatkan diri untuk menonton film 3 Dimensi di Theater yang ada di lantai 3  gedung kotak. Untuk dapat menikmati film 3D pengunjung harus membayar sebesar Rp 15.000,- dan bagi rombongan minimal 30 orang cukup membayar Rp 12.500 per orang.

Selain terdiri dari wahana hiburan dan edukatif di lantai 1 gedung kotak terdapat ruang pamer dan foodcourt yang menyediakan beragam souvenir dan makanan. Keberadaan Taman Pinter di Jogja melengkapi kota ini sebagai kota tujuan wisata dan belajar. Memberikan alternatif hiburan bagi anak-anak yang ingin belajar sambil bermain. Jadi tidak ada salahnya menjadi salah tujuan  jika anda mengunjungi kota Jogjakarta bersama keluarga.

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: