Mengunjungi Candi di Jawa Tengah Ala Flashpacker


Flashpacker adalah julukan bagi pengelana beransel (backpacker) yang melakukan perjalanan  dengan kenyamanan lebih. Karena memiliki kebebasan finansial dibandingkan backpacker namun memiliki  keterbatasan waktu. Walaupun istilah ini masih menjadi kontroversi di antara pecinta ransel karena lebih dekat dengan traveller, namun jalan-jalan gaya ini yang sering menjadi pilihan para pegawai yang tidak memiliki banyak waktu luang. Dengan memanfaatkan libur akhir pekan dan promo tiket pesawat,  penganut flashpacker dapat mengekplorasi daerah wisata yang jauh dalam waktu singkat.


Bermodalkan tiket promo Air Asia Jakarta-Yogyakarta pulang pergi seharga 251 ribu rupiah yang sudah saya pesan tiga bulan sebelumnya. Akhir pekan ini saya mencoba untuk melakukan perjalanan ala flashpacker  mengunjungi beberapa candi yang ada di Jawa Tengah.

Perjalanan dimulai dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, dengan melakukan check in pukul 05:00 WIB .  Untuk mempercepat dan mempermudah check in di bandara, saya melakukan check in online terlebih dahulu yang sudah dibuka dari 7 hari sampai 3 jam sebelum keberangkatan . Dari check online ini akan mendapat file gambar barcode dua dimensi, yang nantinya akan discan di bandara. Mungkin kita akan bingung apakah file barcode harus dicetak agar dapat terbaca oleh scanner. Jangan khawatir scanner di bandara  mampu membaca file barcode dari layar gadget seperti : blackberry, iphone, ipad ataupun smartphone lainnya.

Tepat pukul 07:00 WIB pesawat yang saya tumpangi  mendarat di bandara Adi Sucipto Yogyakarta . Sebelum memulai perjalanan saya memutuskan untuk sarapan di kafetaria bandara  dan mencari di mana letak shelter Transjogja. Ternyata shelternya terletak tepat di depan pintu bandara.

Tujuan pertama kali ini adalah Candi Kalasan yang paling dekat dari Bandara Adi Sucipto. Dengan menumpang Transjogja rute 1A saya menuju pasar Kalasan yang jaraknya kira-kira hanya 7 menit perjalanan dari bandara. Di pasar Kalasan saya sempat bertanya dengan seorang tukang parkir di mana letak posisi candi Kalasan. Untuk mencapai lokasi Candi  saya harus berjalan sejauh 200 meter ke arah timur jalan Jogja Solo. Tepat di depan SMPN 1 Kalasan ada sebuah gang kecil serta papan yang menunjukan jalan masuk Candi Kalasan.

Untuk dapat masuk ke lokasi Candi Kalasan pengunjung dikenakan biaya Rp 2000. Harga yang cukup murah untuk dapat menikmati keindahan arsitektur peninggalan nenek moyang. Candi Kalasan yang dibangun Maharaja Tejapurnapana Panangkaran (Rakai Panangkaran) dari keluarga Syailendra pada atapnya memmilik 3 tingkat. Atap paling atas terdapat 8 ruang, atap tingkat dua berbentuk segi 8, sedangkan atap paling bawah sebangun dengan candi berbentuk persegi 20 yang dilengkapi kamar-kamar setiap sisinya.

Setelah puas mengunjungi Candi Kalasan saya kembali menyusuri jalan Jogja Solo ke arah timur untuk menuju Candi Sari. Kira-kira 500 meter dari SMPN 1 Kalasan akhirnya saya menemukan lokasi Candi Sari.   Jika dilihat sekilas bentuk candi Sari tidak jauh berbeda dengan Candi Kalasan. Meskipun keduanya merupakan candi Budha namun tampak detailnya nampak berbeda. Pada bagian atas candi ini terdapat 9 buah stupa seperti yang nampak pada stupa di Candi Borobudur, dan tersusun dalam 3 deretan sejajar.

Untuk memudahkan perjalanan saya kembali menuju Shelter Trans Jogja pasar Kalasan. Dari sini saya melanjutkan perjalanan ke ke arah timur menuju pasar prambanan. Sesampai pasar prambanan sudah tampak kawasan kompleks candi prambanan. Ternyata untuk menuju pintu masuk yg berada di sebelah timur harus berjalan sekitar 200 meter atau mengendarai becak.

