Family Gathering in Wonosari Beach..

Wisata kali ini berubah 18o derajat, berniat solo backpacking menyusuri wisata alam dan budaya Jogjakarta  menjadi acara family gathering dan temu kangen. Dengan penerbangan Air Asia , pukul 07:00 sampailah saya di bandara Adi Sucipto. Rencana awal setelah sampai di bandara saya akan menuju Candi Kalasan dan Prambanan untuk wisata budaya dengan menumpang busway.  Namun semuanya berubah setelah tante yang tinggal di Jogja menelepon kemaren sore. Keluarga besar di Jogja  akan menjemput saya lalu mengajak “plesiran” ke pantai yang ada di Wonosari. Setelah satu jam menunggu di bandara sambil sarapan dan online, akhirnya perjalanan menuju pantai Wonosari dimulai. Bule bersama sepupu dan keponakan menjemput di bandara. Sebetulnya pantai wonosari tidak ada di itinerary trip kali ini. Sempat sekilas mencari informasi di internet bahwa banyak sekali pantai yang masih alami di Gunung kidul. Tercatat lebih dari 10 pantai yang dijadikan obyek wisata di kawasan ini.

Menuju Wonosari dari bandara Adi Sucipto dibutuhkan waktu kira-kira 2 jam . Sebelum memasuki daerah pantai akan melewati perbukitan dengan kawasan hutan lindung. Pantai pertama yang kami kunjungi adalah pantai Kukup. Pesona goa kecil ditepi pantai serta hamparan pasir yang menguning menjadi daya tarik pantai ini.  Bagi anda pecinta ikan hias , di sini terdapat aquarium air laut yang bisa menjadi objek wisata  belajar anak. Cukup lama kami di pantai kukup, melewati waktu bersama dengan buka “bontot’ dan acara foto keluarga :p.

Perjalanan kami lanjutkan ke arah timur, sekitar 5 km dari pantai kukup akhirnya melihat papan nama pantai Krakal dan Drini. Akhirnya pilihan pun jatuh ke pantai Krakal. Bebatuan di pantai ini terlihat lebih ekstrim mungkin karena ini dinamakan karakal. Yang dalam bahasa jawa artinya adalah batu besar. Karena terlalu banyak batu besar dipinggir pantai di sini kami hanya berfoto saja. Dari sudut kamera komposisi langit, laut, karang dan pantai terlihat sangat indah.

Tidak berlama lama di Krakal, pantai Sundak menjadi tujuan terkahir kami. Bibir pantai sundak lebih lebar dan terbuka. Di sini juga lebih banyak tumbuhan perdu, tidak aneh jika pantai ini menjadi tempat tujuan remaja untuk berkemah. Ada satu objek yang sempat menjadi perhatian saya, sekumpulan pria berpakaian orange di bawah payung besar. Ternyata mereka adalah penjaga pantai yang berjaga. Kawasan pantai wonosari menghadap langsung ke Samudra Indonesia yang berombak besar,  tidak heran di sini ada pos penjaga pantai. Setelah seharian berjalan-jalan  mengekplorasi pantai di Wonosari , bersama keluarga pulang ke rumah bulek yang ada di daerah Sedayu. Perjalanan kali ini sangat menyenangkan bisa bersilaturahmi sekalian menikmati keindahan alam Jogja yang belum saya ketahui. Banyak hal yang menjadi pelajaran saya ketika melakukan wisata ini. Salah satunya adalah kesadaran warga sekitar pantai tentang kebersihan. Secara mandiri dan sadar diri para pedagang dan pengunjung selalu mengumpulkan sampah  dan tidak membuang  ke laut. Kondisi ini sangat jauh berbeda dibandingkan dengan kondisi pantai tempat asal saya Lampung. Di mana para penduduk belum sadar bahwa pantai yang indah dan bersih merupakan aset yang berharga dan bisa jadi sumber penghidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s