Ternyata tiket masuk ke kompleks Candi Prambanan tidak semurah ke Candi Kalasan atau Sari yaitu 2000 rupiah. Untuk dapat masuk ke komplek Candi prambanan dikenakan biaya Rp 20.000 . Sejak tahun 2009 pengelola candi Prambanan menawarkan paket tambahan yaitu kunjungan ke Candi Ratu Boko . Jadi dengan tiket seharga  Rp 30.000, – pengunjung dapat masuk ke kompleks candi Prambanan serta  melakukan perjalanan ke Candi Ratu Boko yang letaknya sekitar 3 km ke arah selatan. Setiap 15 menit ada mobil yang akan mengantar dan menjemput pengunjung ke Candi Ratu Boko


Berada diperbukitan yang tinggi, Candi Boko merupakan kombinasi wisata budaya dan wisata alam. Berbeda dengan peninggalan purbakala lain dari zaman Jawa Kuno yang umumnya berbentuk bangunan keagamaan, situs Ratu Boko merupakan kompleks profan, lengkap dengan gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, hingga pagar pelindung. Nama Kraton Boko berasal dari kata Kraton dan Ratu Boko. Kraton berasal dari kata Ka-da-tu-an yang berarti tempat raja. Ratu Boko berasal dari Ratu yang berarti Raja dan Boko adalah nama seekor burung.

Bagi anda penghobi photography, Candi Boko merupakan tempat yang wajib anda kunjungi pada saat matahari terbenam. Dari ketinggian area Candi Boko anda dapat melihat keindahan matahari terbenam dengan pemandangan gunung merapi . Dari sini juga anda dapat melihat kompleks Candi Prambanan dengan latarbelakang gunung Merapi.

Rasanya saya ingin berlama lama berada di kompleks Candi Boko tapi ada satu spot lagi yang belum saya kunjungi yaitu Candi Prambanan. Tepat jam 13:00 sebuah mobil wisata mengantar saya kembali ke Candi Prambanan. Sesampai di kompleks Candi Prambanan saya memutuskan untuk makan siang di sebuah Restoran yang bernuansa etnik. Restoran yang terdiri beberapa pendopo kecil dan dipenuhi ornamen unik yang terdiri dari beragam souvenir bernuansa jawa klasik.

Berkeliling menyusuri kompleks Candi Prambanan yang merupakan kompleks Candi Hindu terbesar di Indonesia cukup melelahkan.Apalagi bagi  anda yang tidak tahan paparan langsung sinar matahari. Agar wisata anda tidak terganggu sebaiknya anda membawa payung atau topi dan air mineral.

Di kompleks Candi Prambanan juga terdapat sebuah museum. Dari sini kita bisa mendapatkan informasi yang lengkap tentang Candi Prambanan dan beberapa koleksi patung serta artifak dan prasasti yang berjajar rapih di halaman museum. Bangunan museum dibangun melingkari sebuah pendopo luas berasitektur jawa. Secara umum fasilitas MCK dan tempat sholat tersedia dan bersih. Saya jadi  berpikir kapan ya kira-kira fasilitas tempat wisata di daerah saya (Lampung) dibuat seperti ini. Maksud saya tidak hanya dibangun tapi juga terawat.

Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 16:00 , berarti saya harus bergegas kembali ke bandara Adi Sucipto untuk penerbangan sore kembali ke Jakarta.  Dengan menumpang bis TransJogja rute 1B saya menuju bandara dan menyelesaikan perjalanan super kilat untuk hari ini.

55117_20120513045657

Rincian Biaya:
Tiket Pesawat : Rp 251.000,-
Boarding  Pass : Rp 75.000,-
Biaya Masuk Obyek Wisata : Rp 34.000,-
Sarapan dan Makan Siang: Rp 50.000,-
Tranpsortasi TransJogja: Rp 12.000,-
Total Rp 426.000,-

18 pemikiran pada “Mengunjungi Candi di Jawa Tengah Ala Flashpacker

  1. Wah..wah…
    itu kampung halamannya Pak Soffan lho Pak Danan.. ke arah timur sebentar nymape di Sukoharjo.. iya khan Ndoro Soffan ??

    Suka

    1. kmrn pas pulang dari jepara sempet mampir solo… gara2 di semarang ga kebagian bis ke jogja krn kesorean, atas saran kondektur kita disuruh ke solo terus dari solo ke jogja. kalo ga salah daerah sukun

      Suka

  2. wuih manteb pisan….

    boleh tau gan spek benda dan lensa yg dipake buat biki landscape gitu… :malu

    minat banget ane pengen bisa bikin foto kek gitu 🙂

    Suka

  3. Nicely written dan sangat menginspirasi buat flashpacking kesana atau ke destinasi lainnya. Ternyata one day travelling juga bisa dilakukan dgn mengunjungi banyak tempat di Jogja. Ada rekomendasi destinasi flashpacking yg lain gan?

    Suka

  4. gile gan, ajib bgt field report-nya. Very very inspirative 4 me & it’s also not expensive. Tq gan. Ditunggu FR flashpacker berikutnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s